Di suatu desa ada anak perempuan yang bernama Karina putri maharani yang biasa di panggil karin. ia sekarang sudah lulus sekolah dasar, dan orangtuanya berencana untuk mengirimnya ke suatu pondok pesantren , yang berada di kabupaten sleman ,yogyakarta . Pondok itu bernama PP/PA SabilulHuda. Orangtua karin pun memberi tau soal dia yang akan di pondokkan itu ,dan karin harus mau menyetujui itu dengan rasa terpaksa. Alasan mengapa orangtuanya inggin memondokkan dia di sana , karena ia dirumah sering bermain dengan anak laki laki dan sering membantah kedua orangtuannya.
Hingga di suatu hari karin di antar oleh keluarganya ke pondok pesantren . Sesampainya di pondok karin ,beserta keluarganya pun menemui pengasuh pondok . keluarga karin pun memasrahkan karin ke pengasuh pondok , dan membicarakan apa saja keperluan karin selama di pondok . setelah kedua orangtua karin selesai membicarakan keperluan dia , keluarga karin beristirahat sejenak lalu mereka pun memutuskan untuk kembali ke rumah . Lalu karin pun di antar ke kamar oleh mbak-mbak pondok . Saat karin sampai di kamar santri putri mereka di sambut oleh santri senior , lalu mereka pun berkenalan .
Dinda : “ Hayy , nama mu siapa ? “ . ( Sambil mengulurkan tanggan nya ) .
karin : “ Hayy juga , namaku karin .klo kamu?” .( Sambil mengulurkan tangan kembali ).
Dinda : “ namaku Dinda , kamukan udah selesai berkenalan dengan mbak mbaknya, sekarang kamu istirahat dulu. kan perjalanannya jauh, dari magelang ke sini.”
Karin : “iya, aku isrirahat dulu”
Dinda : “iya”
Karin pun akhirnya beristirahat dan dia pun tertidur lelap sampai waktu sholat dhuhur . saat karin di bangunkan untuk melaksanakan sholat dhuhur karin tetap tidak banggun juga.alhasil karin pun banggun setelah solat duhur . dan bergegas untuk melaksanakan solat duhur.tapi karin tidak hanya melakukan kesalahan satu kali tapi beberapa kali.akhir nya karin diberi tahu Oleh mbak- mbak nya yang bernama Mbak Fia.
Mbak Fia :‘’ eh karin sini kamu.’’
Karin :iya mbak.
Mbak Fia :’’ kamu klo solat jangan di tunda tunda, soalnya kamu udah keterlaluan. kamu suka nunda nunda solat.’’
Karin :’’iya mbak maaf.’’
Mbak Fia:’’iya, tapi janggan di ulang ulangi lagi.’’
Karin :’’iya kak’’
karin pun tidak mengulang kesalahan nya kembali. Dan menjadi santri yang sangat taat beribadah dan mengikuti pembelajaran dipondoknya dengan baik sampai dia lulus dari pondok tersebut dengan predikat santri terbaik. Dan berkat hal itu pun karin sadar bahwa tujuan orang tuanya untuk membawa dia kepenjara suci atau pondok pesantren ini membuka jalan kebaikan dan merubah semuanya menjadi lebih baik. Akhirnya karin pun sangat menyayangi kedua orangtua nya dan sangat berbakti terhadap mereka. ****
(Tazkia)












