Adab Bercermin dalam Islam

Bercermin adalah suatu aktivitas yang sering di lakukan oleh manusia, tidak hanya perempuan bahkan laki-laki pun sering melakukannya. Ketika ingin berpergian kita pasti sering bercermin dahulu agar lebih percaya diri atas penampilan kita. Tidak hanya itu, dimanapun kita berada jika ada kaca pasti kita selalu bercermin.

Dalam Islam ada beberapa adab ketika bercermin, diantaranya:

  1. Berdoa

Dalam Islam, setiap kita melakukan sesuatu harus diawali dengan doa. Begitu juga dengan bercermin. Salah satu doa bercermin yang dimaksud adalah doa yang bersumber dari hadits berikut.

“Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memperindah kejadianku, maka perindah pula-lah akhlakku.” (HR. Ahmad).

  1. Tidak Tabarruj
    Tabarruj dalam Islam berasal dari kata al-burj yang artinya bintang, sesuatu yang terang dan tampak. Dalam arti lain, berlebihan dalam menunjukkan perhiasan, ketampanan atau kecantikan diri.

Dalam Alquran surat Al Ahzab ayat 33, Allah berfirman:

وَقَرْنَ فِيْ بُيُوْتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْاُوْلٰى وَاَقِمْنَ الصَّلٰوةَ وَاٰتِيْنَ الزَّكٰوةَ وَاَطِعْنَ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ ۗاِنَّمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ اَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيْرًاۚ

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.”

  1. Bersyukur

Dengan bercermin, kita dapat melihat apa yang tampak di cermin. Melalui bayangan dalam cermin kita dapat melihat bahwa Allah telah menciptakan kita dalam kondisi yang terbaik.

Allah SWT berfirman dalam (QS. At-Tiin : 4).

“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”

  1. Tetap rendah hati

Keutamaan rendah hati dalam Islam atau tawadhu dalam Islam dapat menghindarkan kita berbuat sewenang-wenang terhadap orang lain seperti merundung orang lain dan lain sebagainya.

Dari Iyadh bin Himar radhiallahu ‘anhu, ia berkata :

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sungguh, Allah mewahyukan kepadaku agar kalian tawadhu’ (rendah hati), sampai seseorang tidak membanggakan diri kepada orang lain dan seseorang tidak sewenang-wenang kepada orang lain.” (HR. Muslim).

  1. Jangan sombong dan membanggakan diri

Kondisi fisik yang sempurna dan seimbang yang telah Allah berikan hendaknya tidak menjadikan kita sombong dan membanggakan diri sendiri seolah-olah kita lah yang paling cantik atau ganteng.

Sifat sombong dalam Islam sangat dilarang dan merupakan sifat yang sangat dibenci Allah. Dalam QS. Luqman ayat 18 Allah berfirman:

“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan sombong. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri”.

( Ayu Putry )