Amusada seperjuangan

PP/PA Sabilulhuda inilah  nama pondokku. Bertempat di Jalan Kaliurang KM 17, Sukunan, Pakembinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta. Meskipun tidak terlalu besar, tetapi banyak kenangan yang terukir dan tersimpan didalamnya karena disini kita semua selalu bersama melakukan sesuatu, susah senang pernah dilalui bersama-sama, tak luput juga untuk berkembang bersama, bahkan lebih dari itu masalah percintaan antara kita pun juga meninggalkan sedikit kenangan  pahit dan manis didalamnya, terkadang tidak lupa untuk saling membantu mendekati dia, terkadang juga ada yang mencintainya dalam diam dengan keyakinan suatu saat nanti bisa menjadi jodoh dunia akhirat. Tetapi semua kenangan itu tak luput dari kegiatan pondok yang begitu padat mulai pagi, siang, sore, bahkan malam hari.

Dimulai pagi hariku, aku melewati dengan kerja bakti di daerah Cangkringan mencari media di gunakan menanam bibit anggur bersama teman- teman  seperjuanganku di AMUSDA (Angkatan Santri Milenial Sabilulhuda)

Di siang hari pula aku lewati dengan belajar alam bersama tamu istimewa yang bernama frater Galih, lokasi belajar alam bersama kawan kawan seperjuangan amusada, sekolah alam tersebut berlokasi di bumi perkemahan Wonogondang dusun Tangkisan ,Umbulharjo Cangkringan Sleman. Dalam belajar alam, banyak hal yang bisa di ambil ilmunya mulai dari dasarnya membikin cerpen ,cerita, dan berita dan banyak hal.

Dan tak hanya di siang hari, disore hari pondok indah ku ini kedatangan tamu istimewa yaitu Bapak Danang Wicaksana yaitu seorang calon bupati Sleman tahun ini. Banyak motivasi yang diberikan oleh beliau dan sangat mendukung oleh kegiatan di PP/PA Sabilulhuda. Sambutan dari Pak Kyai Sigit Hidayat Nuri pun juga tak kalah meramaikan suasana disana.

  Dan yang terakhir di malam hariku banyak hal yang aku kerjakan bersama kawan- kawan seperjuanganku amusda di mulai dari menurunkan pasir untuk pembangunan pondok dan pengajian di luar bersama teman- teman amusdaku. Bisa juga dengan gotong royong lainnya dengan tujuan mengembangkan pondok. Bahkan tak luput untuk grafting anggur dengan jumlah yang banyak sehingga di pagi hari baru bisa selesai. Semua itu melelahkan, tetapi tawa dan canda dari teman – temanku membuat lelah itu sirna dan kembali bersemangat.

Inilah kisah perjuangku di pondok  PP/PA Sabilulhuda bersama kawan- kawan seperjuanganku.***

( ROFIF )