Adab berjalan menurut islam

Pentingnya beradab dalam berjalan agar manusia tidak sembarangan dalam berjalan baik cara menggerakkan kaki maupun badannya.

Cara-cara berjalan yang baik sesuai anjuran agama ditata agar manusia menjadi orang yang beradab dalam aktivitas kesehariannya yang dimulia dengan mengerakkan badannya (berjalan).

Adab berjalan menurut Islam sebagai berikut:

1. Tenang dan sopan, berjalan tidak “jelalatan” (pandangan mata ke sana-kemari), pandangan mata ke depan dan mau melihat orang di depannya,wajah tidak seram,gerakan tubuh tidak terlalu bebas, kaki melangkah tenang,gerakan tangan melambai teratur.

2. Badan lurus dan kepala sedikit menunduk, jika tidak ada sesuatu yang diperlukan membungkukkan badan dan menundukkan kepala karena ingin menghormati orang-orang tertentu.

3. Tidak mencari perhatian dalam berjalan,

jika kita berjalan dengan tujuan mencari perhatian orang lain berarti tidak menerapkan adab berjalan menurut Islam.

4. Tidak berjalan sambil makan, meskipun hanya makan “makanan kecil”, tidak diperkenankan berjalan sambil makan. Jika terpaksa,makanan dikunyah dan ditelan dulu barulah berjalan.

5. Tidak mendahului orang lain, adab berjalan yang baik termasuk tidak mendahului orang lain yang berjalan di depan kita atau orang yang berjalan lebih awal dari kita tanpa permisi. Jika terpaksa harus mendahului dan sepantasnya permisi dan menyapa dengan ramah agar orang lain tidak merasa dilangkahi dan dihormati.

“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri”. (QS. Luqman:18). ***

( Yani )

Artikel yang Direkomendasikan