Berbakti kepada Kedua Orang Tua

Manusia dilahirkan oleh seorang ibu melalui rahim yang berada di dalam perut seorang ibu. Yang telah mengndung selama sembilan bulan sepuluh hari. Dan ayah adalah orang yang memiliki tanggung jawab untuk memberikan nafkah yang halal kepada anak dan istrinya ketika kita berada dalam kandungan sampai kita lahir kedunia ini hingga kita dewasa.

Allah SWT menjadikan kedua orang tua kita sebagai wasilah terciptanya seorang anak. Yang dimaksud dengan Birrul Walidaini adalah berbuat baik kepada mereka dengan melayani keduanya, mewujudkan permohonannya, memberi nafkah kepadanya, bersikap sopan dan santun, dan bertutur kata yang baik secara lemah lembut.

Dalam sebuah riwayat hadits Rasulullahi Shallallahu “alaihi Wasalam Bersabda : “ Orang tua ibarat pintu-pintunya surga, oleh karena itu ( jika kamu mau ) hilangkanlah ia atau jagalah ia”. ( HR. Ibnu Majah )

Maka berbakti kepada kedua orang tua kita termasuk tuntunan dalam ajaran agama islam sebagaimana dalam riwayat lain Rasulallah SAW bersabda. “ Ridha Allah tergantung pada ridha kedua orang tua, murka Allah tergantung pada murka kedua orang tua”. (Hadits Al-hakim, Tabrani, dan Al-baihaqi.

Jika orang tua kita ridho terhadap kita didunia ini maka kebahagian yang akan datang menemui kita, dan itu pasti akan menuntun kita kearah Ridha-Nya Allah SWT juga. Namun sebaliknya jika kedua orang tua kita murka kepada kita, maka sedikitpun tak kan pernah kita merasakan kebahagiaan walau sesaat, dan juga kedurhakaan kita akan menuntun kita kearah murkanya Allah SWT. Jika Allah murka maka Neraka akan menjandi tempat persinggahan kita.

Birrul Walidaini atau sering kita sebut berbuat baik kepada kedua orang tua. Dapat kita lakukan dengan cara sebagai berikut :

1. Bertutur kata yang baik

Seorang anak diajarkan untuk selalu bertuturkata yang baik dan lemah lembut kepada orang tuanya. Mungkin kita pernah bertolak belakang dengan pendapat orang tua. Namun anak yang baik tentu akan tetap harus menjaga tutur katanya terhadap orang tua. Bahkan Sayyidina “Ali bin Abi Thalib Karromallahuwajha pernah berpesan “ Janganlah engkau menggunakan kefasihan bicaramu (mendebat) di hadapan ibumu yang dahulu telah mengajarimu berbicara”.

Tentu orang tualah yang pertama kali mengajari kita mengenal apa yang terdapat di lingkunagn kita bahkan semua yang terdapat di bumi Allah ini. Orang tualah yang telah mengajarkan kita untuk bisa berbicara sampai akhirnya kita fasih. Maka dari itu jelas lah bahwa jangan pernah kita mendebat orang tua kita hanya karna berbeda pendapat. Karna hal tersebut nantinya dapat melukai hati mereka.

2. Selalu mendokan mereka

Doa merupakan senjata yang paling ampuh dalam mengutarakan permohonan kepada Allah. Maka dari itu doakan lah kedua orang tua kita supaya Allah ampunkan dosa-dosanya. Karna doa itulah yang menjadi nilai kebahagian tersendiri untuk mereka.

3. Jadikan orang tua sebagai prioritas utama setelah mengabdi kepada Allah

Sesibuk apapun diri kita, sesusah apapun kondisi kita tetaplah prioritaskan kedua orang tua kita. Terkadang sebanyak apapun uang kita, orang tua tidak pernah mengharapkan harta kita, setinggi apapun jabatan kita ayah dan ibu kita tak pernah menginkan jabatan nya. Orang tua hanya ingin mengharapkan kehadiran kita. Karna hanya rasa kebersamaan itu yang membuat mereka bahagia dengan kita

4. Patuh dan taat kepada nya

Perintah Allah untuk patuh dan taat kepada kedua orang tua sangat banyak. Maka dari itu sebagai seorang anak wajib untuk taat dan tunduk kepada kedua orang tua. Setinggi apapun jabatan kita, sebanyak apapun harta kita, setenar apapun nama kita , kita tetaplah seorang anak dihadapannya. Maka tidak ada yang lebih kita taati selain dari pada kedua orang tua kita.

Itulah beberapa cara yang di lakukan agar kita berbakti kepada kedua orang tua kita.

( Ayu Putry )