
Lomba Lari dan Kulit Pisang Si Burung Jalak – Di tegalan pinggir sawah, hewan-hewan sedang bersiap untuk acara besar tahunan: Lomba Lari Hewan se Cangkringan Pakem dan Turi dilereng Merapi!
Ada si kelinci Cilot, kura-kura Tutu, ayam Ruyuk, bebek Weki, dan tentu saja… musang Sangsang, si sok jago yang selalu punya trik licik.
“Hai kalian! Aku akan menang, tentu saja,” kata Sangsang dengan gaya sombong. “Aku ini pelari tercepat di lima bukit, tujuh lembah, dan dua warung kopi!”
“Ayo buktikan saja di garis akhir,” sahut Cilot si kelinci.
Sementara semua hewan siap dengan niat jujur dan semangat, Sangsang mulai merencanakan aksi curangnya.
“Hehe… aku sudah siapkan jalan pintas lewat belakang pohon pisang. Aku akan muncul tepat di depan garis akhir! Siapa yang bisa mengalahkan kecerdasan musang Sangsang, hah?” katanya sambil menyusun rencana di semak-semak.
Baca Juga:

Cerita 6 Kandang Emas Tipuan Sangsang https://sabilulhuda.org/cerita-6-kandang-emas-tipuan-sangsang/
“Siap… satu… dua… TIGA!”
Semua hewan lari dengan semangat. Tutu si kura-kura tertinggal, tapi tetap jalan teguh. Sangsang? Belok ke semak-semak sambil terkekeh.
“Hehe… tinggal belok kanan, lalu…”
Tlusurr , gedebug!
Tiba-tiba, musang Sangsang terpeleset sesuatu dan terlempar ke udara.
“Auuu, kakiku sakit terkilir”
DUG! Ia jatuh tepat di lumpur sawah. Wajahnya penuh tanah, ekornya terjerat daun pisang, dan mulutnya kemasukan lumpur.
“Aduh! Apa ini tadi?!” serunya.
Dari atas pohon, terdengar suara Jay si burung jalak. Ia cekikikan.
“Hihi, maaf ya, Sangsang. Aku tadi sarapan pisang dan kulitnya jatuh. Kukira tak akan ada yang lewat jalur belakang!”
Sangsang terdiam malu.
Sementara itu, Cilot, Ruyuk, dan Weki sudah mencapai garis akhir. Penonton bersorak. Tutu si kura-kura bahkan tiba di tempat sebelum Sangsang berhasil berdiri.
“Hei, ke mana aja kamu, Sang?” tanya Ruyuk.
“Eeh… tadi nyasar ke sawah…”
Semua hewan pun tertawa.
Sejak saat itu, Sangsang tak pernah curang lagi. Ia sadar bahwa trik licik bisa terpeleset oleh kulit pisang burung Jalak.
Baca Juga: Buku Dongeng Gratis Tersedia di Situs Kemdikbud
Pelajaran hari itu:
Curang itu seperti jalan pintas berlendir, cepat jatuhnya, dan malu sendiri
Oleh: Izzayumna













