Kali pertama aku di Dunia
Secercah cahaya menerpaku, tangisanku pecah
Kau dekap hangat tubuhku, detak jantung pun saling bertaut
Pelan tapi pasti, aku tenggelam dalam pelukanmu
Waktu berlalu silih berganti
Senyum indah selalu terpancar di wajahmu
Banyak hal terlewati, pengorbananmu sungguh berarti
Usiamu tak lagi muda dan aku pun tlah beranjak dewasa
Dimalam yang dingin, ku dengar tangismu
Ku peluk erat tubuhmu dengan kehangatan
Aku tahu, ini sudah berakhir
Tangisku pecah tak tertahankan
Hati ini terasa dingin karena kepergianmu
Kini tak ada lagi pelindungku
Melewati hari-hari tanpamu terasa berat
Semuanya tampak kelam tanpa kehadiranmu
Diriku Rindu akan senyuman indah yang dulu selalu terlihat darimu
Ibu…***
(Bayu)











