Bahaya Kumarin pada Kayu Manis dan Cara Aman Konsumsinya

Kayu manis Cassia dan bubuk kayu manis dengan simbol peringatan kesehatan tentang kandungan kumarin.
Peringatan risiko kumarin pada kayu manis Cassia yang dapat berdampak pada kesehatan hati jika dikonsumsi berlebihan (gambar hasil AI)

Sabilulhuda, Yogyakarta – Kayu manis selama ini dikenal sebagai rempah alami yang kaya manfaat. Banyak orang mengkonsumsinya untuk membantu menurunkan gula darah, menjaga kesehatan jantung, hingga meningkatkan daya tahan tubuh. Namun, di balik manfaat tersebut, ada satu senyawa yang sering luput dari perhatian, yaitu kumarin.

Lalu, apa sebenarnya kumarin? Benarkah senyawa ini bisa berdampak buruk pada fungsi hati jika dikonsumsi berlebihan?

Berikut ulasan secara tuntasdan berbasis data ilmiah.

Apa Itu Kumarin?

Kumarin adalah senyawa alami yang ditemukan pada berbagai tanaman, termasuk kayu manis, kacang tonka, dan beberapa jenis rumput. Senyawa ini memiliki aroma khas yang sedikit manis dan sering digunakan dalam industri parfum serta flavoring.

Dalam konteks kayu manis, kumarin paling banyak ditemukan pada kayu manis jenis Cassia. Sementara itu, kayu manis Ceylon (Cinnamomum verum) mengandung kumarin dalam jumlah yang jauh lebih rendah.

Dilansir dari situs resmi European Food Safety Authority (EFSA), kumarin dapat bersifat hepatotoksik atau berpotensi merusak hati jika dikonsumsi melebihi batas aman dalam jangka panjang.

Mengapa Kumarin Bisa Berbahaya bagi Fungsi Hati?

Hati adalah organ utama yang bertugas memetabolisme zat asing, termasuk senyawa herbal. Saat senyawa ini masuk ke tubuh, hati akan memprosesnya menjadi metabolit tertentu. Pada sebagian orang, metabolit ini dapat memicu:

  • Stres oksidatif pada sel hati
  • Peradangan ringan hingga sedang
  • Peningkatan enzim hati (AST dan ALT)

Menurut Dr. Andreas Schafer, peneliti toksikologi dari Jerman, sebagian kecil populasi memiliki sensitivitas lebih tinggi terhadap kumarin sehingga lebih rentan mengalami gangguan fungsi hati meskipun dosisnya tidak terlalu besar.

Baca Juga: Kayu Manis (Cinnamomum burmannii)

Perbedaan Kandungan Kumarin pada Jenis Kayu Manis

Tidak semua kayu manis memiliki resiko yang sama. Perbedaan jenis sangat menentukan kadar kumarin di dalamnya.

Jenis Kayu ManisKandungan KumarinTingkat Resiko
Ceylon (True Cinnamon)Sangat rendahAman untuk konsumsi rutin
Cassia (China/Indonesia)TinggiPerlu dibatasi
Saigon CinnamonSangat tinggiTidak dianjurkan harian

Inilah mengapa efek samping kayu manis Cassia lebih sering dibahas dalam literatur medis dibandingkan dengan Ceylon.

Batas Aman Konsumsi Kumarin Menurut Ahli

EFSA menetapkan Tolerable Daily Intake (TDI) kumarin sebesar 0,1 mg per kg berat badan per hari. Artinya:

Orang dengan berat 60 kg, maksimal 6 mg kumarin/hari. 1 sendok teh kayu manis Cassia bisa mengandung hingga 5–7 mg kumarin.

Dengan kata lain, konsumsi kayu manis Cassia setiap hari dalam jumlah besar berpotensi melewati batas aman, terutama jika dilakukan dalam jangka panjang.

Menurut Dr. Michael Greger, dokter dan pakar nutrisi berbasis tanaman, konsumsi kayu manis tetap bermanfaat, tetapi jenis dan dosisnya harus diperhatikan.

Baca Juga: Benarkah Kayu Manis Bisa Turunkan Gula Darah? Ini Fakta Ilmiahnya

Gejala Awal Gangguan Hati akibat Kumarin

Paparan kumarin yang berlebih biasanya tidak langsung terasa. Namun, beberapa gejala ringan yang patut diwaspadai antara lain:

  • Mudah lelah atau lesu
  • Nyeri perut terutama bagian kanan atas
  • Mual atau mual terus-menerus
  • Kulit/mata menguning (jaundice ringan)
  • Urine berwarna gelap
  • Kulit gatal tanpa alasan jelas

Pada kasus tertentu, pemeriksaan laboratorium menunjukkan peningkatan enzim hati meski tanpa keluhan yang berarti.

Siapa yang Perlu Lebih Waspada?

Beberapa kelompok disarankan lebih berhati-hati terhadap konsumsi kayu manis yang tinggi kumarin:

  • Penderita penyakit hati
  • Ibu hamil dan menyusui
  • Anak-anak
  • Orang yang sedang rutin mengkonsumsi obat tertentu (misalnya obat kolesterol atau antikoagulan)

Jika Anda termasuk kelompok ini, sebaiknya konsultasi dengan dokter sebelum mengkonsumsi kayu manis sebagai suplemen harian.

Baca Juga: Tak Disangka! Kayu Manis Bisa Bantu Jaga Kesehatan Jantung

Solusi Aman Agar Tetap Mendapat Manfaat Tanpa Resiko

Kabar baiknya, Anda tidak perlu sepenuhnya menghindari kayu manis. Ada beberapa cara aman yang bisa anda terapkan di rumah:

1. Pilih Kayu Manis Ceylon

Kayu manis Ceylon mengandung kumarin sangat rendah dan lebih aman untuk konsumsi jangka panjang.

2. Batasi Dosis Harian

Gunakan maksimal ½–1 sendok teh per hari, terutama jika jenis kayu manis tidak diketahui secara pasti.

3. Konsumsi Secara Variatif

Tidak harus setiap hari. Mengkonsumsi 2–3 kali per minggu sudah cukup untuk mendapatkan manfaatnya.

4. Kombinasikan dengan Pola Hidup Sehat

Kayu manis bukanlah solusi satu satunya. Karena itu tetap imbangi dengan pola makan yang seimbang, olahraga teratur, dan tidur yang cukup.

Baca Juga: Tekanan Darah Tinggi? Manfaat Kayu Manis yang Jarang Disadari

Bijak Dalam Mengkonsumsi Kayu Manis

Kumarin dalam kayu manis memang ada dan memiliki potensi resiko bagi fungsi hati jika anda mengkonsumsi secara berlebihan, terutama dari jenis Cassia. Namun, resiko tersebut bisa anda hindari dengan pemilihan jenis yang tepat dan dosis yang bijak.