Berita  

Aktivitas Gunung Merapi 20 Juli 2025! Guguran Lava Teramati, Status Tetap Siaga

Gunung Merapi Siaga: 13 Guguran Dan 30 Gempa Hybrid Terjadi Dalam 6 Jam Terakhir
Gunung Merapi Siaga: 13 Guguran Dan 30 Gempa Hybrid Terjadi Dalam 6 Jam Terakhir
Aktivitas Gunung Merapi 20 Juli 2025! Guguran Lava Teramati, Status Tetap Siaga

Aktivitas Gunung Merapi 20 Juli 2025: Guguran Lava Teramati, Status Tetap Siaga – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi terus menunjukkan dinamika yang signifikan. Berdasarkan laporan pengamatan periode 20 Juli 2025 pukul 18.00–23.00 WIB yang dirilis oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga.

Secara visual, cuaca di sekitar Gunung Merapi terpantau berawan dengan angin tenang ke arah timur. Suhu udara berkisar antara 21 hingga 24,8 derajat Celsius, kelembaban 59,5%–71,4%, dan tekanan udara antara 871,6–915,4 mmHg.

Gunung terlihat berkabut dengan tingkat intensitas kabut antara 0 hingga III. Asap kawah yang muncul berwarna putih, bertekanan lemah, dengan intensitas tipis dan ketinggian sekitar 30 meter dari puncak kawah.

Dalam periode enam jam tersebut, teramati 7 kali guguran lava pijar yang mengarah ke sektor barat daya, khususnya menuju Kali Sat/Putih, Kali Bebeng, dan Kali Krasak. Jarak luncur maksimum guguran mencapai 2.000 meter.

Aktivitas kegempaan Juga Cukup Aktif, Terdiri Dari:

21 kali gempa guguran dengan amplitudo 2–18 mm dan durasi antara 59–166 detik.

31 kali gempa hybrid atau fase banyak, yang menunjukkan pergerakan magma di dalam tubuh gunung, dengan durasi antara 6,78–22,29 detik.

1 kali gempa tektonik jauh berdurasi 129 detik.

Data ini menunjukkan bahwa suplai magma masih berlangsung. Dan hal ini menandakan adanya potensi peningkatan aktivitas, termasuk kemungkinan terjadinya awan panas guguran (APG).

Baca Juga: Gunung Merapi Siaga: 13 Guguran Dan 30 Gempa Hybrid Terjadi Dalam 6 Jam Terakhir

Rekomendasi PVMBG kepada Masyarakat

Masyarakat di himbau untuk:

Tidak melakukan aktivitas apapun di wilayah potensi bahaya, terutama di sektor selatan–barat daya sejauh maksimal 7 km dan sektor tenggara sejauh 5 km.

Waspada terhadap bahaya lahar dan awan panas, terutama saat turun hujan di sekitar Merapi.

Mengantisipasi kemungkinan hujan abu vulkanik yang dapat mengganggu kesehatan dan aktivitas sehari-hari.

Selalu mengikuti perkembangan informasi resmi dari BPPTKG, PVMBG, dan instansi terkait lainnya.

Apabila terjadi perubahan signifikan dalam aktivitas Merapi, maka status aktivitas gunung akan segera ditinjau kembali.

Laporan ini disusun oleh Alzwar Nurmanaji, A.Md dan Suratno dari BPPTKG, berdasarkan pengamatan lapangan dan data pemantauan resmi.

Untuk informasi terkini, masyarakat dapat mengakses situs resmi PVMBG di https://magma.esdm.go.id atau melalui kanal media sosial mereka di linktr.ee/PVMBG.