Kisah Wildan: Dari Anak Temperamental Menjadi Santri Mandiri

Kisah Wildan: Dari Anak Temperamental Menjadi Santri Mandiri
Kisah Wildan: Dari Anak Temperamental Menjadi Santri Mandiri
Kisah Wildan: Dari Anak Temperamental Menjadi Santri Mandiri
Kisah Wildan: Dari Anak Temperamental Menjadi Santri Mandiri

Kisah Wildan: Dari Anak Temperamental Menjadi Santri Mandiri – Wildan Namanya Umurnya baru 12 tahun. Asalnya dari Maguwoharjo. Ia merupakan anak Tengah dari 3 bersaudara.

Wildan mondok sejak kelas 4 SD. Dia mengikuti kakaknya Faris yang lebih dulu mondok disini. Tentunya tak ada kesulitan buat wildan beradaptassi dengan kondisis pondok. Dia juga cepat punya teman baru. Disini anaknya baik-baik katanya.

Namun sebenarnya dari keluarganya sendiri, terutama mbah utinya yang berkeinginan wildan mondok. Sebab di rumah kurang ada pengawasan dari orangtuanya yang sibuk bekerja.

Sehingga wildan saat itu gampang terpengaruh dengan teman-temannya yang kurang baik. Sehingga orang tuanya juga ingin  wildan ke pondok.

Baca Juga:

ZIFI… Bocah Pendiam, Pemalu, Calon Guru Masa Depan

ZIFI… Bocah Pendiam, Pemalu, Calon Guru Masa Depan https://sabilulhuda.org/zifi-bocah-pendiam-pemalu-calon-guru-masa-depan/

Awal Yang Sulit Temperamental Dan Kurang Jujur

Awalnya Wildan anaknya temperamental, gampang marah, dan agak ringan tangan. Kalau di ingatkan atau di nasehati sama pengasuhnya kadang tidak terima. Masuk kamar dan membanting pintu. Wildan juga kurang jujur saat itu, terutama dalam hal uang jajan.

Sehingga dia sering kena tegur bu Nyai. Tetapi lambat laun, semakin bertambah usianya, Wildan semakin dewasa, semakin tenang dan bisa mengendalikan diri dan lebih jujur . Dan lebih taat pada aturan pondok.

Wildan juga rajin mengikuti kegiatan pondok. Sholat, mengaji dan kegiatan lainnya dia ikuti dengan senang hati. Awal kedatangannya di sini Wildan mengatakan baru iqro” 1, dan sekarang dalam waktu 2 tahun wildan sudah bisa membaca AL Quran dan hafalan beberapa surat dan hadits.

Seperti anak-anak pada umumnya, wildan senang bermain dengan teman-temannya di kebun, main sepeda, mengambil jeruk ataupun naik pohon jambu. Dia juga sering terlibat dalam gotong roryomg pondok, entah bersih-bersih atau yang lainnya.

Hidup Seimbang Antara Main Bola Dan Mengaji

Hobinya sepak bola, maka saat di tanya apa cita-citanya, dia ingin menjadi sepak bola profesional. Walaupun belum ikut sekolah sepak bola, tapi wildan ikut ekstrakurikuler sepakbola di sekolah, dan sering berlatih bersama anak-anak pondok lainnya.

Sekarang Wildan sudah masuk SMP dan alhamdulillah bersama temannya Fajar berhasil di terima di sekolah negeri. Hal itu membanggakan orangtua dan keluarganya. Wildan bertekad untuk belajar lebih rajin supaya tercapai apa yang dia cita-citakan.

Walaupun sekarang kakaknya sudah tidak di pondok, Wildan masih tetap mondok, belajar ilmu agama lebih dalam.  Wildan tidak mau bergantung kepada kakaknya. Dia mau berdiri di atas kakinya sendiri.

Wildan juga termasuk anak yang mandiri, Sejak datang ke sini sudah mengurusi dirinya sendiri, termasuk mencuci bajunya sendiri dan mengurusi keperluan pribadinya. Tumbuh Bersama teman-temannya santri lainnya, Wildan tumuh menjadi pribadi yang mandiri dan tangguh,dan Sholeh.  

Baca Juga: Pengabdian Anwar dan Kasidah Terakhir Bersama Abdul Kadir Jailani