Terakhir diupdate: 27 Januari 2026
Sabilulhuda, Yogyakarta – Setiap manusia tidak pernah lepas dari khilaf dan dosa. Baik dosa yang dilakukan dengan sengaja maupun yang terjadi tanpa disadari, semuanya menjadi bagian dari perjalanan hidup seorang hamba.
Karena itu, Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa memperbanyak istighfar, memohon ampun kepada Allah SWT atas segala kesalahan yang telah diperbuat.
Di antara sekian banyak bacaan istighfar, ada satu yang memiliki kedudukan paling utama dan istimewa. Bacaan ini dikenal dengan nama Sayyidul Istighfar, yang berarti penghulu atau raja dari seluruh bacaan istighfar.
Rasulullah SAW sendiri menganjurkan umatnya untuk mengamalkan doa ini secara rutin, khususnya pada waktu pagi dan sore hari.
Baca Juga: Paling Menyentuh! 6 Doa untuk Orang Tua yang Wajib Diamalkan
Baca Juga: Jangan Sembarangan Berdoa! Ini Adab Yang Benar Agar Doa Mustajab
Apa Itu Sayyidul Istighfar?
Sayyidul istighfar merupakan doa permohonan ampun yang memuat pengakuan seorang hamba kepada Rabb-Nya. Doa ini tidak hanya berisi permintaan ampunan, tetapi juga mencakup pengakuan atas keagungan Allah, kesadaran akan kelemahan manusia, nikmat-nikmat yang telah dianugerahkan, serta dosa dan kesalahan yang pernah diperbuat.
Karena kelengkapan maknanya, Sayyidul Istighfar disebut sebagai istighfar yang paling utama. Dalam satu rangkaian doa, seorang hamba diajak untuk merendahkan diri sepenuhnya di hadapan Allah SWT.
Baca Artikel:

8 Doa Harian Penuh Berkah yang Wajib Diamalkan Setiap Hari https://sabilulhuda.org/8-doa-harian-penuh-berkah-yang-wajib-diamalkan-setiap-hari/
Lafaz Sayyidul Istighfar dan Artinya
للَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكُ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ ، أَعُوْذُ بِكَ مِن شَرِّ مَا صَنَعْتُ ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكِ َعَلَيَّ ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فاَغْفِر لِيْ فَإِنهَّ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ
Allahumma anta robbi la illa ha illa anta kholaqtani wa ana ‘abduka wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mas tatho’tu a’udzubika min syarri ma shona’tu abu u laka bini’matika ‘alayya wa wa abu u dibdzanbi fahgfirli fa innahu la yaghfirudz dzunaba illa anta.
Artinya: Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau yang telah menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Dan aku atas tanggungan dan janji-Mu selama aku masih mampu. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang telah aku perbuat. Mengakui nikmat yang Kau berikan kepadaku. Aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang bisa mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.
Baca Juga: Manusia Itu Tempat Salah! Tapi Jangan Berlarut Dalam Kesalahan
Keutamaan mengamalkan Sayyidul Istighfar
Keutamaan Sayyidul istighfar sangatlah besar, seperti dalam hadits berikut ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
وَمَنْ قَالَهَا مِنَ النَّهَارِ مُوقِنًا بِهَا ، فَمَاتَ مِنْ يَوْمِهِ قَبْلَ أَنْ يُمْسِىَ ، فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ ، وَمَنْ قَالَهَا مِنَ اللَّيْلِ وَهْوَ مُوقِنٌ بِهَا ، فَمَاتَ قَبْلَ أَنْ يُصْبِحَ ، فَهْوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ
“Barangsiapa mengucapkannya pada siang hari dengan penuh keyakinan, lalu ia meninggal pada hari itu sebelum waktu petang, maka ia termasuk penghuni surga. Dan barangsiapa mengucapkannya pada malam hari dengan penuh keyakinan, lalu ia meninggal sebelum subuh, maka ia termasuk penghuni surga.” (HR. Bukhari no. 6306)
Baca Juga: Jangan Pernah Berhenti Berdoa: Kekuatan Doa Bersama (Part-2)
Dalam Sayyidul Istighfar terdapat beberapa pengakuan kita, yaitu:
- pengakuan akan keagungan Allah SWT
- ketergantungan manusia kepada Allah SWT
- pengakuan atas nikmat Allah kepada manusia
- pengakuan atas dosa yang dilakukan.
Oleh karena itu mengamalkan bacaan Sayyidul Istighfar dalam kehidupan sehari-hari sangatlah penting untuk bisa meraih rahmat dan ampunan Allah SWT.
Baca Juga: Memperbanyak Istighfar: Kunci Kehidupan yang Bersih dan Bermakna













