Pedas Tapi Menyehatkan, Ini Khasiat Jahe yang Terbukti

Rimpang jahe segar di samping secangkir minuman jahe hangat
Jahe segar yang biasa diolah menjadi minuman jahe hangat berkhasiat untuk menjaga daya tahan tubuh.

Terakhir diupdate: 30 Januari 2026

Ditulis oleh:
Mugi Rahayu: Penulis konten kesehatan berbasis literatur ilmiah dan pengobatan tradisional Indonesia.

Disclaimer:
Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi kesehatan. Kandungan dalam artikel bukan pengganti nasihat medis profesional. Konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan sebelum menggunakan jahe sebagai terapi, terutama bagi penderita penyakit tertentu, ibu hamil, atau yang sedang mengonsumsi obat-obatan.

Sabilulhuda, Yogyakarta – Jahe adalah salah satu rempah tradisional yang paling akrab dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Rasanya pedas, aromanya hangat, dan manfaatnya sudah dipercaya sejak ribuan tahun lalu. Tak hanya sebagai bumbu masakan, jahe juga kerap diolah menjadi minuman herbal hingga ramuan pengobatan tradisional.

Jahe memiliki rimpang berbentuk jemari dengan ruas-ruas yang menggembung. Tanaman ini termasuk dalam famili Zingiberaceae atau temu-temuan, dengan nama ilmiah Zingiber officinale. Penamaan tersebut diberikan oleh ahli botani asal Skotlandia, William Roxburgh.

Rasa pedas khas jahe berasal dari senyawa aktif bernama zingeron dan gingerol, yang juga berperan penting dalam khasiat kesehatannya. Tak heran jika manfaat jahe untuk kesehatan terus menjadi topik populer hingga saat ini.

Baca Juga: Manfaat Jahe bagi Kesehatan Tubuh Menurut Ahli dan Riset
Baca Juga: Manfaat Kunyit dan Jahe untuk Penyakit Kronis, Ini Faktanya

Asal Usul dan Penyebaran Jahe di Nusantara

Jahe diperkirakan berasal dari kawasan Asia Pasifik, khususnya wilayah India dan China. Penyebarannya mengikuti migrasi bangsa Austronesia sekitar abad ke-4 SM yang melintasi Kepulauan Melayu hingga Taiwan.

Di Indonesia, jahe dikenal dengan beragam nama daerah. Di Aceh disebut halia, di Jawa dikenal sebagai jae, di Minangkabau disebut sipodeh, sementara masyarakat Sulawesi Utara mengenalnya sebagai goraka. Keberagaman nama ini menunjukkan betapa dekatnya jahe dengan budaya dan kehidupan masyarakat Nusantara.

Baca Juga: Manfaat Kombinasi Jahe, Kunyit, Dan Lada Hitam Untuk Kesehatan Serta Cara Mengolahnya

Berdasarkan ukuran, bentuk dan warna rimpangnya, jahe di bedakan menjadi 3 jenis yaitu:

1. Jahe putih/kuning kecil/jahe sunti/ jahe emprit.   

Jahe ini memiliki ruas kecil dan relatif rata. Biasanya dipanen saat sudah tua. Rasanya paling pedas karena kandungan minyak atsirinya tinggi. Cocok digunakan sebagai bahan obat herbal alami dan bahan baku ekstraksi minyak atsiri.

2.Jahe putih/kuning besar / jahe gajah/jahe badak.

Rimpangnya besar dan gemuk, dengan ruas yang menggembung. Jahe gajah bisa dikonsumsi saat muda maupun tua. Jenis ini paling sering dijumpai sebagai jahe segar di pasar dan banyak digunakan untuk minuman maupun masakan.

3. Jahe merah 

Rimpangnya berwarna merah dengan ukuran lebih kecil. Kandungan minyak atsirinya paling tinggi dibanding jenis lain. Jahe merah hampir selalu dipanen saat tua dan sangat populer sebagai bahan jamu serta minuman kesehatan.

Baca Juga: Manfaat Kopi Campur Jahe Tingkatkan Daya Tahan Tubuh & Fokus Otak

Kandungan Aktif Jahe yang Baik untuk Tubuh

Jahe dikenal sebagai rempah yang kaya gizi sekaligus memiliki beragam manfaat bagi kesehatan. Berdasarkan publikasi ilmiah yang dilansir dari ejournal.unhi.ac.id, jahe mengandung berbagai zat penting.

Mulai dari karbohidrat, serat, dan protein, hingga mineral seperti zat besi, magnesium, kalium, fosfor, dan zinc. Jahe juga diperkaya vitamin, antara lain vitamin C, vitamin B6, vitamin A, riboflavin, serta niasin.

Tak hanya itu, jahe juga kaya senyawa aktif, seperti gingerol, shogaol, zingeron, zingiberin, sineol, dan borneol yang dikenal memiliki efek farmakologis. Senyawa-senyawa inilah yang membuat jahe kerap dimanfaatkan sebagai bahan herbal.

Sejalan dengan itu, Dr. Michael Greger, dokter sekaligus peneliti nutrisi asal Amerika Serikat, menyebut gingerol dalam jahe memiliki sifat antiinflamasi dan antioksidan yang kuat. Kandungan ini dinilai berperan penting dalam membantu mencegah berbagai penyakit kronis.

Baca Juga: Tanaman Jahe Emprit Rasa Pedas Kaya Manfaat

Manfaat Jahe untuk Kesehatan yang Telah Terbukti

Sejak lebih dari 4.700 tahun lalu, jahe di gunakan dalam pengobatan tradisional India dan China sebagai minuman tonik. Hingga kini, khasiatnya semakin diperkuat oleh penelitian modern.

Beberapa khasiat jahe bagi tubuh antara lain:

  1. Membantu menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke
  2. Meredakan gangguan pencernaan, mual, dan morning sickness
  3. Meningkatkan daya tahan tubuh dan fungsi pernapasan
  4. Menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur
  5. Membantu meredakan tukak lambung dan gejala GERD
  6. Mengurangi nyeri sendi dan peradangan
  7. Meredakan kram menstruasi
  8. Membantu mengontrol kadar gula darah pada penderita diabetes

Baca Juga: Mengenal Jahe Hitam dan Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Cara Aman Mengonsumsi Jahe Sehari-Hari

Jahe dapat dikonsumsi dalam berbagai bentuk, mulai dari jahe segar, bubuk, hingga ekstrak. Untuk minuman, jahe kerap diolah menjadi teh jahe hangat, wedang jahe, atau susu jahe yang menghangatkan tubuh. Sementara dalam masakan, jahe bisa dipadukan dengan aneka bumbu untuk memperkaya cita rasa sekaligus menambah manfaat kesehatan.

Meski bermanfaat, konsumsi jahe tetap perlu diperhatikan. Bagi orang dengan lambung sensitif, jahe sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah wajar dan disesuaikan dengan kondisi tubuh agar tidak menimbulkan rasa tidak nyaman.

Baca Juga: Beda Jahe, Kunyit, dan Kencur: Jangan Salah Pilih untuk Tubuh

FAQ Seputar Manfaat Jahe

Apa manfaat utama jahe untuk kesehatan?

Jahe bermanfaat untuk melancarkan pencernaan, meningkatkan imunitas, mengurangi peradangan, meredakan mual, serta membantu menjaga kesehatan jantung.

Apakah jahe aman dikonsumsi setiap hari?

Ya, jahe aman dikonsumsi harian dalam jumlah wajar. Disarankan 1–2 gram jahe kering atau 3–5 gram jahe segar per hari.

Mana yang lebih baik, jahe merah atau jahe biasa?

Jahe merah memiliki kandungan minyak atsiri lebih tinggi sehingga lebih kuat khasiatnya, terutama untuk pengobatan herbal.

Apakah jahe aman untuk penderita maag?

Umumnya aman, namun sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah kecil dan tidak dalam kondisi perut kosong.

Sumber Referensi

  1. E-Journal Universitas Hindu Indonesia
  2. Food and Agriculture Organization (FAO) – Ginger Overview
  3. NutritionFacts.org – Ginger & Anti-Inflammatory Effects
  4. National Center for Biotechnology Information (NCBI)