Asal Usul Danau Lipan: Legenda Putri Aji Berdarah Putih Dari Kutai

Ilustrasi 3D Putri Aji Berdarah Putih menyemburkan sepah sirih yang berubah menjadi ribuan lipan ganas menyerang kapal Cina di lautan.
Ilustrasi legenda asal usul Danau Lipan dari Kutai, ketika Putri Aji Berdarah Putih menggunakan kesaktiannya untuk mengalahkan pasukan Raja Cina.

Asal Usul Danau Lipan: Legenda Putri Aji Berdarah Putih Dari Kutai – Indonesia di kenal memiliki banyak sekali cerita rakyat yang telah di wariskan secara turun-temurun. Kisah-kisah ini tidak hanya mengandung unsur hiburan, tetapi juga menyimpan pesan moral dan nilai-nilai budaya.

Salah satu cerita rakyat yang terkenal dari Kalimantan Timur adalah asal usul Danau Lipan, yang berkaitan dengan sosok Putri Aji Berdarah Putih.

Ilustrasi 3D Putri Aji Berdarah Putih menyemburkan sepah sirih yang berubah menjadi ribuan lipan ganas menyerang kapal Cina di lautan.
Ilustrasi legenda asal usul Danau Lipan dari Kutai, ketika Putri Aji Berdarah Putih menggunakan kesaktiannya untuk mengalahkan pasukan Raja Cina.

Putri Aji Berdarah Putih

Konon pada zaman dahulu, di Kerajaan Kutai yang berada di Muara Kaman, hiduplah seorang putri cantik bernama Putri Aji Berdarah Putih. Julukan itu diberikan karena kulitnya sangat putih dan berbeda dari kebanyakan orang.

Bahkan ketika ia mengunyah sirih, air sepah berwarna merah terlihat jelas mengalir di tenggorokannya.

Putri Aji adalah seorang pemimpin yang bijak dan di cintai rakyatnya. Kerajaan Kutai sendiri kala itu makmur berkat perdagangan lewat laut. Sebab letaknya sangat strategis untuk lalu lintas dagang ke dalam maupun luar negeri.

Kedatangan Raja Cina

Suatu hari, sebuah kapal besar dari negeri Cina berlabuh di Kutai. Kapal itu milik seorang raja yang berambisi memperluas wilayah kekuasaannya. Sang raja terpesona setelah mendengar kabar tentang kecantikan Putri Aji. Ia pun memutuskan untuk datang sendiri melamar sang putri.

Kedatangan raja Cina disambut baik oleh Putri Aji dengan jamuan mewah. Berbagai makanan khas Nusantara disajikan, terutama masakan kaya rempah yang membuat sang raja terkesan.

Namun, di balik itu, Putri Aji memperhatikan tingkah laku tamunya. Ia merasa jijik karena sang raja makan dengan cara yang rakus, tanpa menjaga etika.

Baca Juga:

Ilustrasi 3D Sunan Giri dan Ki Donosari di hutan jati Wonogiri dengan latar perbukitan dan Sungai Keduang.

Asal Usul Wonogiri: Legenda Sunan Giri & Jati Cempurung https://sabilulhuda.org/asal-usul-wonogiri-legenda-sunan-giri-jati-cempurung/

Lamaran Yang Ditolak

Setelah jamuan selesai, raja Cina menyampaikan maksud utamanya, yaitu ingin meminang Putri Aji. Ia berjanji jika pinangan diterima, maka kerajaan Kutai akan menjadi bagian dari kekuasaan besar Cina. Namun, Putri Aji dengan tegas menolak lamaran itu.

Alasannya bukan karena raja Cina tidak kaya atau tidak berkuasa. Melainkan karena ia menilai seorang pemimpin sejati harus bisa menjaga kehormatan dirinya, bahkan dalam hal sederhana seperti cara makan. Penolakan ini membuat raja Cina murka. Ia merasa di permalukan dan bertekad akan menghancurkan kerajaan Kutai.

Pertempuran Di Pesisir Kutai

Tak lama setelah kembali ke negerinya, raja Cina memerintahkan pasukan besar untuk menyerang Kutai. Armada perang lengkap dengan meriam pun dikerahkan. Di sisi lain, Putri Aji juga tak tinggal diam.

Ia memimpin langsung pasukan pemanah di pesisir pantai untuk mempertahankan kerajaannya.

Sayangnya, jumlah pasukan Kutai jauh lebih sedikit dibanding tentara Cina. Pertahanan kerajaan mulai runtuh dan istana pun hampir di dobrak. Putri Aji sangat cemas, hingga akhirnya ia teringat pada wasiat ayahandanya tentang kesaktian daun sirih.

Sirih Menjelma Lipan

Dalam keputusasaan, Putri Aji mengambil daun sirih, mengunyahnya, lalu menyemburkan sepah sirih itu ke segala penjuru. Ajaibnya, sepah tersebut berubah menjadi ribuan lipan ganas yang segera menyerang pasukan Cina.

Pasukan raja Cina tak mampu menghadapi serangan lipan-lipan raksasa itu. Meriam mereka pun tidak berguna, karena lipan terus bertambah banyak. Pasukan musuh lumpuh, dan akhirnya kapal-kapal Cina pun dihancurkan lipan hingga tenggelam di lautan.

Terbentuknya Danau Lipan

Setelah peperangan berakhir, kapal-kapal musuh karam di tengah laut. Anehnya, tempat tenggelamnya kapal itu kemudian berubah. Laut yang dalam tiba-tiba menjadi dangkal dan menjelma menjadi hamparan daratan berumput luas.

Dari situlah muncul sebuah danau yang kemudian dikenal dengan nama Danau Lipan.

Legenda ini dipercaya masyarakat sebagai asal usul terbentuknya Danau Lipan di Kalimantan Timur. Selain menjadi cerita rakyat, kisah ini juga menyimpan pesan bahwa kebijaksanaan, kehormatan, dan harga diri jauh lebih berharga daripada kekuasaan dan harta.

Pesan Moral

Dari cerita asal usul Danau Lipan, kita bisa mengambil beberapa pelajaran berharga:

  • Seorang pemimpin harus menjaga kehormatan diri. Hal kecil seperti sopan santun mencerminkan kualitas seorang pemimpin.
  • Keserakahan hanya akan membawa kehancuran. Raja Cina yang rakus dan serakah akhirnya hancur oleh ulahnya sendiri.
  • Doa dan usaha tidak pernah sia-sia. Putri Aji yang gigih berjuang hingga akhir mendapatkan pertolongan lewat kesaktian sirih.

Cerita rakyat tentang asal usul Danau Lipan ini tidak hanya menyajikan kisah yang menarik, tetapi juga menggambarkan kearifan lokal masyarakat Kutai.

Hingga kini, legenda Putri Aji Berdarah Putih tetap hidup di tengah masyarakat dan menjadi bagian dari kekayaan budaya Nusantara.

Baca Juga: Dongeng Anak ala Rasulullah