Kenapa para Ulama sangat suka mencium tangannya dari seorang bocah yg belum Baliqh?
Dan ketika seorang bocah hendak mencium tangan mereka (Ulama bahkan para Habaib) mereka malah menarik tangan si bocah dengan berbalik mencium tangannya?
Lalu orang tua dari si bocah bertanya’ dan ia pun menjawab : “Ketahuilah sebenarnya aku ingin sekali kembali ke masa kanak-kanak ku lagi. Karena di masa itulah, Allah tidak mencatatkan satupun dosa-dosa yang kita perbuat. Malah Allah merasa senang melihat kelakuan dan kenakalan kita pada saat itu. Dan kenapa aku mencium tangan anak-anak mu? Karena mereka adalah hamba-hamba Allah yang masih suci dan bersih. Dan mereka adalah bagian dari wali-wali Allah yang disebut insan kamil (tanpa dosa).”
Maka cintailah anak-anakmu karena rezeki Allah itu lebih banyak terlimpah kepada mereka. Dan janganlah suka membentak mngeluarkan prkataan kasar terhadap mereka dan janganlah suka membuat mereka sering menangis, apalagi hingga sampai menganiaya mereka.
Khususnya para ibu-ibu, tangisan keras dari anak-anakmu yang belum sempurna akalnya itu (belum baliqh), bisa mendatangkan kemudharatan dari Allah dan kemurkaannya kepadamu.
Para malaikat pembawa Rahmat pun akan brpaling arah menunda kedatangannya ktika mendengar dan menyaksikan tangisan dari seorang anak yang dikasari serta dipukuli oleh orang tuanya.
Dan sebaliknya, ketika mereka tertawa riang dan gembira Ria bercanda serta merasa berbahagia bermanja dengan orang tuanya.
Allah pun trsenyum menyaksikannya, seraya berkata kepada malaikatnya: Turunkan Rahmat ku serta rezeki ku kepada keluarga itu melalui keberkahanku kepada anak-anaknya.***
(Yuni)











