
Ambulans Dirusak Saat Lewati Lokasi Demo di Karanganyar – Sebuah ambulans di rusak oleh sejumlah orang saat melintas di tengah unjuk rasa sopir di Jalan Ring Road, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis 19-06-2025 siang.
Demonstrasi tersebut di gelar oleh Asosiasi Sopir Antarpenjur Solo Raya yang menolak kebijakan Zero Truck Overdimension Overloading (ODOL).
Ambulans Di hantam Meski Sudah Pakai Sirene dan Di kawal Polisi
Dalam video berdurasi 7 menit 14 detik yang viral di youtube, terlihat sebuah ambulans melintas di tengah kerumunan massa dengan pengawalan polisi. Meski sirene sudah menyala, tetapi beberapa pengunjuk rasa malah menghentikan kendaraan tersebut.
Setelah di periksa dan di ketahui ambulans dalam keadaan kosong, beberapa orang mulai memukuli bodi mobil hingga menyebabkan kerusakan. Salah satu spion bahkan di laporkan copot akibat insiden ini.
Muhammad Fursan Ali, relawan dari Ambulans Tarikul Jannah, menjelaskan bahwa ambulans tersebut sedang dalam perjalanan menjemput dua pasien dari Sragen ke Solo. Menurutnya, rute yang di lalui sudah mendapat izin polisi dan bahkan di kawal hingga ke lokasi demo.
Baca Berita:

Terjadi Kebakaran Di Pabrik Garmen Sleman https://sabilulhuda.org/terjadi-kebakaran-di-pabrik-garmen-sleman/
“Kami sudah sesuai SOP, sirene di bunyikan karena sedang menuju lokasi penjemputan pasien. Tetapi tetap di hentikan dan di kerumuni, padahal mobil masih kosong,” ujar Fursan.
Pasien akhirnya berhasil di jemput menggunakan ambulans lain milik Warung Murah Ambulans.
Fursan menyebut tidak ada korban luka dari pihaknya, tetapi kerusakan pada ambulans cukup serius. Spion lepas dan beberapa bagian bodi penyok akibat di hantam lebih dari lima orang, bahkan mungkin mencapai 30 orang.
“Kami kaget, tapi sebagai relawan, kami tetap sabar dan patuh pada prosedur,” katanya.
Kerugian material di perkirakan mencapai belasan juta rupiah. Penyelesaian Secara Kekeluargaan, tapi Tetap Di proses Hukum
Meski sempat terjadi ketegangan, Fursan memastikan tidak ada perlawanan dari tim ambulans. Pihak pelaku sudah meminta maaf melalui keluarga dan bersedia bertanggung jawab atas kerusakan. Namun, proses hukum tetap akan di jalankan.
“Pelaku akan di mintai keterangan, tapi ada juga upaya damai dengan ganti rugi,” jelasnya.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi warga tentang pentingnya menghormati kendaraan darurat, terutama dalam situasi rawan seperti demonstrasi saat ini.













