
Hanan Dan Rahasia Yang Mengusik Hati
Dibalik peristiwa mistis yang terjadi, Hanan yaki nada sebuah rahasia besar. Meski menelan pil pahit karena Alisa gadis yang dicintainya sudah memiliki calon. Namun, didorong rasa empati yang tinggi dan kemurnian hati, Hanan bertekad tetap membantu masalah keluarga Burhan.
“Astaghfirullah, ternyata aku ini egois, sampai punya pikiran gak mau bantu gara-gara Alisa sudah memiliki kekasih,” kata Hanan dalam hati.
Untungnya Hanan cepat menyadari kesalahannya dan bertekad tetap membantu keluarga Hanan. Meski dalam hatinya sendiri Seperti teriris. Alisa melihat perubahan ekspresi wajah Hanan dan dia tahu Hanan kecewa. Namun, Alisa juga tak bisa membohongi dirinya jika lebih tertarik dengan Bayu.
Bukan karena bayu lebih secara fisik ataupun materi. Bahkan mungkin Bayu secara materi justru di bawah Hanan saat itu. Namun, hati Alisa tetap tak bisa meninggalkan Bayu.
Meskipun banyak aral melintang dari mulai jauh dengan Arsyta sampai mengalami hal mistis. Sosok sosok Wanita yang mendatangi Alisa dan Maisaroh ibunya bahkan Burhan tidak dipedulikan Alisa.
Komitmen Dan Ujian Cinta Sejati
“Hanan memang sangat baik dan tulus, tapi aku tidak mungkin berpaling dan mengkhianati komitmen.” Alisa berkata dalam hati.
Dia mengetahui Hanan memang baik, tapi kesetiaan bagi Alisa adalah keharusan. Karena modal untuk membangun keluarga bahagia adalah kesetiaan. Soal materi bisa dicari, bahkan Alisa tidak bermimpi menjadi Wanita bergelimang harta.
Baginya punya suami kaya raya justru potensi mendua. Ujian lelaki Ketika dia di puncak kejayaan, biasanya akan berpikir mencari Wanita lain. Sedangkan ujian Wanita adalah saat suami dalam keadaan terpuruk.
Alisa menganggap sekarang Bayu dalam keadaan terpuruk setelah mendengar cerita dari Burhan dan Maisaroh kedua orang tuanya. Namun, Alisa merasa saat itulah dia akan menunjukkan kesetiaannya pada Bayu.
“Bapak dan Ibu seharusnya tidak perlu merahasiakan ini semua dari Alisa. Apapun keadaan Mas Bayu, Alisa sudah komitmen. Jangankan hanya gangguan mistis dan Mas bayu yang hidup hanya dengan Neneknya tidak akan membuat Alisa meninggalkan. Kecuali takdir berkata lain,” kata Alisa.
Hanan kagum mendengar ucapan Alisa, tapi semakin teriris. Karena kesetiaan Alisa bukan untuknya. Hati Alisa sudah dimiliki lelaki lain yang Bernama Bayu.
Baca Juga:

Qorin (Cerbung Misteri Bab 12) https://sabilulhuda.org/qorin-cerbung-misteri-bab-12/
Harapan Yang Tumbuh, Meski Perih
“Alangkah beruntungnya lelaki yang Bernama Bayu itu. Alisa memang pantas diperjuangkan,” kata Hanan dalam hati.
Burhan dan Maisaroh pun terkejut mendengar tekad Alisa tetap mempertahankan Bayu. Secara diam-diam Maisaroh sebenarnya ingin Alisa melupakan Bayu meski tidak harus bermusuhan. Cukup menjadi saudara atau sahabat baik saja karena beberapa kejadian mistis mengganggu pikiran Maisaroh.
Bahkan, Maisaroh berharap kehadiran Hanan akan membuat Alisa membuka mata masih ada lelaki yang baik selain Bayu.
“Maafkan Bapak dan Ibu, Alisa. Bukan bermaksud merahasiakan darimu,” kata Burhan.
“Bagaimana menurutmu Kang Hanan? Sebelumnya terima kasih atas kepeduliannya pada keluargaku,” kata Alisa.
“O iya, sama sama hanya itu yang bisa aku lakukan. Menurutku mencari sumber masalah ini dimulai dari makam keluarga … siapa tadi?” jawab Hanan dan menanyakan nama Bayu kepada Alisa.
“Keluarga mas Bayu, kasihan sekali ternyata dia selama ini menyembunyikan luka dan deritanya,” kata Alisa.
Sekali lagi, Hanan hanya menelan ludah mengetahui sikap Alisa yang dinilai sangat luar biasa. Alisa Seperti makhluk Wanita yang hampir punah bagi Hanan. Namun, hanya bisa mengagumi tanpa bisa memiliki.
“Pak Burhan dan Bu Saroh, apa mengizinkan kalau saya ikut ziarah ke makam keluarga Bayu?” tanya Hanan.
“Bisa saja, sangat kebetulan kalau Nak Hanan mau ikut. Kebetulan besok kami janjian mau kesana,” kata Burhan.
“Alisa boleh ikut, Pak?” tanya Alisa.
“Sementara jangan dulu, sebelum masalah ini selesai jangan bertemu Bayu dan jangan berhubungan dengan Bayu dulu. Bapak dan Ibu akan merestui, tapi tunggu saat yang tepat nanti!” seru Burhan.
Hanan merasa mendapat satu harapan, meskipun sangat kecil melihat kesetiaan Alisa. Akan tetapi, Hanan jadi bertekad akan memperjuangkan Alisa sekuatnya. Tanpa harus merusak hubungan Alisa dengan Bayu.
“Aku akan tetap memperjuangkanmu, Alisa. Kalau memang Kamu jodohku pasti ada jalan. Kalau Kamu bukan jodohku, aku akan menerima takdir illahi,” batin Hanan.
Hanan mendapat secercah harapan untuk bisa memperjuangkan cinta. Namun, dia tetap berjanji akan membantu masalah yang dihadapi keluarga Alisa. Apapun jadinya, meskipun Alisa tetap akan menjadi milik Bayu sekalipun.
Hanan pun akhirnya mohon pamit, karena waktu sudah cukup malam. Waktu sudah menunjukkan pukul Sembilan lebih. Tanpa disadari Hanan cukup lama berbincang dengan keluarga Alisa.
Alisa sendiri langsung masuk ke kamar. Dia menemukan pesan dari Bayu, yang menanyakan kabar. Namun, Alisa ingat pesan kedua orang tuanya untuk tidak berhubungan dengan Bayu dulu sampai semua masalah terungkap.
Di sisi lain, Alisa juga tidak tega membiarkan bayu menahan kerinduannya. Alisa pun membalas dengan mengatakan jika dirinya sedang fokus kuliah dan sementara tidak bisa menghubungi Bayu.
…
Penampakan Kembali: Sosok Misterius
Hanan pulang dari rumah Alisa dengan perasaan tidak menentu. Hati Hanan seakan tinggal separuh setelah tahu jika Alisa sudah memiliki kekasih.
“Aku kurang cepat bergerak, sehingga Alisa memilih lelaki lain. Ah biarlah, jodoh sudah diatur, yang penting aku tetap usaha,” kata Hanan dalam hati.
Hanan berjalan perlahan menyusuri jalan kampung. Penerangan seadanya dibuat atas swadaya Masyarakat hanya dari tiang bambu dan lampu kecil.
Kebetulan rumah Hanan berada di ujung kampung berbatasan dengan persawahan. Jika memandang ke arah utara sudah bisa melihat langsung puncak gunung Merapi.
Ditengah perjalanan pulang, Hanan kembali dihadang oleh sosok Wanita yang beberapa malam sebelumnya dilihat di rumah Alisa.
“Dia lagi, sebenarnya di situ siapa?” tanya Hanan dalam hati.
Tanpa rasa takut, Hanan berjalan mendekat ke arah sosok Wanita misterius. Bahkan, dengan berani Hanan bertanya kepada sosok tersebut.
“Ibu itu siapa dan kenapa menampakkan diri beberapa kali di hadapanku. Aku tidak pernah takut dengan penampakan Sepertimu!” seru Hanan.
“Aku tidak menakutimu, terima kasih sudah mau membantuku,” jawab Sosok tersebut.
Hanan ingin mengejar dengan pertanyaan lain. Namun, sosok itu keburu menghilang dari pandangannya.
“Aneh, baru kali ini aku mengalami hal paling aneh begini. Sebenarnya siapa sosok itu dan ada hubungan apa dengan keluarga Alisa,” gumam Hanan.
Hanan tidak mau memikirkan hal yang belum jelas. Dia pun mempercepat langkahnya menuju ke rumah. Ingin segera istirahat dan besoknya akan ikut ke makam keluarga Bayu bersama Burhan dan Maisaroh tanpa Alisa.
Baca Juga: CERITA HOROR – MISTERI RUMAH TUA
…
Ziarah Ke Makam Dan Rencana Rahasia
Saat pagi menjelang dan matahari mulai menampakan sinar terang. Hanan, bergegas Kembali menuju ke rumah Alisa. Dia tidak ingin terlambat untuk ikut ziarah ke makam keluarga Bayu.
Burhan dan Maisaroh puin sudah siap menunggu di rumahnya. Namun, Alisa tidak tampak serta Bersama Burhan dan Maisaroh.
Alisa mengurung diri di kamarnya, pikirannya juga sedang kacau karena dilarang menemui ataupun menghubungi Bayu. Bahkan, Burhan dan Maisaroh tidak ingin Bayu tahu jika Alisa adalah anak mereka.
Ketika Hanan datang, Burhan dan Maisaroh pun memberi pesan kepada Hanan agar merahasiakan jika Burhan dan Maisaroh adalah orang tua Alisa. Mereka ingin tahu sifat Bayu yang asli sebelum bayu tahu jika mereka adalah orang tua Alisa.
“Ingat pesan Bapak Nak Bayu, sebagai orang tua kami wajib mengetahui sifat asli calon menantunya,” kata Burhan.
Mendengar kata calon menantunya, Hanan merasa terpukul. Namun, dia tetap semangat memperjuangkan Alisa. Sampai yakin Alisa sudah menjadi milik Bayu secara resmi.
“Iya Pak, apakah kita akan berangkat sekarang. Biar saya yang mengemudi. Bapak dan Ibu cukup duduk saja,” kata Hanan.
“Nak Hanan tidak ngopi dulu? Kalau sudah siap baiklah, kita berangkat sekarang juga,” kata Burhan.
“Sudah ngopi di rumah tadi, Pak. Mari saya antar sekarang,” kata Hanan.
Hanan segera mengambil tempat di depan mengemudikan mobil Burhan ke pemakaman keluarga Bayu. Hanan agak kecewa tidak bisa memandang Alisa sebelum berangkat. Karena Alisa mengurung diri di kamar.
Pertemuan Pertama: Bayu, Nenek, dan Rasa Aneh
Sekitar dua puluh menit, Hanan sudah sampai di pemakaman keluarga Bayu. Pada saat itu, Bayu dan Neneknya Sulatri sudah berada di pemakaman. Mereka akan memasang tanda batu Nisan di makam Dewi ibunya Bayu.
“Oh itu yang Namanya Bayu, sepertinya orangnya baik dan ramah. Alisa memang tidak salah pilih, sayangnya pilihannya tidak jatuh padaku,” kata Hanan dalam hati.
Bayu berjalan menghampiri Burhan, Maisaroh dan Hanan. Hanan pun diperkenalkan kepada Bayu dan Nenek Lastri. Hanan agak canggung Ketika bersalaman dengan Bayu. Bahkan saat bersalaman dengan Nenek Lastri, Hanan merasa Seperti pernah melihat wajah nenek lastri.
Namun, Hanan tidak ingat Dimana pernah melihatnya. Apalagi saat Nenek Lastri mengeluarkan suara, Hanan semakin mengenal. Suara Nenek Lastri tidak asing lagi baginya.
…



