MUTIARA HIKMAH IMAM SYAFI’I

MUTIARA HIKMAH IMAM SYAFI’I
MUTIARA HIKMAH IMAM SYAFI’I
MUTIARA HIKMAH IMAM SYAFI’I
MUTIARA HIKMAH IMAM SYAFI’I

MUTIARA HIKMAH IMAM SYAFI’I – Imam Syafi’I adalah seorang ulama besar yang sangat terkenal pendiri madzab syafi’i.Selain itu beliau adalah seorang penyair ulung dan sastrawan besar dunia. Banyak kata-kata mutiaranya yang bijak, bermakna dan sangat menginspirasi serta menjadi pengingat dalam kehidupan .

Imam Syafi’i menjadi salah satu bagian dari kerabat Rasulullah, berdarah turunan Bani Muththalib, yaitu keturunan dari al-Muththalib, saudara dari Hasyim, yang merupakan kakek Nabi Muhammad.

Imam Syafi’i mempunyai banyak murid dan dikenal juga karena memiliki banyak karomah atau keistimewaan. Di antaranya yaitu, beliau dapat melihat atau meneropong masa depan murid-muridnya kelak di kemudian hari.

Dan ini menjadi salah satu alasan mengapa kata mutiara Imam Syafi’I selalu berpandangan tentang masa yang akan datang.

Kata-kata Mutiara Imam Syafi’I tentang  ilmu pengetahuan:

  1. Cukuplah ilmu menjadi sebuah keutamaan saat orang yang tak memiliki mengaku-ngaku memilikinya dan merasa senang jika dipanggil dengan gelar ilmuwan.
  2. Cukuplah kebodohan menjadi aib saat orang yang bodoh merasa terbebas darinya dan marah jika digelari dengannya.
  3. Jika kamu tidak tahan terhadap penatnya belajar, maka kamu akan menanggung bahayanya kebodohan”
  4. Ilmu itu seperti air. Jika ia tidak bergerak, maka ia akan menjadi keruh lalu membusuk
  5. Aku mampu berhujah dengan 10 orang berilmu, tapi aku akan kalah pada satu orang yang jahil (bodoh) karena ia tidak tahu akan landasan ilmu.
  6. Andaikan aku ditakdirkan mampu menyuapkan ilmu kepadamu, pasti kusuapi engkau dengan ilmu
  7. Besarnya rasa takut itu sesuai dengan kapasitas ilmunya.

Baca Juga:

  1. Betapa aku senang, jika semua ilmu yang aku ketahui dimengerti oleh semua orang. Maka dengannya aku mendapat pahala, meskipun mereka tidak memujiku.
  2. Ilmu itu bukan yang dihafal, tetapi yang memberi manfaat.
  3. Orang yang pandai akan bertanya tentang apa yang ia ketahui dan tidak ia ketahui. Dengan menanyakan apa yang ia ketahui, maka ia akan semakin mantap, dan dengan menanyakan apa yang belum ia ketahui, maka ia akan menjadi tahu. Sementara orang bodoh itu meluapkan kemarahannya karena sulitnya ia belajar, dan ia tidak menyukai Pelajaran.
  4. Siapa yang menghendaki kehidupan dunia, maka harus disertai dengan ilmu. Dan siapa yang menghendaki kehidupan akhirat, juga harus dengan ilmu
  5. Orang yang berilmu dan beradab, tidak akan diam di kampung halaman. Tinggalkan negerimu, merantaulah ke negeri orang.
  6. Orang yang mengkaji ilmu faraid dan sampai pada puncaknya, maka akan tampil sebagai sosok orang yang ahli berhitung. Adapun ilmu hadits, itu akan tampak nilai keberkahan dan kebaikannya pada saat tutup usia. Adapun ilmu fiqih, itu merupakan ilmu yang berlaku untuk semua kalangan baik muda maupun yang tua, karena fiqih merupakan dasar dari segala ilmu
  7. Ilmu tidak akan dapat di raih kecuali dengan ketabahan.
  8. Ilmu itu adalah sesuatu yang bernilai positif, bukan yang menempel di kepala.
  9. Tujuan dari sebuah ilmu itu adalah untuk mengamalkannya, maka ilmu yang hakiki adalah ilmu yang terefleksikan dalam kehidupannya, bukan ilmu yang hanya bertengger di kepala.
  10. Engkau takkan mampu menyenangkan semua orang. Karena itu, cukup bagimu memperbaiki hubunganmu dengan Allah, dan jangan terlalu peduli dengan penilaian manusia.
  11. Jadikan akhirat di hatimu, dunia di tanganmu, dan kematian di pelupuk matamu.
  12.  Jika ada seorang yang ingin menjual dunia ini kepadaku dengan nilai harga sekeping roti, niscaya aku tidak akan membelinya.
  13.  Pilar kepemimpinan itu ada lima: Perkataan yang benar; Menyimpan rahasia; Menepati janji; Senantiasa memberi nasehat; Menunaikan amanah.

 Kata-kata  mutiara Imam Syafi’i tentang kehidupan :

  1. Pekerjaan terberat itu ada tiga: Sikap dermawan di saat keadaan sempit; Menjauhi dosa di kala sendiri; Berkata benar di hadapan orang yang di takuti.
  2. Pilar kepemimpinan itu ada lima: Perkataan yang benar; Menyimpan rahasia; Menepati janji; Senantiasa memberi nasehat; Menunaikan amanah.
  3. Tiada kesusahan yang kekal, tiada kegembiraan yang abadi, tiada kefakiran yang lama, tiada kemakmuran yang lestar
  4. Jika terdapat banyak kebutuhan yang harus di penuhi, maka mulailah dari yang terpenting dan mendesak.
  5. Barang siapa mengadu domba untuk kepentinganmu, maka dia akan mengadu domba dirimu. Dan barang siapa menyampaikan fitnah kepadamu, maka ia akan memfitnahmu.
  6. Kaji dan dalami lah sebelum engkau menduduki jabatan, karena kalau engkau telah mendudukinya, maka tidak ada kesempatan bagimu untuk mengkaji dan mendalaminya.
  7. Manusia yang paling tinggi kedudukannya adalah mereka yang tidak melihat kedudukan dirinya, dan manusia yang paling banyak memiliki kelebihan adalah mereka yang tidak melihat kelebihan dirinya.
  8. Sebagaimana Tuhanmu telah mencukupkan rezekimu di hari kemarin, maka jangan khawatirkan rezekimu untuk esok hari.
  9. Bumi Allah amatlah luas, namun suatu saat apabila takdir sudah datang angkasa pun serasa sempit.
  10.  Biarlah mereka bersikap bodoh dan menghina, dan tetaplah kita bersikap santun. Gaharu akan semakin wangi ketika di sulut api.

Baca: Cak Nun Ajak Ribuan ASN Kemenag Baca Shalawat Nariyah