Berdamai Dengan Diri

Kali itu kelengahanku lagi-lagi memberimu ruang untuk sekedar bersandar pada bahuku.

Putus asa kala itu,,
Sesak yang memberiku rasa beku didada,,
Berubah bak hembusan oksigen menerjang paru-paruku.

Seketika aku menjadi pelupa,
Seketika luluh lantah jemariku menari hiasi dinding2 layar ponselku

Aku diam dan tersenyum

Untuk luka yg ku pertahankan
Untuk luka yg ku biarkan
Untuk luka yg pada akhirnya harus ku lupakan
Hati hatiā€¦.
(Eva)

Artikel yang Direkomendasikan