
Petualangan 4 Sahabat Mencari Tengsek Sulaiman – Di sebuah hutan di bukit Turgo lereng Gunung Merapi, hiduplah empat sahabat: Kancil si cerdik, Kelinci si gesit, Kura-Kura si bijak, dan Landak si pendiam tapi setia.
Suatu pagi yang cerah, mereka mendengar kabar dari burung pipit bahwa, di bawah puncak Merapi ada tempat datar setelah Pasar Bubrah tumbuh pohon langka yaitu pohon tengsek Sulaiman.
Konon pohon ini memiliki kekuatan alam dan nilai mistis, membuat siapa pun yang memakan daun atau kulit batangnya menjadi lebih kuat dan awet muda.
“Wah, aku pasti bisa sampai ke sana lebih dulu!” seru Kelinci sambil melompat-lompat semangat.
Kancil tersenyum, “Kecepatan saja tak cukup, tetapi kita harus tahu jalan yang benar.”
Kura-Kura menatap langit, “Bukit itu jauh, tapi jika kita saling bantu, kita bisa sampai dengan selamat.”
Landak hanya mengangguk sambil menggendong bulu durinya yang ditancapi berbagai bekal.
Petualangan 4 Sahabat
Maka, dimulailah petualangan mereka. Di tengah perjalanan, mereka menghadapi sungai deras. Kelinci mencoba melompati batu-batu, tapi terpeleset dan tercebur. Untung Kura-Kura cepat-cepat membantunya naik ke punggungnya.
Baca Dongeng Berikut:

Tipu Daya Kancil Pada Harimau Dan Buaya https://sabilulhuda.org/tipu-daya-kancil-pada-harimau-dan-buaya/
Meski dengan tubuh berat, ia berenang perlahan menyeberangkan Kelinci ke seberang. Landak melemparkan ranting panjang sebagai pegangan, dan Kancil memimpin dari seberang, menyemangati.
“Kebersamaan kita jauh lebih hebat dari kekuatan masing-masing,” kata Kura-Kura sambil terengah.
Hari semakin panas. Di tengah padang ilalang, Landak kelelahan. Bulunya menyerap panas dan dia mulai pusing. Kelinci membuatkan kipas dari daun, sementara Kura-Kura memberinya air. Kancil memandu mereka berlindung di balik batu besar yang sejuk.
Saat malam tiba, mereka membuat api unggun. Kancil bercerita lucu, Landak diam-diam memainkan seruling kecil, dan semua tertawa. Malam itu mereka sadar, betapa indahnya persahabatan di tengah kesulitan.
Keesokan harinya, mereka tiba di kaki Bukit menuju area Pasar bubrah. Medannya terjal. Kelinci melompat duluan, tapi kehabisan tenaga di tengah. Landak membuatkan jalan kecil dengan durinya yang tajam, memotong semak berduri.
Kura-Kura berjalan pelan tapi pasti, memberi semangat dari bawah. Kancil yang paling lincah berlari ke atas dan menjatuhkan tali akar agar yang lain bisa berpegangan.
Pohon Sulaiman Dan Ikatan Persahabatan
Akhirnya, dengan penuh kerja sama, mereka tiba di puncak. Matahari bersinar indah, dan pohon tengsek yang berwarna keemasan mulai terlihat. Mereka memetik daun, membaginya rata, dan menikmatinya sambil menatap langit.
“Bukan daun ini yang membuat kita kuat,” kata Kura-Kura sambil tersenyum. “Tapi perjalanan kita. Persahabatan kita.”
Mereka pun turun dari bukit, bukan dengan dada penuh kesombongan, tapi hati yang dipenuhi kebahagiaan.
Dan sejak hari itu, Kancil, Kelinci, Kura-Kura, dan Landak bukan hanya sahabat, tapi saudara sejiwa yang selalu siap menghadapi dunia bersama.
Baca Juga: Buku Dongeng Gratis Tersedia di Situs Kemdikbud
Persahabatan sejati bukan tentang siapa yang paling cepat atau kuat, tapi siapa yang mau saling membantu hingga sampai ke tujuan Bersama.
Oleh: Izzayumna













