Tipu Daya Kancil Pada Harimau Dan Buaya

Tipu Daya Kancil Pada Harimau Dan Buaya
Tipu Daya Kancil Pada Harimau Dan Buaya
Tipu Daya Kancil Pada Harimau Dan Buaya
Tipu Daya Kancil Pada Harimau Dan Buaya

Tipu Daya Kancil Pada Harimau Dan Buaya – Di samping bukit Plawangan lereng Merapi ada sebuah hutan rindang dengan aliran air yang jernih dan penuh suara jangkrik, hiduplah seekor kancil yang licik dan cerdik, seekor buaya yang kuat tapi lamban, dan seekor harimau yang… yah, kalau lapar bisa makan siapa saja, bahkan temannya sendiri.


Suatu hari, si kancil sedang duduk di atas batu, mengunyah daun pisang sambil melamun. Ia baru saja lolos dari jebakan pemburu dan berpikir keras ingin melampiaskan kekesalannya pada dunia.
Tiba-tiba terdengar teriakan dari sungai.


“Woy, Kancil! Ayo kita lomba adu kekuatan! Kalau kau kalah, kau harus jadi tukang gosok gigiku seumur hidup!” teriak si Buaya sambil memamerkan giginya yang kuning keemas-emasan oleh kunyahan bangkai.
Si Harimau menimpali “Ayo cil jika kamu menang aku tidak akan memangsamu, dan aku bersedia menjadi pengawalmu selama seminggu”

Teka Teki Licik Si Kancil

Kancil memutar otaknya. Ia tahu, kalau adu kekuatan, ia pasti kalah. Tapi otak? Jangan ditanya.
“Oke, tapi kita adu pintar juga! Aku punya teka-teki. Kalau kalian berdua kau dan si Harimau gagal menjawab, kalian harus… ehm… mencium Tahi Kerbau Sakti di padang rumput sana ya sebagai bonus untukku hehehehe,” kata Kancil sambil menunjuk ke arah tumpukan besar kotoran kerbau yang tampak… beruap.

Tiba-tiba, dari balik semak, muncul Harimau. “Tahi Kerbau Sakti? Apaan tuh?”
“Itu bukan sembarang tahi,” bisik Kancil dengan dramatis. “Itu adalah tahi kerbau yang diberkahoi para dewa bisa memberi kekuatan luar biasa kalau disentuh dengan hidung. Tapi hanya untuk makhluk yang cerdas.”

Baca Dongeng Ini:

Harimau dan Buaya saling melirik.
Kancil pun mulai. “Teka-teki pertama: Apa yang warnanya coklat, bentuknya jelek, baunya menyengat, tapi bisa menyelamatkan nyawa?”
Harimau mengerutkan dahi. “melon busuk?”
Buaya menjawab, “Daging busuk?”

Kancil tertawa. “SALAH! Jawabannya: Tahi Kerbau! Karena suatu hari, seorang pemburu tergelincir karena tahi itu dan gagal menembak aku. Hahaha!”
“Dasar si licik!” geram Harimau.

“Tenang-tenang, masih ada satu pertanyaan lagi. Siapa yang pintar akan menang!”
Kancil melanjutkan, “Apa yang keluar dari belakang, tapi bisa membuat dua hewan tangguh mencium tanah?”

Buaya menjawab cepat, “Kentut?”
Harimau berkata, “kencing?”
Kancil bertepuk tangan. “Jawabannya… Tahi Kerbau! Karena setelah kalian kalah, kalian akan mencium tahi itu!”

Harimau dan Buaya mulai mencurigai ada yang tak beres. Tapi karena merasa gengsi, mereka mendekati Tahi Kerbau Sakti itu.
Kancil berseru, “Tunggu! Jangan satu-satu ciumnya, Kalian harus mencium bersamaan! Itu syarat magisnya, kekuatannya amat dahsyat jika dicium dua hidung!”
Mereka pun menempelkan hidung ke tumpukan kotoran kerbau yang masih mengepul panas baru keluar, fresh from the open.

Kekacauan Dan Karma Yang Menggelikan

Dan saat itulah kancil menusuk pantat kerbau dengan bambu runcing. Kerbau yang sedang makan tumpukan rumput dibalik semak, terkejut melompat berlari menerjang apa saja yang ada di depannya, gedebug gedebug BUKK!! dari balik semak, seekor kerbau datang sambil mengamuk berteriak “kurang ajaaaaaar, ulah siapa ituuu!


“SIAPA YANG BERANI MENGHINA tusuk pantat saya!?” teriak si Kerbau sambil keluar dari semak berlari menuju padang rumput.

Buaya dan Harimau kabur panik tersungkur wajahnya di tumpukan hangat , muka belepotan sambil berlari kaget. Sementara Kancil sudah melompat ke dalam semak-semak sambil tertawa terpingkal-pingkal.

Setelah selamat dari serudukan kerbau, buaya dan harimau mual muntah muntah “ hoeeeek hoeeek bauu minta ampun, kata harimau
Buaya menimpali ”gilaaa kita di tipu kancil lagi”

Akibat Kelicikan Kancil

Namun… di akhir hari, saat ia keluar dari persembunyiannya, Kancil merasa perutnya mual. Rupanya, daun pisang yang ia makan tadi adalah… pupuk kompos dari tahi kerbau juga!

Harimau dan buaya tertawa terpingkal-pingkal “ syukurin kamu rasakan buah dari kelicikanmu itu” kancil pun tertawa Bersama “kita bertiga tdk ada yang menang” buaya menjawab” yang menang bu kerbau” kancil menjawab cekikikan “ kerbau juga tidakmenang wong pantatnya kutusuk dengan bambu hehehehe”

Harimau terpingkal-pingkal berarti kita berempat semua kena batunya masing-masing-masing” ya sudah tidak ada dndam hari ini< wong bu kerbau berak ya sembarangan to”
Ternyata Kancil yang dari awal sudah makan tahi, hanya dalam bentuk lebih halus. Dan karena itu, otaknya jadi kelewat pintar.

Hal kotor tapi dengan proses yang baik akan menghasilkan manfaat besar.
Kadang, hal paling bau bisa jadi alat paling ampuh… tapi jangan terlalu percaya diri, karena bisa jadi kamu juga sedang kejebak bau-bauan itu sendiri!

Pelajaran Dari Kisah Ini

Cerita ini menggambarkan bahwa kelicikan, kesombongan, dan ketamakan bisa berujung pada malu dan kekonyolan bagi siapa saja. Bahkan sang penipu seperti Kancil pun tak luput dari akibat ulahnya sendiri. Ia memang cerdik, tapi akhirnya tetap merasakan “buah dari kelicikannya” — makan daun yang ternyata di pupuk dengan kotoran kerbau.

Harimau dan Buaya juga tidak menang; mereka menjadi korban tipuan dan harus mencium tumpukan tahi kerbau. Tapi dari kekonyolan itu muncul kesadaran: tidak ada yang benar-benar menang ketika semua pihak bermain kotor.

Baca JugaBuku Dongeng Gratis Tersedia di Situs Kemdikbud

Lucunya, kerbau pun tak sadar menjadi pion utama dalam kekacauan itu. Dan yang paling mengena adalah:
“Hal kotor, jika di proses dengan baik, bisa menjadi sumber manfaat.”
Seperti pupuk dari tahi kerbau yang menumbuhkan daun yang di makan Kancil meski menjijikkan, ada hikmah jika di olah dengan bijak.
Namun… jangan sekali-kali menusuk pantat kerbau pakai bambu, kalau tidak mau hidupmu di seruduk karma!

Oleh: Izzayumna