Sakit? Jangan Hanya Berobat, Ini Kekuatan Doa Menurut Islam

SAKIT? BERDOA DAN BEROBATLAH
SAKIT? BERDOA DAN BEROBATLAH

Terakhir diperbarui: 26 Januari 2026

Sabilulhuda, Yogyakarta – Sakit adalah kondisi yang tidak pernah diinginkan oleh siapa pun. Saat tubuh terasa lemah, nyeri menyerang, atau aktivitas sehari-hari terganggu, yang muncul di pikiran kita hanyalah satu hal: bagaimana caranya agar cepat sembuh. Tidak jarang, rasa cemas dan khawatir ikut menyertai kondisi sakit tersebut.

Bagi seorang muslim, sakit bukan sekedar ujian fisik, tetapi juga ujian keimanan. Islam mengajarkan keseimbangan yang sangat indah antara ikhtiar lahiriah melalui berobat dan ikhtiar batiniah melalui doa serta tawakal kepada Allah SWT.

Baca Juga: Doa Menjenguk Orang Sakit: Dan Keutamaan Menurut Islam
Baca Juga: Paling Menyentuh! 6 Doa untuk Orang Tua yang Wajib Diamalkan

Sakit dan Ikhtiar: Mengapa Kita Harus Berobat?

Ketika sakit, langkah pertama yang biasanya kita akukan adalah minum obat atau pergi ke dokter. Ini adalah hal yang wajar dan justru islam menganjurkanya. Berobat bukan tanda kurangnya iman, tetapi bentuk ikhtiar yang Allah dan Rasul-Nya perintahkan.

Allah Maha Penyembuh

 Hal ini seperti perkataan Nabi Ibrahim ‘alaihis salaam dalam Al Qur’an :

وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ

“Dan apabila aku sakit. Dialah (Allah) yang menyembuhkanku” (As Syu’araa: 80)

Baca artikel Berikut:

Dari sahabat Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ، فَإِذَا أُصِيْبَ دَوَاءُ الدَّاءِ بَرَأَ بِإِذْنِ اللهِ

“Semua penyakit ada obatnya. Jika sesuai antara penyakit dan obatnya, maka akan sembuh dengan izin Allah” (HR Muslim 2204)

Dari sahabat Abu Hurairah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَا أَنْزَلَ اللهُ دَاءً إِلاَّ أَنْزَل لَهُ شِفَاءً

“Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit, kecuali Allah juga menurunkan obatnya” ( HR Bukhari 5354).

Baca Juga: Doa Agar Diberi Kesehatan

Hadits Tentang Perintah Berobat

Saat sakit, kita di perintahkan untuk berobat, sebagai salah satu bentuk ikhtiar penyembuhan. Tapi keyakinan bahwa kesembuhan itu dari Alloh SWT harus kita tanamkan dalam diri manusia.

Dalam Musnad Imam Ahmad dan yang lainnya, dari Usamah bin Syariik radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan :

“Aku berada di samping Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian datang seseorang dan berkata: “Ya Rasulullah, apakah aku perlu berobat?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

نَعَمْ يَا عِبَادَ اللَّهِ تَدَاوَوْا فَإِنَّ اللَّهَ لَمْ يَضَعْ دَاءً إِلَّا وَضَعَ لَهُ شِفَاءً غير داء واحد قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا هُوَ قَالَ الْهَرَمُ

“Ya. Wahai hamba Allah, berobatlah! Sesungguhnya Allah tidak memberikan penyakit, kecuali Allah juga memberikan obatnya, kecuali untuk satu penyakit. Orang tersebut bertanya: “Ya Rasulullah, penyakit apa itu?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Penyakit tua”

Dalam hadits  riwayat Ahmad dan yang lainnya di sebutkan :

إِنَّ اللهَ لَمْ يَنْزِلْ دَاءً إِلاَّ وَأَنْزَل لَهُشِفَاءً، عَلِمَهُ مَنْ عَلِمَهُ و جَهِلَهُ مَنْ جَهِلَهُ

“Sesungguhnya Allah tidak menurunkan penyakit, kecuali Allah juga menurunkan obatnya. Ada orang yang mengetahui ada pula yang tidak mengetahuinya.

Baca Juga: Memperbanyak Istighfar: Kunci Kehidupan yang Bersih dan Bermakna

Jadi sebagai seorang muslim, apabila kita sedang sakit di perintahkan untuk berdoa, bersabar dan juga berikhtiar dengan berobat. Kita harus yakin bahwa kesembuhan yang di dapat itu atas izin dari Allah SWT.

Baca Juga: Doa Kesembuhan Paling Mustajab Saat Sakit, Sesuai Sunnah Nabi