Panas matahari siang ini sangat menyengat, membuat Fatimah kepanasan. “Ya Allah panas sekali hari ini membuatku tidak tahan untuk cepat-cepat sampai rumah” Gumamnya sambil mempercepat laju sepedanya.
Sesampainya di rumah, Fatimah langsung memarkirkan sepedanya dan masuk rumah. Fatimah langsung menuju dapur dan mengambil segelas air dingin dari kulkas. Saat sedang minum Fatimah mendengar suara yang berasal dari halaman belakang rumahnya. “Lho kok ramai sekali ya, apakah teman-teman kakak jadi kesini? ” Tanyanya dalam hati. Kemudian ia menuju kamar untuk mengganti pakaiannya, dari jendela kamar ia melihat ada banyak teman kakaknya yang sedang berkumpul di halaman belakang rumahnya. “Ohh jadi benar tho mereka jadi kesini”. Fatimah turun untuk menemui mereka. Kemudian Fatimah menghampiri seorang kakak yang sedang duduk sendirian.” Assalamu’alaikum Hai kak aku boleh gabung nggak? “Tanyaku kepada kakakku itu. ” Iya boleh kok silahkan” jawab kakak yang mengenakan jilbab merah. Dia terlihat berbeda dari yang lainnya dan terlihat sangat cantik. “Kakak namanya siapa? ” Tanya Fatimah pada kakak itu. “Namaku Zahra, kamu pasti Fatimah kan adiknya Aisyah? ” Jawabnya. Fatimah hanya menggangguk tanda mengiyakan perkataan nya.
“Kak, kenapa kakak bicaranya sangat lembut. Kenapa kakak nggak bicara agak keras supaya aku bisa jelas mendengarnya, karena selama kakak bicara aku gak terlalu dengar? ” Tanyanya kepada Kak Zahra. “Ohh jadi suara kakak terlalu kecil ya, maaf ya” Jawab kak Zahra dengan wajah sedikit memerah. “Iya nggak papa kok kak. Tapi maaf ya kak aku lancang, bukannya menurut anjuran Rasulullah SAW kalau kita bicara itu harus dengan suara yang lembut tapi bisa didengar dengan jelas oleh orang lain ” Kataku kepada Kak Zahra. “Ohh emangnya begitu ya kok kakak baru tahu sih. Maaf ya dek soalnya kakak baru masuk Islam tahun lalu jadi kakak belum terlalu faham tentang hal seperti itu” Jawab Kak Zahra.
“Ohh maaf ya kak aku gak tahu kalau kak Zahra ini mualaf, ku kira kakak udah tahu tentang hal ini” Kataku kepadanya.”iya nggak papa kok dek, ehh dek kakak boleh tanya sesuatu tidak sama kamu? ” Pintanya kepadaku. ” Boleh kok kan memangnya Kak Zahra mau tanya apa? “Tanyaku pada kaka Zahra. ” Emmm memangnya bagaimana sih berbicara ala Rasulullah yang benar? “Tanyanya Kemudian Fatimah menjawab” Jadi begini kak cara Rasulullah SAW berbicara, yang
- pertama itu beliau selalu berbicara dengan suara yang lembut tetapi bisa didengar jelas oleh orang lain.
- kedua, jangan mengunakan kata-kata kotor saat berbicara.
- ketiga, kalau sedang bercerita usahakan untuk tidak menceritakan semua apa yang kita ketahui.
- keempat, usahakan jangan pernah bilang ‘aku sudah tahu kok tentang hal itu’ saat orang lain bercerita walau memang kenyataannya kita sudah tapi. Tapi kalau kita bilang seperti itu terkesan tidak sopan.
- kelima, jangan pernah mencari kesalahan orang yang sedang berbicara maupun bercerita.karena itu dapat menyinggung perasaan orang yang sedang berbicara.
- keenam, jangan pernah memotong pembicaraan orang lain. Karena itu tidak sopan. Nahh jadi seperti itu kak cara berbicara ala Rasulullah SAW ” jelas Fatimah kepada Kak Zahra. ” Ohh jadi seperti itu ya dek, ok deh kalau begitu. Makasih ya atas ilmunya” kata Kak Zahra seraya tersenyum manis. “Iya kak sama-sama” Jawab Fatimah juga sambil tersenyum kearahnya.***
- (Wahyuni)











