
Sosok Qorin Dewi Yang Menghilang
Sosok Qorin Dewi pun hilang dari pandangan, Bayu jadi semakin ingat akan ayah Ibu dan Anisa adiknya. Namun, Bayu merasakan perbedaan antar sosok Dewi yang barusan dilihat dengan sosok Dewi yang malam sebelumnya menjumpai di rumah.
“Bagaiman membedakan antara Qorin dengan ruh seseorang Hanan?” tanya Bayu.
“Sulit dijelaskan,karena tidak ada ciri fisik yang tampak mata. Melainkan dari rasa yang berbeda, Bayu!” seru Hanan.
Hanya sedikit orang yang bisa membedakan antara Qorin dengan ruh seseorang. Qorin mengikuti manusia sejak lahir. Sehingga bisa meniru cara bicara, gaya berjalan dan semua kebiasaan orang sampai detail.
Lenyapnya sosok Qorin Dewi muncul kemudian sosok lain yang menyerupai Anisa. Hanan, diam sejenak membaca doa. Sementara Bayu ingin memanggil dan memeluk sosok yang mirip Anisa adiknya. Namun, menahan diri agar tidak terjebak lagi oleh Qorin Anisa.
“Ini juga Qorin, bukan adikmu Anisa, Bayu!” seru Hanan.
Kerinduan Bayu Dan Doa Hanan
Kembali Bayu harus merasa kecewa, kerinduannya dengan keluarga harus ditahan. Namun, dia bersyukur ada Hanan yang mendampinginya. Bayu berharap sosok ayahnya yang muncul meskipun hanya Qorin nya saja sebagai obat rindu.
Namun, Hanan sudah membacakan doa agar Qorin dari ahli kubur di pemakaman itu tidak mengganggu rencana ziarahnya.
Selain membantu dan mendampingi Bayu, Hanan juga punya tujuan lain ziarah ke makam tersebut. Hanan melihat sesuatu yang tidak dapat dilihat oleh Bayu. Di pemakaman tersebut Hanan melihat seperti sekumpulan orang yang berebut makanan.
Ada yang sampai mengais remahan makanan, ada juga yang menikmati makanan yang lezat di mata Hanan. Bahkan, Hanan bisa mendengarkan jeritan yang memilukan dari dalam kubur.
“Kenapa kita tidak masuk saja, Hanan?” tanya Bayu.
“Sebentar Bayu, di pintu makam ini banyak sosok tak terlihat. Mereka sedang berebut makanan,” kata Hanan.
“Berbut makanan?” tanya Bayu dengan penuh rasa kaget.
“Iya, mereka Gambaran orang yang sudah meninggal, tapi ahli warisnya tidak pernah mendoakan. Makanan yang diperebutkan adalah doa umum yang dipanjatkan,” kata Hanan.
Pentingnya Doa Khusus Untuk Orang Meninggal
Hanan menjelaskan, doa umum adalah doa yang dipanjatkan kepada seluruh orang beriman. Sedangkan doa khusus adalah doa yang dikhususkan untuk seseorang yang sudah meninggal. Doa khusus akan disampaikan kepada yang disebutkan namanya.
Sedangkan doa umum diperebutkan oleh semua orang yang beriman. Hanan juga mengatakan itulah pentingnya mendoakan leluhur yang sudah meninggal agar mereka tidak sampai berebut makanan dengan yang lain.
Baca Juga:

Qorin (Cerbung Misteri Bab 16) https://sabilulhuda.org/qorin-cerbung-misteri-bab-16/
“Sampai seperti itukah kehidupan di alam barzah atau alam kubur Hanan?” tanya Bayu.
“Benar, nanti setelah kiamat bahkan tak ada lagi orang hidup dan bisa mendoakan. Saat itulah semua harus bertanggung jawab atas dirinya. Anak tak kenal orang tua, suami tak kenal istri, adik tak kenal kakak dan seterusnya,” kata Hanan.
Menuju Makam Keluarga Bayu
Tidak terbayang bagaimana kehidupan di padang mahsyar kelak. Sedangkan di alam barzah atau alam kubur saja sampai berebut makanan. Bayu semakin getir dan ingin tahu bagaimana keadaan keluarganya di alam kubur.
“Apakah kita belum bisa masuk juga?” tanya Bayu.
“Tunggu sebentar lagi, kita akan masuk dan mendoakan keluargamu, Bayu!” seru Hanan.
Bayu merasa ada yang berbeda pada diri Hanan. Saat itu Hanan begitu berwibawa, semua ucapannya sangat mendalam dan dirasakan oleh Bayu sebagai sebuah pengalaman dan ilmu baru.
“Sekarang waktunya kita ke makam keluargamu Bayu,” kata Hanan datar.
Doa Di Makam Dan Kejanggalan Anisa
Bayu tidak menjawab, dia ikut saja kemana Hanan melangkahkan kakinya. Hanan berjalan memutar tidak langsung menuju ke makam keluarga Bayu. Bayu heran dan penuh tanda tanya.
Mengapa Hanan seakan mengitari seluruh makam tidak langsung menuju ke makam keluarganya. Padahal sudah tahu letaknya, karena sempat memimpin doa saat pemasangan batu nisan.
“Apa memang harus memutar seperti ini, Hanan?” tanya Bayu.
“Aku ingin memastikan apakah ada sesuatu yang berhubungan dengan beberapa kejadian yang Kau alami,” kata Hanan.
Beberapa saat kemudian, Hanan baru melangkah menuju ke makam keluarga Bayu. Setelah sampai, Hanan duduk disamping makam Arya Dwi Pamungkas ayah Bayu. Makam Dewi dan Nisa berada di sebelah barat makam Arya berjajar.
Hanan membacakan doa untuk mengirim Arya, Dewi dan Anisa. Namun, keanehan dirasakan Hanan saat berdoa. Terutama saat menyebut nama Anisa bui=inti Arya Dwi Pamungkas. Justru Ketika nama itu disebut, Hanan mendengar suara menangis dari dalam kuburan Anisa.
“Ini makin aneh, untung saja Bayu tidak mendengar,” kata Hanan dalam hati.
Pulang Dengan Rasa Penasaran
Sebuah hal yang baru dialami oleh Hanan. Meskipun sudah beberapa kali dia mengalami hal-hal mistis dan aneh. Namun, kali itu Hanan benar benar dibuat bingung tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.
“Kita pulang sekarang Bayu,” ajak Hanan kepada Bayu.
“Sudah, apakah Kamu menemukan sesuatu, Hanan?” tanya Bayu.
“Nanti kita bicarakan di rumah saja, Bayu,” jawab Hanan.
Hanan tak ingin membahas sesuatu di makam tersebut. Apalagi dia menemukan sebuah kejanggalan di dalam makam Anisa adiknya Bayu. Meskipun belum diketahui secara pasti apa penyebabnya.
Mereka berdua bangkit dan berjalan keluar dari makam untuk pulang. Beberapa pasang mata dari penghuni makam yang tak kasat mata memandang Hanan dan Bayu. Akan tetapi Bayu tidak menyadari hal itu. Hanya Hanan yng bisa merasakan hal tersebut, tapi diam seolah tak mengerti apa-apa.
Rahasia Yang Terungkap Di Rumah
Dalam perjalan pulang pun, Hanan tidak mengatakan apapun kepada Bayu. Baru setelah mereka memasuki rumah, Hanan mulai membuka pembicaraan.
“Apa Kamu diberi Amanah sesuatu oleh almarhumah Ibumu, Bayu?” tanya Hanan.
“Iya ada dan katanya setelah acara seribu hari beliau,” jawab Bayu.
“Bukankah acaranya sudah kemarin, Bayu?” tanya lanjut Hanan.
“Iya, baru semalam kirim doa dan tadi pagi pasang batu nisan di makam Ibu,” jawab Bayu.
“Apa pesan ibumu, itu?” Hanan mendesak Bayu untuk menceritakan semua hal yang berkaitan dengan almarhumah Dewi.
Kisah Hidup Dewi
Kemudian, Bayu mulai menceritakan dari setelah Ayah dan Anisa adiknya meninggal akibat kecelakaan. Dewi hidup dan menanggung Bayu serta neneknya dengan membuka praktek bidan di rumah. Hasil yang didapat waktu itu tidak tentu. Karena hanya saat ada yang melahirkan Dewi memiliki penghasilan yang lumayan.
Akan tetapi, Dewi tidak mematok harga tinggi, bahkan Sebagian diberi kelonggaran semampunya untuk membayar. Dewi banyak dipuji dan dicintai orang karena kebaikan hatinya.
“Udah cukup sampai disitu dulu, pada saat itu apakah semua percaya kalau ibumu meninggal karena bunuh diri?” tanya Hanan.
“Kurang paham, waktu itu aku sangat terpukul semua keluarga dekatku meninggal dunia. Hanaya tinggal Nenek saja yang masih ada,” jawab Bayu.
“Ibumu adalah korban kerakusan seseorang. Dia iri dengan kehidupan ayah ibumu, tidak hanya Ibumu saja. Ayah dan adikmu semua meninggal karena ulah seseorang, Bayu!” seru Hanan.
“Siapa dia dan apa alasannya?” tanya Bayu dengan nada penuh amarah.
Hanan kaget Ketika Bayu marah, tampak sekali emosinya meledak ledak. Namun, Hanan dengan cepat menenangkan Bayu.
“Jangan emosi dulu, semua ini karena harta. Ayahmu memiliki aset yang sangat besar. Sayangnya hingga kini masih dirahasiakan seseorang. Dia berharap seluruh keluargamu meninggal termasuk Kamu juga,” kata Hanan.
Baca Juga: CERITA HOROR – MISTERI RUMAH TUA
Aset Rahasia Arya Dwi Pamungkas
“Kenapa Ibu tidak pernah cerita sampai beliau meninggal?” tanya Bayu.
“Karena keburu dibunuh sebelum cerita kepadamu, Bayu!” seru Hanan.
Dijelaskan Hanan, alasan orang tersebut membunuh seluruh keluarga Bayu karena dia menyimpan surat surat aset kekayaan Arya. Bayu kaget mendengar keterangan Hanan, dia tidak pernah mendengar itu sebelumnya.
Padahal jika ucapan Hanan itu benar Dewi ibunya pasti tahu. Karena ayahnya bukan tipe orang yang merahasiakan sesuatu dari keluarganya terutama istrinya. Namun, sampai akhir hayatnya Dewi tidak pernah menceritakan tentang aset milik ayahnya.
Sampai harus rela menghidupi Bayu dari hasil keringatnya sendiri. Bayu tidak habis pikir, jelas gak mungkin ibunya atau ayahnya memiliki rencana jahat atau rakus terhadap harta.
…



