Cerita 16: Merpati Putih dan Semut Kecil

dongeng anak cerita
Cerita 10: Pesta Dansa Bohongan di Hutan
dongeng anak cerita
Cerita 16: Merpati Putih dan Semut Kecil

Cerita 16: Merpati Putih dan Semut Kecil – Di sebuah hutan hijau yang damai, hiduplah seekor burung merpati putih bernama Lala. Ia terkenal sebagai burung yang baik hati dan suka menolong siapa pun yang membutuhkan. Sayapnya indah, bulunya bersih, dan suaranya merdu setiap pagi.

Di bawah pohon besar tempat Lala bersarang, tinggallah seekor semut kecil bernama Kiki. Kiki rajin dan cekatan, tapi tubuhnya sangat kecil sehingga sering diabaikan oleh hewan-hewan lain. Meski begitu, Kiki tidak pernah berkecil hati.

Setiap pagi, Lala akan terbang turun dan menyapa Kiki yang sedang mengangkat remah roti lebih besar dari tubuhnya.

“Hai, Kiki! Kamu kuat sekali!” sapa Lala.

“Hehe, terima kasih, Lala. Meskipun kecil, aku harus bekerja keras,” jawab Kiki sambil tersenyum.

Mereka berdua menjadi sahabat. Lala sering membawakan remah-remah roti dari tempat yang jauh untuk dibagikan ke koloni semut, dan Kiki akan membersihkan sarang Lala dari ulat-ulat kecil.

Bahaya Di Pinggir Sungai

Suatu hari matahari bersinar terik. Angin pun nyaris tak bertiup. Lala terbang ke sungai kecil untuk minum. Ia hinggap di batu pinggir sungai, lalu menunduk untuk meminum air yang jernih.

Baca Juga:

dongeng anak cerita

Cerita 15: Persahabatan Kancil, Landak, Dan Kelinci https://sabilulhuda.org/cerita-15-persahabatan-kancil-landak-dan-kelinci/

Tanpa ia sadari, seorang pemburu sedang mengintainya dari semak-semak.

Pemburu itu mengangkat senapan dan membidik tepat ke arah Lala.

Tak jauh dari situ, Kiki si semut sedang membawa biji jagung yang hampir sama besar dengan tubuhnya. Saat ia menengok ke arah sungai, matanya melihat sesuatu yang mencurigakan: sepatu kulit besar milik pemburu!

Kiki menatap ke atas dan melihat… senapan diarahkan ke Lala!

“Tidak! Lala dalam bahaya!” teriak Kiki dalam hati.

Meski tubuhnya kecil, Kiki tidak berpikir panjang. Ia berlari sekencang-kencangnya ke arah pemburu dan langsung memanjat kakinya, lalu menggigit betis pemburu dengan seluruh kekuatannya.

“Aaaaakh!!” teriak si pemburu. Tangannya terpental, senapan jatuh ke tanah.

Suara itu membuat Lala tersentak. Ia menoleh dan melihat pemburu berdiri sambil menggaruk kakinya.

Tanpa menunggu, Lala langsung terbang tinggi ke langit, menjauh dari bahaya.

Penghargaan Untuk Sang Pahlawan Kecil

Sore hari, Lala kembali ke pohon tempat ia tinggal. Kiki sudah menunggunya di bawah, sambil duduk kelelahan.

“Kiki! Kamu penyelamatku!” kata Lala sambil meneteskan air mata haru.

Kiki tersenyum malu. “Aku hanya semut kecil, tapi aku tidak ingin temanku celaka.”

Lala memeluk Kiki dengan sayapnya yang hangat. “Kamu mungkin kecil, tapi hatimu sangat besar. Hari ini, kamu menyelamatkanku, Kiki. Aku berutang nyawa padamu.”

Sejak saat itu, semua hewan di hutan memandang semut dengan hormat. Mereka belajar bahwa bukan ukuran tubuh yang menentukan keberanian, tetapi keikhlasan untuk menolong.

Hikmah Dongeng:

Kebaikan dan keberanian tidak tergantung pada besar kecilnya tubuh, tapi pada ketulusan hati. Seekor semut yang kecil bisa menyelamatkan seekor burung yang besar.

Tolong-menolong adalah tanda persahabatan sejati, dan tidak ada makhluk yang terlalu kecil untuk berbuat baik. Yuk mulai sekarang selalu diinyat ya!

 Jangan pernah meremehkan teman yang kecil atau lemah.

Jadilah pemberani dan penolong seperti Kiki si semut.

Seperti Lala, belajarlah berterima kasih kepada yang menolong kita.

Baca JugaBuku Dongeng Gratis Tersedia di Situs Kemdikbud

Oleh: Izzayumna