Terik matahari menyengat di permukaan kulit. Sudah lumayan lama Lala menunggu jemputan ayahnya di halaman sekolah. Tengok sana, tengok sini hanya nampak kendaraan berlalu lalang yang tidak dikenalnya. Beberapa menit kemudian, tibalah ayah Lala dihadapannya. Tidak menunggu lama, Lala langsung naik ke atas jok sepeda motor.
Selang beberapa waktu, sampailah mereka dirumah. Masuk rumah, Lala langsung menuju kamar dan berbaring di tempat tidurnya. Ia letakkan tas dan seragam dengan sembarangan. Tiba-tiba ia teringat akan suatu janji dengan Tita, salah satu temannya untuk menghadiri kajian sore di mushola. Kemudian Lala bangun dan beranjak menemui ibunya yang sedang memasak di dapur. Ia hendak meminta izin pada ibunya, jika nanti sore akan ke mushola untuk mengikuti kajian.
“Bu, nanti sore Lala mau ke mushola ya?”
“Ya boleh nak, ada jadwal kajian ya La?”
“Iya bu.”
“Berangkatnya sama siapa?”
“Sama Tita bu.”
“Oke simak materinya baik-baik ya nak!” Pesan ibu Lala
“Siap ibuku yang cantik” Jawab Lala sembari menghormat dan tersenyum manis pada ibunya.
Langit mulai menunjukkan warna jingganya. Lala sedang menunggu Tita untuk berangkat ke mushola. Tidak lama kemudian, tibalah Tita dirumah Lala. Mereka berjalan menuju mushola sambil berbincang-bincang tentang pelajaran di sekolah.
Sesamainya mereka di mushola, Lala dan Tita langsung mengambil tempat untuk duduk. Beberapa menit kemudian, kajian yang mereka tunggu-tunggu dimulai. Mereka mendengarkan kajian hari itu dengan serius.
Waktu berlau begitu cepat, adzan maghrib tengah berkumandang, selesai sudah kajian hari itu. Anak-anak pun beranjak menuju kamar mandi untuk berwudhu. Selepas wudhu, mereka menunggu iqomah dan setelahnya menunaikan sholat maghrib. Selesai sholat maghrib mereka tetep di mushola menunggu waktu isya dengan membaca dan menghafal qur`an.
Selang beberapa waktu, mereka telah selesai menunaikan sholat isya. Anak-anak pulang ke rumah masing-masing, begitupun dengan Lala dan Tita. Sampailah Lala di rumah, ia bersalaman dengan ayah dan ibunya. Kemudin Lala langsung menuju kamarnya untuk tidur. Karena ia sudah merasa lelah dengan kegiatan hari ini, ia pun tertidur pulas.
Matahari menyapa dengan sinar hangatnya, Lala sudah terbangun sejak adzan subuh berkumandang. Kebetulan hari ini hari Minggu, jadi ia libur sekolah. Ia mempunyai kesempatan untuk membersihkan kamarnya yang sudah seperti kapal pecah. Ia terbelalak kaget ketika melihat ada kalajengking di bawah kolong kasurnya. Ia sontak kaget dan menjerit, sampai-sampai ayah dan ibunya datang ke kamar Lala. Lala menunjukkan ada kalajengking di kolong kasurnya, tidak lama kemudian ayah Lala langsung membuang kalajengking tersebut.
Ayah dan ibu Lala langsung menasehati Lala mengenai kebersihan. “Nak, sebaik apapun agamamu jika kamu tidak menjaga kebersihan itu sama aja seperti mengisi ember yang berlubang. Bukankah Lala sudah diajari betapa pentingnya kebersihan? Nah, begitu pula dengan kehidupan sehari-hari. sebab kebersihan itu cerminan dari keimanan terhadap agama. Ingat nak, jika kita tidak menjaga kebersihan akan ada banyak madhorot atau keburukan yang akan menimpa diri. contohnya ya jatuh sakit. Padahal kalau periksa ke dokter kan pasti bayar. Apalagi kalau sakitnya sampai parah. Sudah pasti kita rugi uang dan badan yang seharusnya bisa buat beli barang atau kebutuhan lain.”
Mendengar nasehat dari ayahnya, Lala berjanji akan menjaga kebersihan dimanapun ia berada. Kini, ia mengerti jika kebersihan memang mahal. Nah, teman-teman jika kita malas menjaga kebersihan, maka semakin mahal pula harga kebersihan. Jadi, jangan malas untuk selalu menjaga kebersihan dimanapun kita berada ya!
***
( NISA )











