
Penampakan Dewi Sang Ibu: Restu Yang Masih Tertahan
Seketika itu juga wujud Dewi menghilang, tinggal bayu seorang diri. Bayu tidak sedang bermimpi, tapi dia benar melihat secara nyata sosok Dewi ibunya datang menghampiri. Antara bingung dan penasaran, kenapa sosok Ibunya tidak merestui hubungannya dengan Alisa.
“Ibu, Alisa itu gadis yang baik. Kenapa Ibu tidak mau merestui hubunganku dengannya?” Bayu berkata meski sosok ibunya tidak lagi dilihatnya.
“Kamu akan paham suatu saat nanti, ingat pesan Ibu setelah peringatan seribu hari, apa yang harus Kamu lakukan!” suara Dewi terdengar jelas ditelinga Bayu. Meskipun sosoknya sudah tak dapat dilihatnya lagi.
Bayu pun lemas, dia tertunduk lesu di teras rumahnya. Bayangan wajah keluarganya Kembali mengisi pikirannya. Rasa rindu kepada Alisa pun berganti dengan kenangan indah Bersama keluarganya. Ayah ibunya dan Anisa adiknya yang sangat dikasihi.
“Anisa adikku, aku melihatmu dalam diri Alisa. Semoga saja Kamu mengizinkan aku menikahi Alisa. Bujuklah Ibu agar mau memberi restu,” gumam Bayu di Tengah kegalauannya.
Baru saja dia mengadakan doa Bersama untuk mengirim seluruh keluarganya. Terutama untuk Dewi ibunya karena bertepatan dengan seribu harinya. Namun, ayah dan adiknya pun turut disebut dalam doa.
Kepergian Orang Tua Dan Sunyinya Kekerabatan
Bayu hanya tinggal memiliki Nenek Sulastri dalam hidupnya. Kerabat lain pun seakan tak mau kenal lagi dengan Bayu dan Sulastri. Berbeda Ketika Arya Dwi Pamungkas masih hidup, kala itu mereka hidup berkecukupan. Jangankan saudara dan kerabat. Orang yang baru dikenal pun akan mengaku sebagai saudara karena ingin ikut menikmati hasil kerja Arya Dwi Pamungkas.
Akan tetapi sekarang yang terjadi adalah kebalikan. Jangankan orang lain, saudara dekat pun tak ada yang sudi mendekat. Sebagai orang normal, Bayu kadang merasa kesal dengan sikap semua saudara yang dulu pernah bahkan sering dibantu orang tuanya.
“Ternyata saudara juga hanya mengakui saat kita punya uang atau kekuasaan. Kenapa kedua orang tuaku pergi begitu cepat? Bahkan adik kesayangan satu-satunya juga telah pergi mendahuluiku,” batin Bayu.
Baca Juga:

Qorin (Cerbung Misteri Bab 11) https://sabilulhuda.org/qorin-cerbung-misteri-bab-11/
Dalam kondisi tertentu, Bayu merasa marah dengan semua kerabat orang tuanya. Hanya Sulastri Neneknya yang menjadi satu-satunya keluarga Bayu saat itu. Semua kerabat yang pernah ditolong dan dibantu tak satupun yang memiliki rasa peduli. Bahkan, dengan Nenek Lastri pun mereka tidak mau tahu.
Untungnya Bayu bukan tipe pendendam, dia membiarkan saja meskipun kadang merasa kesal. Namun, semua itu hanya sekejap lewat dalam pikirannya. Setelah itu semua Kembali normal. Bahkan itu dijadikan motivasi bayu untuk lebih maju dan membuktikan dirinya mampu berdiri di atas kaki sendiri.
Doa, Batu Nisan, Dan Kenangan
Setelah merasa agak tenang, Bayu pun masuk ke dalam rumah untuk istirahat. Dia ingat jika esok hari akan memperbaiki dan memasang batu nisan di kuburan Dewi ibunya. Setelah didahului doa Bersama malam harinya.
…
Hanan, Alisa, Dan Pertemuan Yang Tak Terduga
Beberapa saat sebelumnya, di rumah Burhan Hanan melakukan pembicaraan serius dengan keluarga Burhan. Bahkan, Alisa pun diminta Burhan untuk ikut bicara. Karena semua peristiwa mistis diawali dari Alisa.
“Makasih kopinya, Al. maaf kamu jadi repot,” kata Hanan kepada Alisa yang biasa memanggil dengan sebutan Al saja kepada Alisa.
“Seperti dengan orang lain saja, kan sesame penggiat pengajian anak-anak, Kang!” seru Alisa.
“Alisa, duduklah Nak Hanan ini akan menceritakan sesuatu. Barangkali ada yang ingin ditanyakan padamu,” kata Burhan.
“Soal apa, Pak? Kan sudah ada Bapak dan Ibu,” jawab Alisa.
“Makanya duduklah, biar nanti Kamu juga dengar sendiri. Sudah saatnya kita bicara terbuka sekarang, Alisa!” Maisaroh ikut meminta Alisa duduk.
Kegelisahan Alisa Dan Kekhawatiran Yang Meningkat
Baru kali itu orang tua Alisa memintanya ikut ngobrol dengan tamu. Apalagi yang berkunjung seorang pemuda dan bukan saudara. Biasanya meskipun saudara kalau bukan mahrom Alisa akan diminta menemui seperlunya saja.
“Tumben Bapak dan Ibu meminta Alisa ikut menemui tamu. Sebenarnya apa pembicaraan mereka sebelumnya, Jangan-jangan—” Alisa tak kuasa membayangkan apa yang dikhawatirkan.
Ada kecemasan dalam diri Alisa, kalau-kalau Hanan datang karena ingin meminangnya. Alisa tahu jika Hanan sering memandangnya diam-diam. Bahkan Alisa juga tahu jika Hanan punya rasa padanya. Namun, saying Alisa tidak bisa melupakan Bayu.
Dia merasa begitu nyaman saat bertemu dengan Bayu. Meskipun selama bertemu mereka tidak pernah melakukan hal-hal yang terlarang.Lebih kepada rasa nyaman dan merasa dekat tanpa ada unsur nafsu terhadap lawan jenis.
“Ada apa sebenarnya Pak? Alisa jadi deg-degan,” kata Alisa.
Sementara Hanan sendiri bingung kenapa harus melibatkan Alisa. Karena dia hanya melihat ada sosok gaib yang beberapa kali berada disekitar rumah tersebut. Tidak tahu menahu apa yang sebenarnya terjadi di keluarga Burhan.
“Kamu kenal Nak Hanan dan tahu siapa almarhum ayah Nak Hanan, kan!” seru Burhan.
“Iya, Alisa tahu tapi ada apa sebenarnya?” tanya Alisa.
“Bapak dan Ibu sudah bicara banyak tadi, intinya Nak Hanan ini melihat ada sesuatu yang tidak beres di rumah kita ini,” kata Burhan.
“Satu lagi Alisa, mungkin Kamu kurang mengerti. Ayah Nak Hanan ini dulu orang yang sangat disegani. Karena beliau itu sering dimintai tolong warga yang kena musibah dan selalu ikhlas menolong,” kata Maisaroh menambahkan cerita kepada Alisa.
Sementara Alisa semakin bingung arah pembicaraan orang tuanya kemana. Hatinya semakin berdebar, takut kedatangan Hanan memang untuk meminangnya. Apa yang harus dikatakan dan dilakukan jika itu terjadi. Sementara dalam hati Alisa hanya ada Bayu yang selalu diingat.
Sosok Gaib Dan Misteri Masa Lalu
“Bapak dan Ibu jangan terlalu tinggi memuji saya, nanti saya jadi besar kepala,” gurau Hanan.
“Bukan memuji, biar Alisa mengerti klau ayah Nak Hanan dulu itu memang punya kelebihan dan sekarang menurun kepada Nak Hanan,” kata Burhan.
“Alisa bingung, langsung kepada permasalahan saja, biar Alisa paham,” kata Alisa sudah tidak sabar menunggu apa yang telah menjadi pembicaraan kedua orang tuanya dengan Hanan.
“Kalu Kamu kemarin bilang mimpi didatangi sosok Wanita. Nak Hanan ini malah melihat sosok Wanita tersebut dalam keadaan sadar,” kata Burhan.
“Oh soal itu, kenapa harus muter-muter bikin Alisa bingung. Terus kenapa dan siapa sosok Wanita itu?” jawab Alisa dan balik bertanya kepada Burhan.
“Biar Nak Hanan yang menjelaskan, karena dia yang mengalami sendiri,” kata Burhan.
Alisa merasa lega,karena kekhawatirannya tidak terjadi. Kedatangan Hanan tidak Seperti yang dipikirkan. Mungkin kedua orang tua Alisa hanya ingin Alisa tahu latar belakang hanan kenapa sampai bisa melihat sosok gaib.
Hanan sendiri jadi agak grogi Ketika harus berbicara dengan Alisa di depan orang tuanya. Selma ini mereka memang saling kenal tapi hampir tidak pernah ngobrol. Di saat sama-sama mengajar ngaji anak-nak pun sebatas say hello jika perlu.
“Aduh, kenapa aku jadi grogi begini ya. Aku terlalu terbawa perasaanku pada Alisa. Aku harus bisa menahan diri,” kata Hanan dalam hati.
Beberapa saat Hanan hanya diam, hal itu diperhatikan oleh Burhan. Kemudian Burhan puin menyapa Hanan.
“Nak Hanan, apakah kamu melihat sesuatu lagi?” tanya Burhan.
“Gak Pak, saya hanya bingung mau memulai dari mana,” kata Hanan.
“Cerita saja, apa yang Nak Hanan alami,” kata Burhan.
“Ya Pak, tapi sebelumnya saya minta izin untuk bertanya kepada Alisa,” kata Hanan.
“Silakan saja, apa yang ingin ditanyakan!” kata Burhan.
“Nah, intinya begini Nak Hanan sebelum Nak Hanan bertanya lebih kanjut. Ibu akan cerita apa yang dialami Alisa,” kata Maisaroh.
Alisa pun masih tetap diam, dia tidak ingin mengatakan hal yang tidak perlu dikatakan. Kalaupun menjawab hanya sebatas apa yang ditanyakan Hanan saja.
Namun, MAisaroh ibunya justru menceritakan apa yang dialami Alisa. Bahwa dia didatangi sosok Wanita di dalam mimpi dan tidak hanya sekali, tapi berulang hingga beberapa kali.
“Sosok Wanita itu mengatakan sesuatu atau bahkan mengancam tidak, Bu?” tanya Hanan pada Maisaroh. Untuk bertanya langsung pada Alisa, Hanan merasa kikuk karena menyimpan rasa yang dirahasiakan selama ini.
“Kata Alisa, sosok itu melarang Alisa berhubungan dengan Bayu kekasihnya,” jawab Maisaroh.
Ucapan Maisaroh sangat mengejutkan Hanan, bukan karena ceritanya yang seram. Akan tetapi, berita kalau Alisa sudah memiliki kekasih itu membuat hati Hana patah dan hancur. Wanita yang selama ini diidamkan seakan tidak lagi ada harapan untuk mendapatkannya.
Baca Juga: CERITA HOROR – MISTERI RUMAH TUA
Antara Perasaan, Fakta, Dan Keanehan Nama
“Sosok itu melarang hubungan Alisa? Alasannya apa Bu?” tanya Hanan dengan menahan perasan perihnya.
“Begini Nak Hanan, Alisa Kamu juga perlu dengar sekarang,” kata Burhan.
Kemudian Burhan menceritakan perjalanannya mencari tempat tinggal Bayu. Namun, ditengah perjalanan mobil yang dikendarai justru masuk ke komplek pemakaman secara misterius. Amehnya, makam yang tertimpa mobilnya adalah makam keluarga Bayu.
Kedua orang tua Bayu dan adik Bayu yang Bernama Anisa. Nama yang mirip dengan Alisa. Bahkan wajahnya pun ada kemiripan dengan Alisa.
Rasa Hanan Yang Tertahan Dan Keraguan Yang Menyesakkan
“Maaf Pak dan Ibu, apakah Bapak dan Ibu punya putri kembar?” tanya Hanan.
“Tidak, Ibu yang melahirkan Alisa dan yakin Alisa tidak kembar!” seru Maisaroh.
Hanan bertambah bingung, ada sosok gaib yang mirip Alisa tapi usianya masih usia SMP. Kemudian, ternyata anak itu adalah adik Bayu kekasih Alisa. Hanan mengalami perang batin, di satu sisi ingin membantu keluarga Alisa dan keluarganya.
Namun, di sisi lain jika dia membantu sama halnya semakin kehilangan kesempatan untuk mendapatkan Alisa.
…



