
Tumbuhnya kasih sayang dan cinta – Menjalani hidup sebagai ibu muda itu tidak mudah banyak sekali rintangan.
Mulai dari awal lahiran bisa-bisanya ada dalam pikiran ini-itu (dia bakal ngerepotin aku gak ya?).
Jujur saja,beberapa jam seletelah melahirkan itu belum mempunyai rasa sayang sama anak. Berfikir nanti dia nangis gimana caranya aku bisa menenangkan dia? Gimana caranya menganti popok?
Bagimana caranya membesarkannya? Semua pertanyaan itu masuk ke dalam pikiran dan berubah menjadi tanya yang harus ku jawab dan mencari jawaban nya.
Beberapa jam kemudian di antarlah bayi munggil ku yang lucu nan cantik masya Allah, langsung ku niatkan Ya Allah ku mohon padamu Mu agar ku bisa menyayangi dengan rasa cinta dan kasih sayang. Namanya ibu muda, belajar dulu gak langsung bisa.
Baca Juga:

Membangun Karakter Anak Yang Bijak Dan Peduli Toleransi Dalam Keberagaman https://sabilulhuda.org/membangun-karakter-anak-yang-bijak-dan-peduli-toleransi-dalam-keberagaman/
Bersyukur Melahirkan Di Dampingi Keluarga
Masya Allah saya melahirkan di temani ibu mertua dan suami tercinta. Di bantu oleh ibu mertua cara menyusui bayi. Menggendong, menenangkan memandikan .
Alhamduliah punya mertua baik luar biasa, dan Masya Allah banget punya bayi anteng gak rewel” Minta gendong terus kalau malam. Alhamdulilah, Allah hadirkan rasa nyaman membersamai buah hati kami.
Satu dua hari itu masih terasa asing dengan hadir nya bayi ini, tapi Allah tumbuhkan rasa kasih sayang dalam hati ini yang membuat ku lama-lama menyayangi nya.
Sampailah usia 3 bulan baru merasa, oh aku sekarang sudah menjadi ibu dari bayi mungil ini. Bismillah akan ku usahakan yang terbaik untuk mu wahai anak ku.
Sampai lah pada suatu hari tiba-tiba bayi mungil ini panas dan batuk pilek. Namanya ibu muda ya panik liat anak badan nya panas ,batuk dan pilek. Nama lain nya demam tengah malam bangun tidak bisa tidur bayi ini yang tadinya anteng aja “sekarang menangis”.
Terus ya itu karna sedang sakit, sebagai ibu muda panik dong tengah malam anak nya nangis-nangis. Tanpa berfikir panjang langsung membawa bayi nya ke rumah sakit. Setelah di priksa dan di beri obat kami pulang.
Dengan perasan tenang setelah bertemu dengan dokter dan sekarang sudah punya pr baru nih! Ibu harus bisa memberikan obat untuk bayi nya. masya Allah ya ibu muda itu.
Semuanya ya mesti serba belajar, hari demi hari bulan demi bulan kami lewati sekarang rasa sayang ku ke pada bayi munggil ini semakin tumbuh.
Kasih sayang dan cinta itu akan muncul dengan sendirinya.
Begitulah pengalaman pribadi pada awal mengandung dan melahirkan. Semoga cerita ini bisa memberi inspirasi bagi calon-calon ibu.
Tulisan diatas berdasarkan pengalaman pribadi.
Tentunya setiap orang memiliki pengalaman berbeda. Semoga bermanfaat, ambil baiknya buang yang tidak sesuai.
Oleh : Qonita Amaliyah













