
Gunung Merapi Keluarkan Asap Putih, Terpantau dari Srumbung Magelang 9 Juli 2025 – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi kembali terpantau pada Rabu pagi, pukul 10:45 WIB. Dari wilayah Ngori, Srumbung, Magelang, terlihat dengan jelas asap putih membumbung dari kawah Gunung Merapi.
Asap putih tersebut tampak membubung secara perlahan dengan ketinggian yang cukup mencolok, namun tetap dalam kategori normal berdasarkan visual pengamatan. Cuaca di sekitar lokasi saat kejadian terpantau cerah, sehingga warga bisa melihat aktivitas Merapi dengan cukup jelas.
Fenomena ini sempat direkam oleh warga setempat dan di bagikan di media sosial. Dalam video yang berdurasi singkat tersebut, tampak jelas kolom asap berwarna putih yang muncul dari kawah. Dan di sertai suasana hening di sekitar kaki gunung.
Baca Juga:

Status Gunung Merapi 7 Juli 2025: Masih Siaga, Potensi Bahaya Perlu Diwaspadai https://sabilulhuda.org/status-gunung-merapi-7-juli-2025-masih-siaga-potensi-bahaya-perlu-diwaspadai/
Menurut informasi dari pos pengamatan Gunung Merapi, aktivitas ini termasuk dalam kategori hembusan atau gas vulkanik alami yang biasa terjadi pada gunung api aktif.
Himbauan Masyarakat Sekitar
Meski demikian, masyarakat tetap di himbau untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari BPPTKG (Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi).
Warga di sekitar lereng Merapi, terutama yang berada di zona rawan bencana seperti Srumbung, Nglumut, dan sekitarnya, di himbau untuk tidak beraktivitas dalam radius yang sudah di tentukan oleh pihak berwenang.
“Asap putih seperti ini biasa terjadi akibat pelepasan gas dari perut bumi. Selama tidak di sertai guguran lava pijar atau letusan eksplosif, status Merapi masih aman,” ujar salah satu relawan kebencanaan setempat.
Hingga berita ini di turunkan, belum ada peningkatan status dari Gunung Merapi. Aktivitas masyarakat di sekitar Srumbung masih berjalan normal, meskipun sebagian warga tetap mengamati kondisi gunung dengan penuh kewaspadaan.
Tonton Video: Status gunung merapi 9 juli 2025
Masyarakat di harapkan untuk terus memantau informasi dari BPPTKG, BMKG, atau kanal informasi resmi lainnya agar tidak termakan kabar hoaks.













