
cerita 23: Kepiting dan Ibu Katak Penjaga Ratusan Anak – Di sebuah danau kecil yang damai di tengah hutan rimbun, hiduplah dua sahabat unik: seekor Kepiting betina bernama Kera dan seekor Katak bijaksana bernama Bu Ranti.
Mereka berdua sama-sama seorang ibu yang luar biasa. Kera, si kepiting, punya ratusan anak kecil yang lucu-lucu, selalu bergerak ke samping dengan capit mungil. Sementara Bu Ranti, si katak, punya ratusan kecebong yang berenang riang ke sana ke mari, ekornya berkibas lucu di dalam air.
Meski berbeda bentuk, cara berjalan, dan tempat tinggal Kera lebih suka menyusuri tepian danau, sementara Bu Ranti tinggal di bawah daun Teratai mereka bersahabat sangat erat. Setiap pagi, mereka saling menyapa:
Persahabatan Kepiting Dan Ibu Katak Yang Saling Menjaga
“Selamat pagi, Bu Ranti! Anak-anakmu berenang seperti tarian angin,” seru Kera ceria.
“Selamat pagi, Kera! Anak-anakmu baris rapi seperti pasukan mungil. Hebat sekali!” balas Bu Ranti sambil tertawa.
Mereka berdua juga saling membantu menjaga anak-anak mereka. Kera sering membantu menggiring kecebong-kecebong Bu Ranti yang nyasar ke tepian. Sementara Bu Ranti selalu sigap melompat menakut-nakuti burung bangau yang kadang ingin memangsa anak-anak kepiting.
Baca Juga:

Cerita 22: Tukur Terbang Lewat Labirin Udara https://sabilulhuda.org/cerita-22-tukur-terbang-lewat-labirin-udara/
Suatu Hari yang Panas
Pada suatu siang yang sangat terik, air danau mulai surut. Permukaan air memantulkan cahaya matahari seperti cermin panas. Anak-anak kepiting dan kecebong pun mulai kehausan dan rewel.
“Bu Ranti,” kata Kera, “air mulai surut. Bagaimana kalau kita pindah sementara ke bagian danau yang lebih dalam?”
Bu Ranti mengangguk, “Ide bagus, tapi kita harus mengangkut anak-anak. Mereka belum bisa jalan jauh.”
Kera berpikir keras. Lalu, ia berseru, “Ayo, kita kerja sama! Anak-anak kepitingku bisa menggiring kecebong-kecebongmu dari belakang, sementara kau melompat di depan untuk menunjukkan arah.”
Dan begitu lah, dimulailah perjalanan besar itu.
Bayangkan: ratusan kecebong mengikuti bayangan ibunya, dan ratusan kepiting mungil berjalan menyamping, mendorong mereka dari belakang. Perjalanan panjang dan lucu itu membuat seluruh danau terheran-heran.
Tangis, Nyanyian, Dan Semangat
Burung pipit di atas pohon berkata, “Lihat! Pasukan lucu itu seperti parade!”
Kera dan Bu Ranti bekerja tanpa lelah. Di tengah jalan, seekor kecebong kecil menangis, “Aku lelah, aku takut…”
Kera segera datang dan menunduk, “Tenang, Nak. Ibu di sini. Kau bisa istirahat sebentar di bawah daun ini.”
Bu Ranti pun menyanyi pelan, suara lembutnya menenangkan:
“Air dan angin bersatu
Menjaga kita yang kecil dan lucu
Jangan takut, jangan sedih
Karena bersama, kita akan selalu pulih…”
Anak-anak pun semangat kembali. Mereka melanjutkan perjalanan hingga akhirnya mencapai bagian danau yang dalam dan sejuk.
Sesampainya di sana, semua anak bersorak gembira. Mereka bermain air, berenang, menari, dan tertawa. Kera dan Bu Ranti duduk berdampingan di atas batu besar.
“Bu Ranti,” kata Kera, “Aku sangat bersyukur memilikimu sebagai sahabat.”
“Dan aku juga, Kera,” jawab Bu Ranti, “Kita berbeda, tapi cinta kita kepada anak-anak membuat kita sama.”
Sejak saat itu, setiap musim kemarau datang, Kepiting dan Bu Ranti selalu bekerja sama mengajak anak-anak mereka berpindah ke tempat yang lebih aman. Anak-anak tumbuh dengan melihat kasih sayang dan kerjasama dua sahabat berbeda dunia.
Mereka belajar bahwa persahabatan bukan soal bentuk atau suara, tapi soal hati yang saling menjaga.
Pesan untuk Adik-Adik
Adik-adik sayang, dari kisah Kera dan Bu Ranti, kita belajar bahwa:
Persahabatan sejati itu menerima perbedaan.
Kerja sama membuat yang berat terasa ringan.
Kasih sayang seorang ibu selalu menemukan jalan.
Sekarang, tarik selimutmu…
Baca Juga: Buku Dongeng Gratis Tersedia di Situs Kemdikbud
Bayangkan kamu sedang tidur di bawah daun teratai, ditemani suara air, anak-anak kepiting, dan kecebong yang menari.
Selamat tidur, bintang kecil…
~ Tamat ~
Oleh: Izzayumna













