Berhias menjadi suatu hal yang identik dengan perempuan.
Dalam islam, berhias tidak sepenuhnya dilarang, justru mengajarkan cara yang benar dan sesuai syari’at.
Hal-hal yang harus diperhatikan oleh perempuan ketika berhias:
1.Tidak tabarruj
Allah ta‘ala berfirman:
يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah setiap (memasuki) masjid. Makan dan minumlah, tapi janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan” (QS. Al-A‘raaf(7): 31).
Jangan berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah dahulu. Jangan pula berlebihan dalam menampakkan perhiasan seperti make up tebal perhiasan pada kepala, leher, dada, betis, dan lengan.
Berpakaian tidak mencolok dan tidak memakai wewangian yang sangat menyengat agar tidak memancing syahwat lelaki ajnabi.
2. Memperhatikan Aurat
Sesungguhnya wanita adalah aurat. Sehingga sangat penting baginya untuk menjaga dan melindungi diri kapan dan dimana saja.Termasuk dalam berhias.
Hendaknya berpenampilan syar’i dan tidak membentuk lekuk tubuh.Allah ta‘ala berfirman:
وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الإرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ
“Katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka atau ayah mereka atau ayah suami mereka atau putra-putra mereka atau putra-putra suami mereka atau saudara-saudara lelaki mereka atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita mereka, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.’” (QS. An-Nuur(24): 31).
Adapun dihadapan suami, seorang perempuan yang menjadi istrinya sangat dihalalkan untuk berhias. Namun tetap harus memperhatikan larangan dalam berhias, yakni:
1. Dilarang menyambung rambut
2. Mewarnai rambut dengan warna hitam
3. Mentato tubuh
4. Sulam bibir
5. Mencukur dan sulam alis
6.Mencukur dan tanam bulu mata
7. Mengikir gigi
8. Berpenampilan menyerupai lelaki
9. Memanjangkan dan manyambung kuku
10. Menggunakan sandal berhak tinggi (sebab akan menampakkan tumit ke 2 kakinya).
Allah yang telah mensyari’atkan hukum-hukum dalam islam dan lebih mengetahui segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan. Sudah menjadi kewajiban bagi seorang muslimah untuk ta’at kepada syari’at.***
(Yuni)












