
Pelajaran dari peradaban Jawa “Sastra Jendra” Episode 3 – Aktifitas yang serba efektif, efisien, cepat, tepat dan akurat. Semuanya serba terdata tercodifikasi tertata dan terotomatisasi secara digital. Interaksi antar individu mulai bergeser dari tatap muka bertransformasi melalui internet.
Sehingga sosialisasi antar personal semakin jarang dan manusia menjadi lebih individual. Peran manusia di sektor produksi dan fabrikasi di banyak sektor telah di gantikan mesin serta komputerisasi.
Hanya kaum yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memiliki modal besar yang terus bertumbuh membesar. Sementara peran kelas menengah semakin tergusur tergantikan oleh system digital.
Peradaban semakin tergiring dalam tatanan global yang menjadikan manusia sebagai obyek bukan lagi sebagai subyek kehidupan.
Era materialisme modern ini menjadikan segala sesuatu harus terukur tertata dan terencana. Mengikuti kehendak para elit dan pemilik modal yang mengendalikan algoritma dunia maya. Sehingga manusia sering kali terjebak dalam rutinitas alur kerja yang dangkal, mengejar target lahiriah namun melupakan kedalaman batin.
Karir kinerja dan pertumbuhan capaian hasil terpilah hanya khusus milik para elitis saja. Sehingga yang ada hanyalah Masyarakat kelas atas dan kelas bawah, kelas menengah semakin terkikis tergantikan operasi mesin dan system digital.
Sehingga akan muncul banyak pengangguran dan kesenjangan. Krisis ekonomi dan sosial sudah amat jelas akan terjadi demikian pula pasti akan memunculkan krisis mental dan spiritual.
Baca Artikel Berikut:

Hikmah Lakon Wayang Jawa Di Era Globalisasi Dan Digitalisasi 2 https://sabilulhuda.org/hikmah-lakon-wayang-jawa-di-era-globalisasi-dan-digitalisasi-2/
Perubahan kebudayaan yang amat frontalini akan berefek pada pola kejiwaan manusia. Krisis akan muncul seperti gelombang besar, yang tak tampak secara kasat mata. Telah menjelma menjadi akar dari berbagai persoalan: kegelisahan eksistensial, kerusakan moral, bahkan kehampaan makna dalam hidup.
Di tengah kegaduhan krisis moral ini, warisan adiluhung dari leluhur Jawa. Menawarkan sebuah jalan hening menuju pemahaman yang lebih utuh tentang jati diri manusia. Salah satu warisan tersebut aalah ajaran Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu.
yang di tuturkan dalam beberapa lakon wayang kulit jawa dan pitutur dalam kalangan terbatas. Sebuah ilmu kebatinan yang di anggap sakral, mendalam, dan tidak semua orang berani atau sanggup menyelaminya.
Ajaran ini tidak hanya berbicara tentang etika atau filsafat semata. Melainkan menyentuh akar terdalam dari eksistensi manusia: dari mana kita berasal, untuk apa kita hidup, dan ke mana ruh kita kembali.
Sastra Jendra mengajarkan bahwa keselamatan sejati (hayuningrat). Hanya dapat di raih dengan menyucikan diri dari nafsu angkara (pangruwating diyu).
Dan menyadari keberadaan sejati manusia sebagai pancaran dari Yang Maha Ada. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang di barengi dengan karakter jiwa tenang, Tangguh, dan selalu terjaga kesadarannya.
Akan melahirkan pribadi yang mampu mengambil posisi dan peran atau menjadi subyek kemajuan ini. Namun sayangnya, karena sifatnya yang di anggap “wingit” atau terlalu sakral. Ajaran ini lebih banyak tersembunyi dalam tembang, suluk, dan laku batin para pinisepuh.
Banyak generasi muda bahkan tidak pernah mendengarnya, apalagi memahaminya.
Upaya penggalian dan pemaknaan kembali ajaran Sastra Jendraini, bukan untuk membongkar rahasianya secara sembrono. Tetapi untuk menyelami nilai-nilai luhurnya sebagai cermin batin, jalan kesadaran, dan penuntun moral bagi generasi masa kini.
Di harapkan dapat di tarik benang merah antara kearifan lama dengan kebutuhan spiritual manusia modern. Agar tidak kehilangan akar sekaligus mampu menumbuhkan cabang kehidupan yang bijak, produktif jernih, dan bermakna.
Baca Juga: Wayang ‘Lalu Nasip’ dalam Bingkai Moderasi Beragama
Peran Sastra Jendra dalam kebatinan Jawa dan spiritualitas Nusantara.
Di balik senyapnya adat Jawa yang mulai terkikis oleh gebyar peradaban baru yang semu. Di antara nyala dupa dan suara gamelan yang lirih d…





