Hampir semua orang di dunia, sudah memiliki telepon genggam atau biasa kita sebut dengan Handphone (HP). Baik orang dewasa, remaja bahakan anak-anak tak ingin ketinggalan untuk mendapatkan benda tersebut. HP memberikan banyak pengaruh bagi kehidupan semua orang. Karena semua serba mudah di jangkau hanya dengan benda ini. Berselancar di dunia pun gampang saja dilakukan, yaitu dengan membuat akun media sosial atau singkatnya medsos.
Dari media sosial tersebut, sering kali dibuat berbagai jenis grup online. Ada grup yang digunakan untuk berdakwah, berjualan, berbincang antar teman jauh, hingga pembelajaran saat ini pun dilaksanakan dengan sistem grup online. Apalagi didukung oleh kondisi dunia yang tengah diresahkan oleh wabah covid-19. Maka tak heran jika penggunaan media sosial pun kian melonjak.
Maraknya grup online yang dibuat, tidak jarang membuat orang yang baru bergabung merasa kurang nyaman. Pasalnya, ada saja admin grup yang sewenang-wenang memasukkan nomor handphone seseorang tanpa izin terlebih dahulu. Berbeda apabila orang tersebut berinisiatif untuk bergabung dengan sendirinya. Sehingga seringkali orang yang merasa kurang nyaman itu, akan keluar dari grup tanpa merasa perlu untuk meminta izin keluar terlebih dahulu. Ketika seseorang keluar dari grup secara tiba-tiba atau tanpa keterangan, tanpa sadar mungkin ada orang lain yang merasa tersinggung dengan hal itu. Oleh karena itu, apabila ingin keluar dari suatu grup alangkah baiknya izin terlebih dahulu. Agar orang yang ada di grup tersebut tidak salah paham atau merasa tersinggung dengan tindakan yang dilakukan.
Seperti yang disampaikan oleh ustadz Adi Hidayat Lc.,MA di salah satu ceramah beliau tentang adab keluar dari grup online. Isi ceramah beliau yaitu apabila kita dimasukan dalam suatu grup tanpa seizin diri kita, kita boleh untuk keluar dari grup tersebut tanpa izin juga. Namun jika kita sudah pernah bergabung, berbincang dan ikut berkomentar didalamnya, maka akan lebih baik jika kita meminta izin terlebih dahulu.
Izin itu dapat disampaikan dengan cara yang baik. Seperti mengucap kalimat Alahamdulillah dan berterimakasih atas ilmu atau pengalaman yang telah diberikan dari anggota lain, sebelum mengatakan penyebab kita ingin keluar. Dengan begitu, mungkin anggota lain tidak akan merasa tersinggung. Dari izin yang baik atau sopan juga bisa menjadi dakwah. Karena jika kita keluar dengan memberi contoh baik, kemungkinan orang lain pun bisa belajar dari contoh yang kita berikan. Hingga orang tersebut dapat mempraktekkan apa yang kita contohkan, maka pahala pun insya Allah bisa didapatkan. Semoga kita semua mendapatkan berkahnya, Aamiin.***
(A16)













