Payment.ID: Sistem Pembayaran Digital Nasional, Catat Semua Transaksi di Indonesia – Indonesia akan segera memiliki sistem baru untuk mencatat dan merekam seluruh transaksi pembayaran digital bernama Payment.ID.
Program ini merupakan langkah besar Bank Indonesia (BI) dalam mengembangkan sistem pembayaran modern yang lebih aman, transparan, dan efisien.
Dilansir dari akun tiktok k99maharani, Menurut Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Dudi Dermawan, Payment.ID menjadi bagian penting dari Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030. Yang menargetkan terciptanya ekosistem pembayaran digital terintegrasi di tanah air.
Apa Itu Payment.ID?
Payment.ID adalah kode unik yang akan digunakan untuk mengidentifikasi setiap transaksi pembayaran digital di Indonesia. Kode ini merupakan gabungan dari Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan kode ID khusus, sehingga mampu memberikan rekam jejak transaksi yang akurat dan menyeluruh.
Dengan sistem ini, Bank Indonesia dapat memantau profil keuangan warga negara secara detail, mulai dari pendapatan, pengeluaran, hingga data terkait pajak dan portofolio investasi. Hal ini diharapkan bisa membantu menciptakan sistem pembayaran yang lebih transparan dan akuntabel.
Baca Juga:

Klarifikasi PPATK: Isu Rekening Diblokir 3 Bulan Tidak Aktif Itu Tidak Benar https://sabilulhuda.org/klarifikasi-ppatk-isu-rekening-diblokir-3-bulan-tidak-aktif-itu-tidak-benar/
Manfaat Dan Fungsi Payment.ID
Dudi Dermawan menjelaskan bahwa Payment.ID akan membawa berbagai manfaat, baik bagi negara maupun masyarakat. Beberapa di antaranya:
Transparansi Keuangan: Seluruh transaksi digital terekam jelas, memudahkan pelacakan arus dana.
Pencegahan Tindakan Kecurangan (Fraud): Sistem ini dapat mendeteksi potensi penipuan dan transaksi mencurigakan.
Profil Keuangan yang Lengkap: Pemerintah dapat mengetahui profil ekonomi masyarakat, termasuk pengeluaran dan investasi.
Dukungan Pajak yang Lebih Akurat: Data transaksi bisa menjadi acuan penting untuk optimalisasi penerimaan pajak.
Selain itu, Payment.ID juga dinilai mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pembayaran digital. Dengan keamanan dan pengawasan yang ketat, masyarakat tidak perlu khawatir akan adanya penyalahgunaan data.
Persetujuan Pemilik Akun Menjadi Prioritas
Meski canggih, Bank Indonesia menegaskan bahwa penerapan Payment.ID akan sangat berhati-hati. Dudi menekankan bahwa penggunaan data akan selalu meminta persetujuan dari pemilik akun, sehingga privasi masyarakat tetap terjaga.
“Payment.ID bukan sekadar teknologi, melainkan langkah strategis menuju masa depan sistem pembayaran Indonesia yang lebih aman dan transparan. Karenanya, persetujuan pemilik akun adalah kunci utama sebelum sistem ini dijalankan,” ujar Dudi.
Menuju Transformasi Digital Nasional
Kehadiran Payment.ID sejalan dengan visi pemerintah untuk memperkuat transformasi digital nasional. Dengan semakin banyaknya transaksi non-tunai di era modern, sistem ini diharapkan menjadi pondasi kokoh bagi perkembangan ekonomi digital di Indonesia.
Jika berjalan lancar, Payment.ID tidak hanya akan menguntungkan sektor keuangan, tetapi juga mendukung berbagai bidang lain seperti perdagangan, investasi, hingga layanan publik.
Dengan peluncuran Payment.ID, Indonesia bersiap memasuki babak baru dalam sistem pembayaran digital. Masyarakat pun diharapkan dapat menyambut inovasi ini dengan positif, karena selain memberi kemudahan, juga memberikan perlindungan dan keamanan lebih baik dalam bertransaksi.
Baca Juga: PPATK HENTIKAN SEMENTARA TRANSAKSI REKENING DORMANT UNTUK LINDUNGI KEPENTINGAN PUBLIK













