Jarang Diketahui! Jeringau Ternyata Punya Banyak Manfaat Kesehatan

Tanaman Jeringau (Acorus calamus) Dan Manfaat Kesehatan
Tanaman Jeringau (Acorus calamus) Dan Manfaat Kesehatan

Terakhir diperbarui: 23 Januari 2026

Ditulis oleh:
Tim Editorial Herbal Nusantara: Penulis konten kesehatan berbasis literatur ilmiah dan pengobatan tradisional Indonesia.

[disclaimer]
Artikel ini bersifat edukatif dan bukan pengganti diagnosis, pengobatan, atau saran medis profesional. Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan tanaman herbal sebagai terapi.

Sabilulhuda, Yogyakarta – Indonesia, dengan kekayaan biodiversitasnya, menyimpan berbagai jenis tanaman obat yang telah lama dimanfaatkan secara turun-temurun.

Salah satu di antaranya adalah Jeringau ( Acorus calamus ), atau dikenal juga sebagai sweet flag dalam bahasa Inggris. Tanaman yang tumbuh subur di daerah berair seperti rawa, tepi sungai, dan danau.

Ini telah lama dikenal dalam pengobatan tradisional Asia, termasuk Ayurveda dan pengobatan Tiongkok, serta dalam praktik pengobatan di Indonesia.

Bukan tanpa alasan, Jeringau memiliki segudang zat kandungan yang memberikan manfaat terapeutik yang beragam.

Jeringau adalah tanaman herba perennial yang termasuk dalam famili Araceae. Ciri khasnya adalah daunnya yang panjang, menyerupai pedang, dengan rimpang tebal yang aromatik dan merambat di dalam tanah atau lumpur.

Bagian rimpang inilah yang paling banyak dimanfaatkan sebagai obat, baik dalam bentuk segar, kering, maupun diolah menjadi ekstrak. Aroma khas Jeringau berasal dari kandungan minyak atsiri yang melimpah di dalamnya.

Baca Juga: Kandungan Gandasuli & Manfaatnya untuk Kesehatan Tubuh

Kandungan Zat Aktif Dalam Jeringau

Jeringau kaya akan berbagai senyawa bioaktif yang bertanggung jawab atas khasiat obatnya. Kandungan paling dominan dan menjadi sorotan utama adalah minyak atsiri, yang dapat mencapai 1,5% hingga 3,5% dari berat kering rimpang. Komponen utama dari minyak atsiri ini meliputi:

1. Asarone ( α-asarone, β-asarone, dan γ-asarone ):

Ini adalah senyawa fenilpropanoid yang paling menonjol dalam Jeringau. Terutama β-asarone, senyawa ini telah banyak diteliti karena sifat farmakologisnya yang beragam. Namun, perlu dicatat bahwa kadar β-asarone dapat bervariasi tergantung pada kemotip dan geografis tanaman.

Dan pada konsentrasi tinggi, senyawa ini dikaitkan dengan potensi hepatotoksisitas dan karsinogenisitas. Oleh karena itu, penggunaan Jeringau harus bijaksana dan memperhatikan dosis.

Baca Juga:

Manfaat Jahe Hitam Untuk Kesehatan! Dari Hutan Asia Tenggara

Manfaat Jahe Hitam Untuk Kesehatan! Dari Hutan Asia Tenggara https://sabilulhuda.org/manfaat-jahe-hitam-untuk-kesehatan-dari-hutan-asia-tenggara/

2. Eugenol:

Senyawa fenolik ini di kenal memiliki sifat antiseptik, anti-inflamasi, dan anestesi lokal. Eugenol juga berkontribusi pada aroma khas Jeringau.

3. Methyl Eugenol:

Mirip dengan eugenol, senyawa ini juga memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan.

4. Calamene dan Calamenol:

Seskuiterpen ini juga di temukan dalam minyak atsiri Jeringau dan berkontribusi pada profil aromatiknya.

Selain minyak atsiri, Jeringau juga mengandung berbagai senyawa lain yang memberikan kontribusi pada efek farmakologisnya, di antaranya:

5. Flavonoid:

Senyawa ini di kenal sebagai antioksidan kuat yang dapat membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Beberapa flavonoid yang teridentifikasi dalam Jeringau antara lain quercetin dan kaempferol.

Baca Juga: Manfaat Tapak Leman bagi Kesehatan, Ini Kandungan Zat Aktifnya

6. Triterpenoid:

Golongan senyawa ini seringkali memiliki sifat anti-inflamasi dan adaptogenik.

7. Saponin:

Senyawa ini memiliki kemampuan membentuk busa dalam air dan seringkali memiliki efek diuretik dan ekspektoran.

8. Tanin:

Senyawa polifenol ini di kenal memiliki sifat astringen, antiseptik, dan antioksidan.

9. Glikosida:

Beberapa glikosida juga di temukan dalam Jeringau, yang dapat memiliki efek kardiotonik atau sifat lain yang bermanfaat.

10. Asam Lemak:

Rimpang Jeringau juga mengandung asam lemak tertentu.

11. Alkaloid:

Meskipun dalam jumlah kecil, beberapa alkaloid juga dapat di temukan, meskipun jenis spesifiknya kurang di dokumentasikan di bandingkan asarone.

Baca Juga: 7 Manfaat Temulawak untuk Hati dan Imun, Ini Faktanya

Manfaat Dan Penggunaan Tradisional

Berkat kandungan senyawa aktifnya, Jeringau telah di gunakan secara luas dalam pengobatan tradisional untuk berbagai kondisi, antara lain:

Pencernaan: Di gunakan sebagai karminatif (mengurangi gas), mengatasi gangguan pencernaan, perut kembung, dan meningkatkan nafsu makan.

Saraf dan Otak: Di kenal sebagai brain tonic atau penguat otak, sering di gunakan untuk meningkatkan daya ingat, meredakan stres, kecemasan, dan bahkan dalam pengobatan epilepsi. Kandungan asarone di yakini berperan dalam efek neuroprotektif dan sedatif.

Anti-inflamasi: Minyak atsiri dan senyawa lain dalam Jeringau menunjukkan aktivitas anti-inflamasi, membantu meredakan nyeri dan pembengkakan.

Antimikroba: Ekstrak Jeringau memiliki sifat antibakteri, antijamur, dan antivirus, menjadikannya bermanfaat untuk mengatasi infeksi.

Ekspektoran: Membantu mengencerkan dahak dan melancarkan pernapasan, sehingga di gunakan untuk batuk dan pilek.

Diuretik: Membantu meningkatkan produksi urin, bermanfaat untuk mengatasi retensi cairan.

Gigitan Serangga dan Masalah Kulit: Secara topikal, rimpang yang di tumbuk sering di gunakan untuk meredakan gatal akibat gigitan serangga atau kondisi kulit lainnya.

Baca Juga: Manfaat Kombinasi Jahe, Kunyit, Dan Lada Hitam Untuk Kesehatan Serta Cara Mengolahnya

Peringatan dan Kehati-hatian

Meskipun memiliki banyak manfaat, penggunaan Jeringau harus dengan hati-hati. Seperti di sebutkan sebelumnya, β-asarone memiliki potensi toksisitas jika di konsumsi dalam dosis tinggi dan jangka panjang.

Oleh karena itu, konsultasi dengan ahli herbal atau profesional kesehatan sangat di sarankan sebelum menggunakan Jeringau sebagai pengobatan. Ibu hamil, menyusui, dan penderita kondisi medis tertentu juga perlu menghindari penggunaannya atau berkonsultasi lebih lanjut.

Kesimpulan

Jeringau ( Acorus calamus ) adalah tanaman obat yang luar biasa dengan sejarah panjang pemanfaatan dalam pengobatan tradisional. Keberadaan minyak atsiri, terutama asarone, flavonoid, triterpenoid, dan senyawa lainnya, memberikan basis ilmiah bagi berbagai klaim khasiatnya.

Meskipun demikian, penelitian lebih lanjut di perlukan untuk memahami secara komprehensif mekanisme kerja, dosis optimal, dan keamanan jangka panjang Jeringau, terutama mengingat potensi toksisitas β-asarone.

Dengan penggunaan yang tepat dan bijaksana, Jeringau dapat terus menjadi bagian penting dari warisan pengobatan alami yang kaya di Indonesia.

Baca Juga: 100 Top Tanaman Obat Indonesia

Referensi Ilmiah

  1. National Center for Biotechnology Information (NCBI). Acorus calamus: A Review of its Phytochemistry and Pharmacology.
  2. Journal of Ethnopharmacology. Pharmacological activities of Acorus calamus.
  3. World Health Organization (WHO). WHO Traditional Medicine Strategy.

FAQ Seputar Tanaman Jeringau

Apakah jeringau aman dikonsumsi setiap hari?
Tidak dianjurkan konsumsi harian jangka panjang karena kandungan β-asarone berpotensi toksik pada dosis tinggi.

Bagian jeringau yang paling bermanfaat?
Rimpang karena mengandung minyak atsiri dan senyawa aktif utama.

Apakah jeringau bisa menyembuhkan penyakit berat?
Belum ada bukti klinis kuat. Jeringau hanya berpotensi sebagai terapi pendukung.