Adab-adab dalam Membaca Alquran yang Sebaiknya Dilaksanakan

Setiap kegiatan yang dilakukan sudah pasti terdapat adab atau tata cara yang sebaiknya dilaksanakan, Begitu pun ketika membaca kitab suci Alquran.

Sebagai seorang Muslim sangat dianjurkan untuk melaksanakan adab tersebut. Berikut adab-adab dalam membaca Alquran,

1. Suci dari Hadas Dalam membaca Alquran sebaiknya suci dari hadas, baik hadas besar maupun kec, hati dan pikiran pun harus suci.

Niat ketika membaca Alquran juga penting, niat dalam melaksanakannya haruslah ikhlas karena Allah bukan untuk ria.

عَنْ أَبِى بَكْرِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ حَزْمٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَتَبَ إِلَى أَهْلِ الْيَمَنِ كِتَابًا فَكَانَ فِيهِ لاَ يَمَسُّ الْقُرْآنَ إِلاَّ طَاهِرٌ

Artinya: Dari Abu Bakr bin Muhammad bin ‘Amr bin Hazm dari ayahnya dari kakeknya, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menulis surat untuk penduduk Yaman yang isinya, “Tidak boleh menyentuh Al-Qur’an melainkan orang yang suci”. (HR. Daruquthni, No. 449)

2. Badan dan Pakaiannya bersih

Ketika membaca Alquran sebaiknya badan bersih dan tidak terdapat kotoran, lebih baik lagi jika mandi terlebih dahulu. Mengenakan pakaian dan menutup aurat yang bersih juga disunahkan saat membaca Alquran.

3. Membaca di Tempat Bersih dan Menghadap Kiblat

Tempat yang bersih dan suci dari najis juga termasuk ke dalam adab membaca Alquran. Jika memungkinkan sebaiknya membaca di masjid atau tempat yang biasa digunakan untuk ibadah.

Disunahkan juga untuk membaca Al Quran menghadap kiblat. Lalu duduklah dalam posisi yang nyaman dan penuh ketenangan.

4. Mengawali Bacaan dengan Ta’awwuz

Lafadz Ta’awwuz yang berbunyi “A’udzu billahi minasy syaithonir raajiim,” merupakan bacaan yang Allah perintahkan kepada hambanya untuk dibaca sebelum membaca Alquran. Lafadz Ta’awwuz sendiri memiliki arti, “Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.”

Sebagian Ulama mengatakan bahwa membaca ta’awwuz adalah sunah, namun ada juga yang mengatakan bahwa hal ini wajib karena sudah jelas tertulis dalam Firman Allah,

فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Artinya: “Apabila kamu membaca Al Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.” (QS. An-Nahl: 98)

5. Membaca Basmalah

Setelah membaca Ta’awwuz, disunnahkan pula untuk membaca basmalah. Lafadz basmalah ialah “Bismillahir rahmaanir rahiim,” Artinya, “Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih dan maha penyayang.”

Bacaan Basmalah disunahkan dibaca setiap kali membaca Alquran, kecuali Surat At-Taubah.

6. Membaca dengan Suara dan Bacaan yang Bagus

Pada adab berikut ini, yang dimaksud suara dan bacaan yang bagus adalah membaca dengan suara yang merdu, tartil, dan sesuai dengan makhraj serta tajwid. Tanda-tanda waqaf atau panjang dan pendeknya bacaan juga harus diperhatikan dan dibenarkan.

لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَتَغَنَّ بِالْقُرْآنِ “Siapa yang tidak memperindah suaranya ketika membaca al-Quran, maka ia bukan dari golongan kami.” (HR. Abu Daud, No. 1469)

7. Memperhatikan dan Merenungkan Makna dari Ayat yang Dibaca

كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ Artinya: “Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.” (QS. Sad: 29)

8. Meletakkan Alquran di Tempat yang Layak Sesuai dengan Kemuliaannya
Alquran merupakan kitab suci umat Islam yang sangat mulia yang berisi Firman-firman Allah dan diturunkan kepada Nabi Muhammad sebagai pedoman hidup.

Sehingga sudah selayaknya Alquran ditempatkan pada tempat yang mulia. Tempat mulia yang dimaksud ialah tempat yang bersih dan terhindar dari hal yang dapat merusak Alquran.***

(Bayu)