Pada zaman kini sudah banyak sekali olahraga yang bisa dinikmati sekaligus menyehatkan tubuh, berbeda pada zaman Rasulullah pada saat itu hanya sedikit olahraga yang dapat dilakukan. Seperti memanah, berkuda, dan berenang.
Olahraga masa kini sudah jauh berkembang ketimbang dari zaman lalu, banyak sekali olahraga yang diminati seperti volley, renang, sepak bola, dan juga basket.
Namun dari banyaknya macam olahraga yang paling banyak penggemarnya adalah olahraga sepak bola. Sepak bola merupakan salah satu jenis olahraga yang berfokus pada kekuatan kaki, olahraga ini banyak peminatnya karena menyenangkan untuk dimainkan.
Lalu, apakah sepak bola diperbolehkan hukumnya dalam islam? Bukankah setiap kegiatan harus berisi mengingat-ingat Allah?
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
ﻛُﻞُّ ﺷَﺊْ ٍﻟَﻴْﺲَ ﻓِﻴْﻪِ ﺫِﻛْﺮُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻓَﻬُﻮَ ﻟَﻬْﻮٌ ﻭَﻟَﻌِﺐٌ ﺇِﻻَّ ﺃَﺭْﺑَﻊٌ ﻣُﻼَﻋَﺒَﺔُ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞِ ﺍﻣْﺮَﺃَﺗَﻪُ ﻭَﺗَﺄْﺩِﻳْﺐُ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞِ ﻓَﺮَﺳَﻪُ ﻭَﻣَﺸْﻴُﻪُ ﺑَﻴْﻦَ ﺍﻟْﻐَﺮْﺿَﻴْﻦِ ﻭَﺗَﻌْﻠِﻴْﻢُ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞِ ﺍﻟﺴِّﺒَﺎﺣَﺔَ
“Segala sesuatu yang tidak mengandung dzikirullah padanya maka itu adalah kesia-siaan dan main-main kecuali empat perkara: yaitu senda gurau suami dengan istrinya, melatih kuda, berlatih memanah, dan mengajarkan renang.” (HR. An-Nasai, Shahih al-Jami’ ash-Shaghir)
Pada hadits terebut sudah dijelaskan bahwa suatu kegiatan akan dikatakan sia-sia apabila tidak terkandung dzikrullah di dalamnya, kecuali kegiatan yang dapat menyehatkan tubuh seperti renang, memanah, berkuda dan mempererat tali silaturrahmi seperti senda gurau suami istri.
Bagaimana dengan sepak bola, apakah termasuk ke dalam kategori tersebut?
Hukum bermain sepak bola diperbolehkan dengan syarat:
- Tidak untuk Taruhan
Bermainlah dengan bola dengan apa adanya tidak diperlukan untuk taruhan, sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membolehkannya perkara taruhan hanya sebagai untuk menegakkan agama islam. - Menutup aurat
Semua muslim sudah tahu bahwa menutup aurat hukumnya wajib, dalam bermain sepak bola hendaknya menutup aurat sesuai syariat. Untuk laki-laki dari pusar sampai lutut wajib dijaga.
Begitu pula dengan perempuan yaitu bagian seluruh tubuh kecuali wajah dan tangan. Syekh ‘Abdul Muhsin Al ‘Ubaikan, seorang ulama senior di Arab Saudi ditanya tentang hukum bermain sepak bola oleh orang biasa dan ketika dilarang, lalu apa batasan pakaian yang diperbolehkan. Ia hafizhohullah menjawab, “Main sepak bola boleh. Tapi harus menutup aurat antara pusar dan lutut, wallahu a’lam.
Ingat, asalkan menutup aurat ya.. - Mengontrol emosi
Allah Ta’ala berfirman,
“Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.” (QS. Fushilat: 34-35).
Ketika ada kejadian yang membuat marah, jangan kamu marah. Tahan emosi selama sejenak saja.
Sumber: https://rumaysho.com/1807-aturan-islam-dalam-olahraga-sepakbola.html, https://muslim.or.id/58512-syarat-boleh-bermain-sepakbola-futsal.html (Zuhdi)










