Speech delay bisa disebut juga keterlambatan bicara, yaitu istilah yang merujuk pada keterlambatan berbicara yang tidak sesuai dengan usia perkembangan anak. Sebagian orang tua menganggap jika speech delay merupakan hal yang wajar pada anak. Keterlambatan bicara ini jika tidak segera ditangani bisa menimbulkan suatu gangguan serius terhadap anak.
Speech delay dapat mengakibatkan anak sulit berkomunikasi, orang tua kesulitan memahami apa yang diinginkan oleh anak, dan bisa juga mengakibatkan gangguan jiwa seperti anxiety dan depresi. Dapat menyebabkan depresi dan anxiety karena anak tidak bisa mengungkapkan apa yang dia mau.
Kurangnya perhatian orang tua terhadap kondisi speech delay dapat mempengaruhi perkembangan anak. Pada saat usia 12-13 bulan, orang tua perlu mendeteksi setidaknya anak bisa mengucapkan satu sampai dua kata selain kata mama.
Ada beberapa faktor penyebab speech delay, antara lain:
- Autis
- Kurangnya interaksi dengan orang tua
- Gangguan pendengaran
- Otak dan syaraf mengalami hambatan
- Terlalu banyak menonton tv atau gawai.
( Nisa )
Speech delay bisa disebut juga keterlambatan bicara, yaitu istilah yang merujuk pada keterlambatan berbicara yang tidak sesuai dengan usia perkembangan anak. Sebagian orang tua menganggap jika speech delay merupakan hal yang wajar pada anak. Keterlambatan bicara ini jika tidak segera ditangani bisa menimbulkan suatu gangguan serius terhadap anak. Speech delay dapat mengakibatkan anak sulit berkomunikasi, orang tua kesulitan memahami apa yang diinginkan oleh anak, dan bisa juga mengakibatkan gangguan jiwa seperti anxiety dan depresi. Dapat menyebabkan depresi dan anxiety karena anak tidak bisa mengungkapkan apa yang dia mau. Kurangnya perhatian orang tua terhadap kondisi speech delay dapat mempengaruhi perkembangan anak. Pada saat usia 12-13 bulan, orang tua perlu mendeteksi setidaknya anak bisa mengucapkan satu sampai dua kata selain kata mama. Ada beberapa faktor penyebab speech delay, antara lain: 1. Autis 2. Kurangnya interaksi dengan orang tua 3. Gangguan pendengaran 4. Otak dan syaraf mengalami hambatan 5. Terlalu banyak menonton tv atau gawai










