Sablulhuda, Yogyakarta – Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang cukup tinggi. Berdasarkan laporan resmi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) untuk periode pengamatan 28 Oktober 2025 pukul 00.00–24.00 WIB, tercatat sejumlah aktivitas kegempaan dan visual yang menandakan masih adanya suplai magma ke permukaan.
Cuaca di sekitar puncak Merapi pada hari pengamatan didominasi kondisi berawan hingga hujan, dengan suhu udara berkisar antara 17,4 hingga 24,4 derajat Celsius dan kelembapan udara mencapai 99,9 persen. Angin terpantau bertiup tenang ke arah barat dan timur, sementara tekanan udara berada di kisaran 873,4–917,8 mmHg. Volume curah hujan harian mencapai 16 milimeter.
Data Kegempaan Menunjukkan Suplai Magma Aktif
Dari sisi visual, gunung terlihat jelas meski sesekali tertutup kabut. Asap kawah bertekanan lemah tampak berwarna putih dengan intensitas tebal dan ketinggian mencapai sekitar 350 meter di atas puncak. Aktivitas ini menunjukkan masih adanya pelepasan gas vulkanik dari dalam kawah.
Baca Juga:

Gunung Merapi Masih Berstatus Siaga, Warga Diminta Waspada https://sabilulhuda.org/gunung-merapi-masih-berstatus-siaga-warga-diminta-waspada/
BPPTKG melaporkan satu kali kejadian awan panas guguran dengan amplitudo 35 mm dan durasi 172,45 detik. Awan panas tersebut meluncur ke arah barat daya, tepatnya ke hulu Kali Krasak, sejauh 1.500 meter.
Selain itu, teramati pula delapan kali guguran lava pijar yang mengarah ke barat daya melalui aliran Kali Krasak, Kali Sat atau Putih, dan Kali Bebeng, dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.700 meter.
Dari hasil analisis kegempaan, tercatat 95 kali gempa guguran, 72 kali gempa hybrid/fase banyak, 4 gempa vulkanik dangkal, 1 gempa low frekuensi, dan 2 gempa tektonik jauh. Pola ini menunjukkan bahwa aktivitas internal Merapi masih tinggi dan suplai magma ke permukaan terus berlangsung.
Status Merapi Tetap di Level III (Siaga)
Hingga kini, tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat diminta untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi bahaya guguran lava dan awan panas, terutama di sektor selatan–barat daya meliputi Sungai Boyong (maksimal 5 km), Bedog, Krasak, dan Bebeng (maksimal 7 km). Pada sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro (3 km) dan Gendol (5 km).
BPPTKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas di daerah potensi bahaya serta mewaspadai ancaman lahar hujan dan abu vulkanik. Jika terjadi peningkatan signifikan pada aktivitas vulkanik, status Merapi akan segera ditinjau kembali.
Laporan resmi ini dirilis oleh PVMBG Kementerian ESDM melalui laman magma.esdm.go.id dan kanal media sosial PVMBG di linktr.ee/PVMBG.













