Setiap hari tentu ada saja perkatan yang keluar dan terdengar oleh Indra manusia. Namun, tak sedikit dari perkataan tersebut yang melukai hati seseorang.
Sakit hati pasti pernah dirasakan oleh semua orang. Sakit dan tidak mudah untuk dihilangkan begitu saja.
Untuk menghindari agar seseorang tidak tersakiti oleh perkataan kita, alangkah baiknya jika kita berkata yang baik-baik saja. Seperti yang telah disabdakan oleh Rasulullah dalam Hadits Arba’in hadist yang ke 15 yang berbunyi:
عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليقل خيراً أو ليصمت، ومن كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليكرم جاره، ومن كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليكرم ضيفه [رواه البخاري ومسلم] :
Artinya: Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam, siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia menghormati tetangganya dan barangsiapa yang beriman kepada Alla dan har akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya (Riwayat Bukhori dan Muslim)
Pelajaran yang didapat dari hadits tersebut adalah:
1. terkait langsung dengan kehidupan sehari-hari.
2. Islam menyerukan kepada sesuatu yang dapat menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang dikalangan individu masyarakat muslim.
3.Termasuk kesempurnaan iman adalah perkataan yang baik dan diam dari selainnya.
4. Berlebih-lebihan dalam pembicaraan dapat menyebabkan Kehancuran, sedangkan menjaga pembicaraan merupakan jalan Keselamatan.
5. Islam sangat menjaga agar seorang muslim berbicara apa yang bermanfaat dan mencegah perkataan yang diharamkan dalam setiap kondisi.
6. Tidak memperbanyak pembicaraan yang diperbolehkan, karena hal tersebut dapat menyeret kepada perbuatan yang diharamkan atau yang makruh.
7. Termasuk kesempurnaan iman adalah menghormati tetangganya dan memperhatikanya serta tidak menyakitinya.
8. Wajib berbicara saat dibutuhkan, khususnya jika bertujuan Menerangkan yang haq dan beramar ma’ruf nahi munkar.
9. Memuliakan tamu termasuk diantara kemuliaan akhlak danPertanda komitmennya terhadap syariat Islam.
10. Anjuran untuk mempergauli orang lain dengan baik.***
(Annisa)











