Kunci untuk istiqomah & tetap dalam hidayah ada pada sahabat/teman dekat. Karena kadar keimanan seseorang sangat dipengaruhi oleh pergaulan & lingkungannya.
Rasulullah ﷺ bersabda, “Seseorang itu menurut agama teman dekatnya, maka hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya” (HR. Abu Daud & Tirmidzi)
Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Badr mengatakan, “Diantara cara untuk tetap istiqomah diatas kebenaran & hidayah adalah dengan benar-benar selektif memilih teman dekat. Ia pilih siapa yang sekiranya dapat membantunya untuk tetap istiqomah diatas agama. Karena yang namanya teman dekat itu pasti akan menarik temannya, dan pasti akan memberi pengaruh kepadanya”
Dalam hadits lain, Rasulullah ﷺ bersabda, “Permisalan teman duduk yang shalih dan buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Adapun penjual minyak wangi, bisa jadi ia akan memberimu minyak wangi, atau kamu akan membeli darinya atau kamu akan mendapat bau harum darinya. Adapun tukang pandai besi, bisa jadi ia akan membuat pakaianmu terbakar, atau kamu akan mendapat bau yang tidak sedap darinya” (HR. Bukhari no. 2101, Muslim no. 2628)
Begitulah mulianya Islam dalam mengatur masalah pergaulan. Maka, bersahabatlah dg orang2 yg tidak hanya having fun di dunia, tapi yg juga mengajak kita menuju surga-Nya.
Dan kalau kita sulit mendapat sahabat yg sholih, berusahalah untuk jadi salah satunya. Jadilah kita sahabat yg membuat seseorang beruntung & bertambah imannya.
Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu berkata, “Tidaklah seseorang diberikan kenikmatan setelah Islam, yang lebih baik daripada kenikmatan memiliki saudara (semuslim) yang saleh. Apabila engkau dapati salah seorang sahabat yang saleh maka pegang lah erat-erat” (Quutul Qulub 2/17)***
(Yuni)









