Qorin (Cerbung Misteri Bab 10)

Qorin (Cerbung Misteri)
Qorin (Cerbung Misteri Bab 10)

Kejadian Aneh Yang Mengusik Keluarga

Kehidupan keluarga Burhan beberapa waktu terakhir diwarnai kejadian-kejadian mistis. Sesuatu yang sebelumnya hamper tidak pernah dialami. Kadang ada hal yang diluar nalar, tapi tidak berlangsung lama atau berkesinambungan Seperti saat ini.

“Ada apa dibalik semua ini, kejadian aneh secara beruntun menimpa keluarga kita,” gumam Burhan.

“Apa mungkin karena Alisa anak kita sudah menginjak dewasa, lalu mendapat ujian Seperti ini, Pak?” tanya Maisaroh kepada Burhan.

“Namanya ujian selalu ada dalam setiap fase kehidupan. Namun, yang kita alami sekarang ini berbeda,” jawab Burhan.

“Berbeda bagaimana maksudnya?” tanya Maisaroh.

Burhan menghela napas Panjang, lalu mengeluarkan perlahan. Seakan ingin mengeluarkan semua beban pikiran Bersama hembusan nafasnya. Beberapa kali, Burhan melakukan itu untuk menenangkan hatinya yang gundah.

Ingin tidak percaya dengan apa yang dialami keluarganya. Namun, semua terjadi nyata dalam hidupnya. Sosok Dewi yang telah tiada, Anisa anak Dewi yang telah tiada menghantui seluruh keluarganya.

Tidak berhenti sampai disitu saja, kejadian serupa juga dialami Bayu. Lelaki yang menjadi pujaan Alisa anaknya. Begitu bertubi kejadian misteri itu dialami secara bersamaan. Antara keluarga Burhan dan Bayu.

Misteri Keluarga Bayu

Sosok misterius yang muncul pun dari Ibu dan adik Bayu. Bukan sekadar kejadian mistis biasa, tapi peristiwa itu menimpa keluarga Burhan dan bayu dalam waktu bersamaan.

“Siapa sebenarnya kedua orang tua Bayu itu, Bu? Apakah Ibu pernah mengenal sebelumnya?” tanya Burhan.

“Meskipun jarak rumah kita dengan rumah keluarga Bayu tidak terlalu jauh, tapi kita gak saling kenal. Bahkan, bertemu juga baru sekali kemarin kan, Pak?” tanya MAisaroh.

“Itu juga hanya bertemu dengan Bayu dan Neneknya. Em … tapi sebelumnya apakah kita, atau diantara kita mungkin pernah bertemu tapi kita tidak ingat,” kata Burhan.

“Seandainya saja memang pernah bertemu, apa alasannya hubungan Alisa dan Bayu begitu ditentang oleh mereka,” kata Maisaroh.

Burhan mengangguk-angguk membenarkan ucapan Maisaroh istrinya. Seandainya mereka pernah bertemu tapi apa alasan mereka melarang hubungan Bayu dengan Alisa. Kalau tidak alasan khusus, tentu tidak akan terjadi peristiwa-peristiwa misteri itu.

Baca Juga:

Menjelang Maghrib Dan Rahasia Cincin

Burhan dan Maisaroh saling pandang, mereka bingung harus berbuat apa dan berkata apa lagi. Suasana pun Kembali hening, mereka berdua jadi mengkhawatirkan keadaan Alisa yang sedang berada di ruang makan sendiri. Waktu sudah hampir memasuki waktu maghrib, Burhan dan Maisaroh keluar dari kamar.

“Alisa, persiapan ke Masjid dulu waktu hamper maghrib!” Maisaroh berkata pada Alisa.

“Ya Bu, apa sudah ketemu cincin Ibu?” jawab Alisa balik bertanya kepada Ibunya.

“Sudah, hanya nyelip saja tadi,” jawab Maisaroh berbohong. Karena memang tidak kehilangan cincin. Sengaja bilang kehilangan cincin agar dapat berbicara empat mata dengan Burhan.

Kumandang maghrib pun berkumandang, keluarga Burhan berangkat ke masjid untuk melaksanakan Sholat maghrib. Mereka cukup rajin melaksanakan ibadah, meski penampilan mereka biasa saja.

Saat selesai jamaah, Burhan diajak bicara salah seorang tetangganya yang kebetulan memiliki pandangan batin yang baik. Burhan agak kaget, karena orang tersebut termasuk jarang ngobrol sebelumnya.

“Pak Burhan, boleh saya bertanya sesuatu?” tanya Hanan, pemuda yang dikenal baik dan ‘alim.

“Ada apa nak Hanan? Tumben mau ngobrol sama Bapak?” tanya Burhan.

Sosok Misterius Di Sekitar Rumah

“Begini Pak Burhan, eh sebaiknya kita sambil duduk gapapa, kan?” tanya Hanan.

“Boleh, tapi jangan lama-lama anak dan istriku mungkin takut ditinggal lama-lama sekarang,” jawab Burhan.

“Takut? Apakah ada sesuatu yang mengganggu keluarga Bapak akhir-akhir ini?” tanya Hanan.

“Gapapa, biasalah Wanita suka berpikir yang aneh-aneh,” jawab Burhan.

Sebenarnya Burhan merasa risih Ketika ditanya perihal keluarganya. Namun, Burhan tidak mau mengecewakan orang lain. Sehingga membuat jawaban agar tidak bertanya lebih lanjut. Namun, Burhan kaget, Ketika Hanan justru mengatakan jika yang akan ada kaitannya dengan hal itu.

“Begini Pak, sebelumnya mohon maaf karena yang ingin saya katakana ada kaitannya dengan hal itu!” kata Hanan.

“Maksudnya?” tanya Burhan, kali ini dia bertanya dengan nada sedikit naik menunjukkan kurang suka ditanya membahas soal itu.

“Jujur saja, beberapa malam kemarin, saat ronda saya melihat ada sosok Wanita di rumah Pak Burhan. Namun, setelah saya amati dan dekati sosok tersebut menghilang begitu saja,” kata Hanan.

Burhan terkejut, apa yang dikatakan Hanan sangat relevan dengan yang dialami oleh Alisa. Hampir tiap malam didatangi sosok Wanita dan melarang berhubungan dengan Bayu.

“Apa ada sesuatu yang dikatakan sosok Wanita itu?” tanya Burhan Kembali menurunkan nada bicaranya.

“Ada tapi hanya satu kalimat dan maaf, apa boleh kita lanjutkan pembicaraan ini di rumah. Boleh di rumah Pak Burhan, ataupun di rumah saya,” kata Hanan.

“Boleh di rumah saya saja, kalau Nak Hanan bersedia,” kata Burhan.

“Tentu saja Pak, kalau diizinkan,” jawab Hanan.

Ketegangan Kembali Ke Rumah

Kemudian, Hanan mengikuti Burhan ke rumahnya. Mereka melihat Maisaroh dan Alisa masih menunggu di teras rumah. Bukan karena tidak membawa kunci rumah, tapi karena tidak berani masuk ke dalam rumah.

“Eh ada Tamu, tumben Nak Hanan mau berkunjung kemari?” tanya Maisaroh.

“Iya Bu Saroh, kebetulan ada perlu dengan Pak Burhan,” jawab Hanan.

Sambil berkata Hanan melirik kearah Alisa, tapi dia tidak berani mengucap sepatah katapun. Hanya mengagumi kecantikan Alisa di dalam hati saja.

“Memang cantik sekali putri Pak Burhan ini. Mana rajin ibadah lagi, benar benar calon istri idaman,” kata Hanan dalam hati.

Hanan tidak tahu jika Alisa sudah memiliki lelaki yang dicintai. Karena Bayu sendiri tidak pernah datang ke rumah Alisa. Tidak ada istilah apel atau ngedate bagi Alisa dan Bayu. Mereka hanya saling suka dan membuat sebuah komitmen saja.

“Ayo silahkan masuk, Ibu dan Alisa kenapa masih di luar?” tanya Burhan.

“Nunggu Bapak lah, mau masuk duluan masih ngeri,” jawab Maisaroh.

Bayangan Anisa yang datang dalam mimpi di siang hari membuat Maisaroh takut. Bahkan saat Alisa mengajak masuk, Maisaroh tetap tidak mau dan menunggu suaminya datang.

“Sepertinya benar, keluarga ini sedang dihantui perkara mistis. Kesempatan untuk pendekatan kepada Alisa.” Hanan berkata dalam hati. Sudah lama Hanan menaruh hati kepada Alisa, tapi jangankan menyatakan perasaan. Bertemu dan berhadapan pun hamper tak pernah.

Jika ada pertemuan di kampung, mereka juga jarang ngobrol. Hanya sekadar say hello saja jika harus saling sapa. Itu juga tidak selalu dilakukan jika dipandang tidak perlu. Hal itu yang membuat Hanan justru semakin tertarik dengan pribadi Alisa.

Muncul Sosok Yang Ditakuti

“Apa yang Nak Hanan ingin sampaikan tentang sosok itu?” tanya Burhan kepada Hanan.

Mendengar Burhan bertanya tentang sosok, Maisaroh jadi penasaran dan makin gak berani meninggalkan Burhan. Sementara Alisa enggan ikut mendengar pembicaraan tamu. Hal itu yang diajarkan Burhan kepadanya.

“Ada apa Pak, kok sepertinya pembicaraan ini sangat serius?” tanya Maisaroh sebelum Hanan sempat menjawab pertanyaan Burhan.

“Tadi Nak Hanan ini bilang, saat keliling Ronda melihat sosok Wanita di rumah kita. Setelah didekati terus menghilang tapi mengatakan sesuatu, kata Nak Hanan ini!” jawab Burhan.

“Apa yang dikatakan dan siapa sosok itu sebenarnya Nak Hanan?” Maisaroh langsung mengajukan beberapa pertanyaan kepada Hanan.

“Maaf Pak, Bu sebenarnya saya masih ingin memastikan siapa sosok tersebut. Namun, ada yang sangat penting, karena sosok itu hanya bilang kepada saya untuk membantu keluarga ini,” jawab Hanan.

“Membantu? Maksudnya membantu bagaimana?” tanya Maisaroh.

“Apa bukannya sosok itu yang membahayakan kami, Nak Hanan?” tanya Burhan.

“Saya—” Hanan menghentikan ucapannya, terdiam sesaat, dia mau menjawab tapi pandangan matanya melihat sosok gadis kecil usia sekitar tiga belas tahunan. Atau seusia anak SMP. Sosok tersebut adalah sosok Anisa yang sebelumnya menemui Maisaroh dalam mimpi.

Baca Juga: CERITA HOROR – MISTERI RUMAH TUA