Pada suatu kesempatan yang dihadiri oleh para muridnya, sang Guru Sufi memberikan balon kepada masing-masing muridnya. Mereka diminta untuk menulis namanya di balon tersebut dengan menggunakan spidol. Kemudian semua balon dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam sebuah ruangan.
Sekarang semua murid diminta masuk ke ruangan yang ada balon itu dan diminta untuk mengambil balon yang sudah tertulis nama mereka masing-masing dan hanya diberi waktu 5 menit. Semua orang panik mencari balon yang ada nama mereka, bertabrakan satu sama lainnya, saling mendorong dan berebut dengan orang lain di sekitarnya sehingga terjadilah kekacauan
Waktu 5 menit sudah usai, tak ada seorang pun yang bisa menemukan balon mereka sendiri. Sekarang masing-masing diminta untuk secara acak mengambil sembarang balon dan saling memberikan kepada orang yang namanya tertulis di atasnya. Dalam beberapa menit saja setiap murid bisa memperoleh balon mereka masing-masing saling tersenyum.
Akhirnya sang Guru Sufi berkata :
” Kejadian yang baru terjadi ini mirip dan sering sekali terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Semua orang dalam kehidupannya sibuk mencari kebahagiaan untuk diri sendiri (mirip dengan mencari balon mereka sendiri) dan banyak yang gagal. Mereka baru berhasil mendapatkan balonnya ketika mereka juga memberikan balon kepada orang lain (memberikan kepada pemiliknya)”.
( Yani )








