Berita  

Waspada! Daftar Merek Beras Premium Yang Diduga Dioplos Dengan Kualitas Standar

Waspada! Daftar Merek Beras Premium Yang Diduga Dioplos Dengan Kualitas Standar
Waspada! Daftar Merek Beras Premium Yang Diduga Dioplos Dengan Kualitas Standar
Waspada! Daftar Merek Beras Premium Yang Diduga Dioplos Dengan Kualitas Standar
Waspada! Daftar Merek Beras Premium Yang Diduga Dioplos Dengan Kualitas Standar

Waspada! Daftar Merek Beras Premium yang Diduga Dioplos dengan Kualitas Standar – Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dalam memilih beras, khususnya beras yang dijual dengan label premium. Pasalnya, sejumlah merek beras yang selama ini beredar luas di pasaran terindikasi dioplos dengan beras kualitas standar.

Pengoplosan ini tentu sangat merugikan konsumen, sebab beras yang dibeli tidak sesuai dengan kualitas yang dijanjikan di label kemasan.

Berikut adalah daftar merek beras yang terindikasi dioplos:

1. Wilmar Group

Sania

Sofia

Fortune

Sleep

2. Alfamidi (Setra Series)

Setra Pulen

Setra Ramos (Beras Pulen Wangi)

3. PT Foodstation Cipinang Raya

Ramos Premium

Setra Pulen

Setra Ramos

4. Belitang Panen Raya

Raja Platinum

Raja Ultima

5. Sentosa Utama Lestari (Java Group)

Baca Juga: Kericuhan Karnaval Di Malang: Truk Sound Horek Dikecam Warga Dan Diharamkan MUI

Ayana

6. PT Unid Candi Indonesia

Lezat

Laris

7. PT Buyung Putra Sembada

Topi Koko

8. PT Bintang Terang Lestari Abadi

Elevas Maximus

Sleep Hammer

9. PT Subur Jaya Indotama

Dua Koki

Beras Subur Jaya

10. CV Bumijaya Sejati

Raja Udang

Kakakadik

11. PT Jaya Utama Santika

Pandanwangi

BMW Citra Kepala Pandanwangi

Medium Pandanwangi

Kenapa Masyarakat Harus Waspada?

Pengoplosan beras biasanya dilakukan demi menekan biaya produksi dan meningkatkan margin keuntungan, namun tentu merugikan konsumen. Konsumen membayar mahal untuk kualitas premium, tapi justru mendapatkan beras dengan mutu standar bahkan lebih rendah.

Untuk itu, pemerintah dan otoritas terkait diharapkan melakukan pengawasan ketat, serta memberikan sanksi tegas bagi pelaku usaha yang terbukti memalsukan label mutu beras.

Masyarakat juga diimbau untuk meneliti kualitas beras secara mandiri, seperti dari warna, tekstur, dan aroma, serta menyampaikan laporan jika menemukan kejanggalan.