Sabilulhuda, Yogyakarta – Suasana duka menyelimuti Pondok Pesantren Syekh Abdul Qadir Jailani di Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, setelah atap bangunan asrama putri ambruk pada Rabu dini hari (29/10). Insiden tragis ini menelan satu korban jiwa dan melukai belasan santri lainnya.
Peristiwa ambruknya atap tersebut terjadi sekitar pukul 01.00 WIB, ketika para santri tengah tertidur lelap di kamar asrama. Tiba-tiba, atap bangunan yang baru berusia dua tahun lebih itu runtuh dan menimpa para penghuni di dalamnya. Suara keras dari reruntuhan membuat para santri lain panik dan berhamburan keluar menyelamatkan diri.
Akibat kejadian ini, sebanyak 19 santri putri tertimpa material bangunan. Sebelas orang di antaranya mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke Puskesmas Besuki serta RSUD Besuki. Tiga santri mengalami luka cukup serius dan harus mendapat perawatan intensif di rumah sakit.
Sementara itu, satu korban berinisial P (12), asal Dusun Rawan, Kecamatan Besuki, dinyatakan meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan medis. Jenazah korban telah dimakamkan di tempat pemakaman umum desa setempat dengan suasana haru.
Baca Juga: Atap Asrama Putri Ponpes Syekh Abdul Qadir Jailani Ambruk, Satu Santri Meninggal Dunia
Bangunan Baru, Tak Disangka Bisa Ambruk
Pengasuh Pondok Pesantren Syekh Abdul Qadir Jailani, Kiai Muhammad Hasan Nilul Ilmi, mengaku terkejut dengan peristiwa ini. Menurutnya, bangunan asrama putri tersebut baru berdiri sekitar dua tahun empat bulan dan selama ini tampak kokoh serta layak digunakan.
“Bangunan ini baru, sekitar dua tahun empat bulan. Saya benar-benar tidak menyangka bisa ambruk seperti ini,” ujarnya dengan nada sedih.
Kiai Hasan juga mengungkapkan bahwa beberapa santri sempat mendengar bunyi retakan di atap sesaat setelah terjadi gempa kecil kedua, namun mereka tidak melaporkannya karena mengira kondisi bangunan masih aman.
Diduga Karena Cuaca Buruk, Polisi Masih Selidiki
Dari hasil pantauan di lokasi, reruntuhan atap tampak berserakan menutupi hampir seluruh lantai dua asrama putri. Petugas kepolisian dari Polres Situbondo bersama unit identifikasi segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui penyebab pasti ambruknya bangunan.
Kapolres Situbondo menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Dugaan sementara, insiden ini bisa disebabkan oleh cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang yang terjadi semalam, atau kualitas konstruksi bangunan yang tidak sesuai standar.
“Hingga saat ini kami masih menunggu hasil pemeriksaan tim ahli. Belum dapat dipastikan apakah faktor alam atau faktor struktur bangunan yang menjadi penyebab utamanya,” ujar seorang petugas di lokasi.
Korban Luka Masih Jalani Perawatan
Dua santri yang mengalami luka berat kini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Besuki. Pihak rumah sakit menyebutkan, keduanya mengalami cedera pada bagian kepala dan tubuh akibat tertimpa material atap.
Sementara itu, suasana di area pondok masih diselimuti kesedihan. Aktivitas belajar sementara dihentikan, dan para santri yang selamat dievakuasi ke ruang lain yang lebih aman.
Pihak pondok berharap, hasil investigasi segera keluar agar peristiwa serupa tidak terulang di kemudian hari. Pemerintah daerah juga diminta turun tangan untuk membantu proses pemulihan dan mengevaluasi kualitas bangunan pendidikan di wilayah tersebut.













