Tradisi Lebaran di Magelang

Saat Hari Raya Idul Fitri tiba, umat Muslim di dunia merayakan hari besar tersebut. Kesempatan mudik setiap tahun tentu dimanfaatkan para perantau untuk ikut merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama dengan keluarga. Nah, setiap daerah pasti ada perbedaannya masing-masing lho.

Disini saya akan mengupas tradisi di salah satu daerah, yaitu di Magelang. Berikut penjelasannya:

1. Mengirim Do’a kepada Para Pendahulu Mengirim do’a kepada para leluhur menjadi salah satu kewajiban masyarakat untuk mengingat para arwah yang telah tiada. Tidak hanya di hari raya, setiap malam Jum’at pun masyarakat selalu mengadakan tahlil di masjid setempat.

2. Genduren atau Kenduri Di Magelang terdapat tradisi genduren untuk menyambut hari-hari tertentu. Salah satunya Hari Raya Idul Fitri. Genduren dilaksanakan setelah sholat Ied dilangsungkan. Biasanya warga sekitar melaksanakan genduren di serambi masjid dan menyantap makanan bersama-sama.

3. Mujung atau Sungkem Yang terutama adalah sungkem kepada kedua orang tua, keluarga besar, sesepuh dan dilanjut dengan keluarga dan warga sekitar. Untuk tradisi mujung di Magelang, dilakukan dengan cara mengunjungi rumah-rumah sekitar.

( Nisa )