Ibnu Qayyim rahimahullah berkata: “Sebagaimana ketaqwaan dapat mendatangkan rezeki, maka meninggalkan ketaqwaan dapat mendatangkan kefakiran. Tidak ada yang dapat mendatangkan rezeki dari Allah, semisal dengan meninggalkan berbagai kemaksiatan”. (Al Jawaabul Kaafy 52)
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata:
وَاعْلَمْ أَنَّ الطَّاعَةَ مَجْبَلَةٌ للرِّزْقِ وَأَنَّ الْمَعْصِيَّةَ هِيَ مَحْقُ الرِّزْقِ
“Ketahuilah bahwa ketaatan mendatangkan rezeki, sedangkan maksiat itulah perkara yang melenyapkan rezeki.” (Majmu Fatawa 12/35)
Dan ini janji Allah Azza Wa Jalla dalam firman Nya:
وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّهُۥ مَخْرَجًاوَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ
“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan berikan jalan keluar.Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya”. (At Talaq 2-3).***
(Yuni)













