Umat muslim tidak hanya melaksanakan ibadah wajib namun, dianjurkan juga melaksanakan ibadah sunah. Puasa merupakan salah satu ibadah wajib dan sunah yang sangat dianjurkan. Puasa yang diwajibkan hanyalah puasa Ramadhan selain dari itu adalah puasa sunah.
Puasa termasuk salah satu ibadah yang sangat istimewa dalam Islam karena mendapat balasan langsung dari Allah. Dijelaskan dalam salah satu riwayat hadis qudsi berikut,
“Semua perbuatan anak Adam (yakni manusia) itu adalah untuknya, melainkan berpuasa, karena sesungguhnya puasa itu adalah untuk-Ku dan Aku yang akan memberikan balasannya.”
Puasa dalam bahasa Arab adalah shaum atau shiyam yang berarti menahan. Seorang yang berpuasa harus menahan diri terhadap makanan dan minuman.
Selain menahan diri dari makanan dan minuman, orang yang berpuasa juga harus menahan diri dari sifat-sifat yang dapat mengurangi pahala puasa. Seperti riya, dengki, iri, fitnah, bohong, dll.
Sehingga ketika kita berpuasa dianjurkan memperbanyak amalan seperti zikir, tadarus Quran, sedekah, serta melaksanakan sholat sunah. Sehingga saat berpuasa orang akan terjauh dari perbuatan maksiat.
Puasa Tarwiyah dan Arafah merupakan salah satu puasa sunah yang dilakukan menjelang bulan Dzulhijjah. Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah. Sedangkan untuk puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah tepat sehari sebelum ibadah kurban atau Iduladha. Bagi muslim yang tidak menunaikan ibadah haji puasa ini sangat dianjurkan.
Niat Puasa Tarwiyah
“Nawaitu shauma tarwiyata sunnata lillaahi ta ‘aala”
Artinya: Saya niat berpuasa sunah tarwiyah karena Allah Ta’ala.
Niat puasa Arafah
“Nawaitu shauma arafata sunnata lillaahi ta’aala”
Artinya: Saya niat puasa sunah Arafah karena Allah Ta’ala.
Setiap ibadah memiliki keutamaannya masing-masing, berikut keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah
- Melaksanakan puasa Tarwiyah sama seperti orang yang berpuasa setahun dan yang melaksanakan puasa Arafah sama seperti berpuasa dua tahun.
2. Menghapus dosa setahun yang lalu dan yang akan datang.
“Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapus dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim)
3. Merupakan amalan yang Allah cintai
Dikutip dari detiknews, 10 hari pertama bulan Dzulhijjah merupakan bulan yang dicintai Allah.
“Tiada hari di mana amal sholeh, lebih dicintai Allah selain hari-hari yang sepuluh ini (10 hari pertama bulan Dzulhijjah).’ Sesungguhnya berpuasa satu hari di dalamnya membandingi puasa satu tahun. Melakukan sholat malam di dalamnya membandingi sholat malam pada malam Lailatul Qadar. Salah seorang sahabat bertanya ‘Apakah lebih baik daripada jihad fii sabilillah?’ Beliau (Rasulullah) bersabda, ‘Iya. Lebih baik daripada jihad fii sabilillah, kecuali seseorang yang keluar berjihad dengan harta dan jiwa raganya kemudian dia tidak pernah kembali lagi (mati syahid).’” (HR. Bukhari)
4. Bebas dari api neraka
Sesuai sabda Rasulullah dalam hadis berikut
“Tidak ada hari yang di dalamnya Allah membebaskan hamba-hamba dari api neraka lebih banyak daripada di hari Arafah.” (HR. Muslim)***
(Bayu)











