
Cerita 10: Pesta Dansa Bohongan di Hutan – Di suatu sore yang mendung tapi ceria di hutan Plawangan, musang Sangsang mengumumkan kabar besar:
“Hai para penghuni hutan! Malam ini akan diadakan Pesta Dansa Liar di Bukit Turgo! Semua harus datang dengan pakaian terbaik! Makanan gratis! Musik meriah! Pokoknya… pesta paling heboh tahun ini!”
Kabar ini menyebar seperti asap gunung merapi. Semua hewan sibuk berdandan. Kelinci Kiki melilitkan pita ungu di telinganya, ayam Ruyuk meminyaki jenggernya, dan bahkan kura-kura Rono memoles tempurungnya dengan minyak kelapa murni.
Tapi…
Yang tidak diketahui semua adalah: pesta itu BOHONGAN!
Sangsang hanya ingin melihat semua hewan berdandan norak dan menari di tempat kosong, lalu memotret mereka diam-diam dari balik semak.
“Ini akan lucu sekali,” gumam Sangsang, “Mereka menari seperti bego tanpa musik. Aku akan jadi viral di TikHutan!”
Namun rencana jahat itu terdengar oleh dua sahabat cerdik: Miu si Kucing Genit dan Tukur si Merpati DJ.
Mereka saling pandang.
“Pesta bohongan? Kita buat sekalian jadi pesta beneran yuk,” kata Miu sambil mengecat kumisnya dengan glitter.
Tukur mengangguk semangat, “Aku punya speaker! Mega Bass 2000 watt daritnduk mamoot purba ada serruling gading gajah ada terompet siput purba dan ada bedug dari kulit harimau!”
Baca Dongeng Berikut:

Cerita 9 Srigala I Rancak Dan Topeng Domba https://sabilulhuda.org/cerita-9-srigala-i-rancak-dan-topeng-domba/
Malam pun tiba.
Semua hewan datang dengan semangat, walau sempat curiga karena tidak ada dekorasi, tidak ada lampu, dan… tidak ada makanan.
Sangsang menahan tawa di semak, siap dengan kamera. Tapi tiba-tiba…
“DUARRR!!”
Tiba-tiba lampu kelap-kelip menyala dari atas pohon, yang asalnyadari ribuan kunang-kunang!
Tukur terbang di udara sambil memainkan remix dangdut hutan.
Miu tampil dari balik daun dengan gaun penuh lampu LED dan teriak,
“Selamat datang di Pesta Dansa Asliii!! DJ Tukur naik panggung!”
Semua hewan bersorak! Mereka langsung joget massal! Bahkan landak Ladi sampai menusuk pohon karena terlalu semangat goyang.
Sangsang panik. Ia keluar dari semak dan berteriak,
“Hei! Ini bukan rencana! Ini harusnya pesta bohongan!”
Tapi tiba-tiba kamera Sangsang terjatuh dan… klik!
Ternyata, fotonya sendiri yang tertangkap: berdiri di tengah semak pakai piyama dan topi kerucut dari daun pisang!
Seluruh hutan melihat layar proyektor yang dipasang oleh burung Pipit: wajah Sangsang terpampang besar—“MUSANG PESTA TIPU-TIPU!”
Tertawalah semua hewan. Sangsang hanya bisa nyengir, sambil digeret ke lantai dansa oleh kura-kura Rono dan kambing Bonang.
“Kalau udah bohongin kami, minimal goyang dulu, Sangsang!”
Dan malam itu jadi pesta dansa paling heboh sepanjang sejarah hutan…
…berkat kebohongan yang malah jadi hiburan.
Pesan moral:
Kadang niat jahat bisa berubah jadi pesta kalau ada niat baik dan sound system 2000 watt!
Baca Juga: Buku Dongeng Gratis Tersedia di Situs Kemdikbud
Oleh: Izzayumna













