
Hasil Otopsi Ungkap Penyebab Meninggalnya Pendaki Brasil di Gunung Rinjani – Hasil dari otopsi terhadap pendaki asal Brasil, Juliana Marins, mengonfirmasi bahwa ia meninggal akibat cedera fatal setelah terjatuh ke jurang sedalam 600 meter di kawasan Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Dokter forensik Dr. Ida Bagus Putu Alit menyampaikan bahwa luka-luka yang ditemukan di tubuh Juliana menunjukkan bukti kuat terjadinya benturan keras dengan benda tumpul. Benturan ini yang menyebabkan kerusakan serius pada organ vital, serta perdarahan hebat di bagian dada dan perut.
Baca Berita: Kapolri Mutasi Empat Jenderal Bintang Tiga! Termasuk Ketua KPK Dan Kepala BNPT
Dari hasil otopsi ini juga menunjukkan bahwa Juliana mengalami patah tulang di beberapa bagian tubuh penting. Antara lain dada, punggung, dan paha. Luka-luka yang di alami bersifat multiple trauma, artinya hampir seluruh tubuhnya mengalami benturan.
“Bukti-bukti yang kami temukan mengindikasikan kematian akan segera terjadi. Karena luka yang sangat parah, termasuk kerusakan pada organ-organ dalam,” jelas Dr. Ida Bagus.
Peristiwa tragis ini terjadi pada Sabtu, 21 Juni 2025. Jenazah Juliana baru di temukan tiga hari kemudian dan berhasil di evakuasi pada Rabu, 25 Juni. Setelah tim SAR menghadapi medan ekstrem dan cuaca yang tidak menentu di sekitar lokasi jatuhnya korban.
Di sisi lain, Ali Mustofa, pemandu lokal yang mendampingi pendakian Juliana, membantah tudingan bahwa ia meninggalkan korban. Ia mengaku hanya berjalan mendahului beberapa menit, dan baru menyadari sesuatu terjadi ketika melihat cahaya senter dari dasar jurang. Kemudian mendengar teriakan minta tolong dari bawah.
Tragedi ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan prosedur keselamatan saat mendaki. Terutama di medan yang curam dan ekstrem seperti Gunung Rinjani.
Pihak berwenang mengimbau agar wisatawan asing maupun domestik selalu mendaki dengan pemandu berpengalaman. Serta mengikuti semua arahan keselamatan untuk mencegah insiden serupa terulang di masa depan.
Tonton Video Lengkapnya: Alasan Kapolri Listyo Sigit Mutasi 4 Komjen: Sebuah Dinamika Organisasi hingga Pensiun













