Berita  

Laboratorium Israel Hancur Dihantam Rudal Iran! Proyek Riset Bertahun-Tahun Musnah

Laboratorium Israel Hancur Dihantam Rudal Iran! Proyek Riset Bertahun-Tahun Musnah
Laboratorium Israel Hancur Dihantam Rudal Iran! Proyek Riset Bertahun-Tahun Musnah
Laboratorium Israel Hancur Dihantam Rudal Iran! Proyek Riset Bertahun-Tahun Musnah
Laboratorium Israel Hancur Dihantam Rudal Iran! Proyek Riset Bertahun-Tahun Musnah

Laboratorium Israel Hancur Di hantam Rudal Iran! Proyek Riset Bertahun-Tahun Musnah – Konflik bersenjata antara Iran dan Israel memang sudah mereda lewat kesepakatan gencatan senjata. Namun, dampak kehancuran yang di tinggalkan masih terasa sangat berat, khususnya bagi Israel.

Enam laboratorium penelitian milik Universitas Ben-Gurion, Israel, hancur lebur akibat serangan rudal Iran pada 19 Juni lalu.

Dilansir dari The Times of Israel, serangan itu juga menyebabkan sembilan laboratorium lain rusak parah. Fasilitas yang terdampak termasuk ruang kelas, laboratorium pengajaran, dan ruang bedah Fakultas Ilmu Kesehatan.

Bahkan, 30 gedung di kawasan kampus utama keluarga Marcus ikut terdampak. Kerugian di perkirakan mencapai ratusan juta shekel.

Universitas Ben-Gurion mengaku kehilangan proyek riset penting di bidang kedokteran dan biologi yang sudah di bangun selama bertahun-tahun. Semuanya hancur dalam sekejap.

Baca Juga:

Heboh lagu Boom Boom Tel Aviv! Begini Makna Liriknya Yang Sangat Dalam

Heboh lagu Boom Boom Tel Aviv! Begini Makna Liriknya Yang Sangat Dalam https://sabilulhuda.org/heboh-lagu-boom-boom-tel-aviv-begini-makna-liriknya-yang-sangat-dalam/

Serangan AS ke Iran Di nilai Kurang Efektif

Sementara itu, dari sisi Amerika Serikat, serangan ke fasilitas nuklir Iran justru di nilai kurang efektif. Laporan intelijen menyebut bahwa komponen utama program nuklir Iran masih utuh, termasuk cadangan uranium dan sentrifugal.

Serangan itu di sebut hanya menghambat program Iran selama beberapa bulan ke depan.

Menanggapi kebocoran laporan tersebut, Gedung Putih langsung memperketat pembatasan intelijen. Presiden AS Donald Trump di sebut marah besar dan mendorong penyelidikan internal.

Iran pun tidak tinggal diam. Komandan pasukan elite IRGC, Mayor Jenderal Mohammad Pakpour, menegaskan kesiapan penuh Iran dalam menghadapi agresi lanjutan dari AS dan Israel.

Bahkan, Iran telah menangkap dan mengeksekusi tiga mata-mata Israel, serta lebih dari 700 orang lainnya yang di duga agen Mossad.

Di sisi lain, hasil survei menunjukkan bahwa 45% warga Amerika menolak serangan ke Iran, dan 74% khawatir AS akan terseret ke perang besar. Gencatan senjata akhirnya di umumkan Trump setelah pangkalan militer AS di Qatar di serang.

Namun, muncul tanda tanya besar soal keberadaan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Ia belum muncul ke publik sejak gencatan senjata, memicu spekulasi bahwa ia tengah bersembunyi di bunker untuk menghindari upaya pembunuhan.